WAKIL BUPATI ALOR AJAK GENERASI MUDA KATOLIK JADI BENTENG IMAN DAN MORAL DI TENGAH TANTANGAN ZAMAN

Rocky Winaryo : Kedewasaan Iman Harus Diwujudkan dalam Tindakan Nyata dan Pengabdian kepada Masyarakat
Rabu, 7 Oktober 2026
Kalongbuku, Moramam, prokompim.alorkab.go.id — Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, S.H., M.H., mengajak generasi muda Katolik, khususnya para penerima Sakramen Krisma, untuk menjadikan momentum penerimaan sakramen tersebut sebagai tonggak pendewasaan iman sekaligus panggilan untuk mengambil bagian secara nyata dalam kehidupan sosial, kemasyarakatan dan pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Alor saat menghadiri syukuran penerimaan Sakramen Krisma sekaligus pelantikan Dewan Pastoral Paroki (DPP) yang baru di Gereja Katolik Santa Maria dari Fatima Kalongbuku, Kalongbuku, Desa Moramam, Kecamatan Alor Barat Daya, Rabu (7/10/2026).
Perayaan tersebut berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan kekhidmatan, terlebih dengan kehadiran Yang Mulia Uskup Agung Kupang, Monsinyur Hironimus Pakaenoni, yang didampingi para pastor yang berkarya di empat paroki dalam wilayah Kabupaten Alor.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Alor, Paulus Brikmar; Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Alor; Sekretaris Kecamatan Alor Barat Daya, Nikson Potmo, S.H.; Kapolsek Alor Barat Daya, Ipda Mustarif Ibrahim; Danposramil Alor Barat Daya; Lurah Moru, Abdul Rajab Kinangi, S.H.; Kepala Desa Moramam; serta sejumlah pimpinan bagian pada Sekretariat Daerah Kabupaten Alor, di antaranya Kepala Bagian ULP, Kepala Bagian Pembangunan, dan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan.
Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Alor, Wakil Bupati menyampaikan ucapan selamat datang serta apresiasi kepada Uskup Agung Kupang yang berkenan hadir dan mengambil bagian dalam peristiwa iman tersebut.
Menurut Rocky, penerimaan Sakramen Krisma bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi merupakan momentum penting bagi umat, khususnya generasi muda, untuk semakin dewasa dalam iman dan mampu mempertanggungjawabkan iman tersebut melalui kehidupan sehari-hari.
“Sakramen Krisma adalah sakramen kedewasaan rohani. Anda tidak lagi sekadar menjadi pengikut yang pasif, melainkan telah dimeteraikan oleh Roh Kudus untuk menjadi rasul-rasul awam di tengah dunia,” ujar Rocky.
Wakil Bupati mengatakan, generasi muda saat ini hidup dalam lingkungan yang penuh peluang sekaligus tantangan. Perkembangan teknologi dan derasnya arus digitalisasi telah membuka ruang yang luas bagi pembelajaran, kreativitas dan komunikasi, tetapi pada saat yang sama juga dapat menjadi ancaman apabila tidak digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.
Karena itu, Rocky mengajak para penerima Sakramen Krisma untuk menjadikan iman sebagai kompas moral dalam menghadapi berbagai perubahan zaman.
“Melalui karunia Roh Kudus yang telah dicurahkan, saya meminta kepada kalian semua, jadilah benteng iman dan moral,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa kedewasaan iman tidak cukup hanya ditunjukkan melalui aktivitas keagamaan, tetapi harus terlihat dalam karakter, pilihan hidup dan tindakan nyata.
“Tunjukkan kedewasaan iman itu dalam tindakan nyata: hormati orang tua, tekun belajar, jauhi penyakit sosial, dan jadilah warga daerah yang produktif, cerdas serta berintegritas,” katanya.
Menurut Rocky, Pemerintah Daerah menaruh harapan besar kepada generasi muda sebagai kekuatan masa depan Kabupaten Alor. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga tampil sebagai pelaku pembangunan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, karakter dan integritas.
Selain penerimaan Sakramen Krisma, perayaan tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan Dewan Pastoral Paroki (DPP) yang baru.
Wakil Bupati menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada seseorang untuk menjadi bagian dari kepengurusan pastoral bukanlah sebuah kedudukan sosial, melainkan panggilan untuk melayani umat.
“Menjadi pengurus pastoral di era modern ini bukanlah sebuah keistimewaan atau kedudukan sosial, melainkan sebuah panggilan pelayanan yang harus ditandai dengan sikap rendah hati, setia dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Ia berharap pengurus DPP yang baru mampu memahami tugas dan tanggung jawabnya serta menjadi mitra pelayanan pastor paroki dalam mengembangkan kehidupan umat.
Menurutnya, tantangan pelayanan Gereja saat ini semakin kompleks. Karena itu, kepengurusan pastoral membutuhkan semangat kolaborasi, kemampuan membaca kebutuhan umat serta keberanian menghadirkan karya nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat.
Wakil Bupati juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara Gereja dan Pemerintah dalam membangun masyarakat dan daerah.
Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membangun infrastruktur, mendorong investasi serta memenuhi berbagai kebutuhan prioritas pembangunan. Sementara itu, Gereja memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, mental, moral dan spiritualitas masyarakat.
“Gereja dan Pemerintah adalah dua pilar yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun peradaban manusia. Tanpa fondasi spiritual yang kuat, pembangunan fisik sebuah daerah akan kehilangan maknanya,” kata Rocky.
Karena itu, ia mengajak pengurus DPP Santa Maria dari Fatima Kalongbuku untuk terus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah, khususnya dalam menjawab berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Ia berharap karya pastoral ke depan tidak hanya berfokus pada penguatan kehidupan rohani, tetapi juga mampu mengambil bagian dalam berbagai agenda pembangunan daerah, antara lain melalui penguatan ketahanan pangan keluarga, upaya pencegahan dan penanganan stunting, peningkatan kepedulian sosial, serta pemeliharaan stabilitas dan toleransi antarumat beragama.
“Gereja harus terus hadir di tengah umat. Kehadiran itu harus dirasakan bukan hanya dalam perayaan-perayaan keagamaan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap persoalan nyata yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rocky berharap Paroki Santa Maria dari Fatima Kalongbuku dapat terus berkembang sebagai ruang yang menghadirkan kasih, kepedulian, persaudaraan dan energi positif bagi umat serta masyarakat di sekitarnya.
Ia mengajak seluruh umat untuk menjadikan kehidupan menggereja sebagai kekuatan dalam membangun persaudaraan dan memperkuat kehidupan sosial kemasyarakatan.
“Mari kita jadikan Paroki Santa Maria dari Fatima Kalongbuku ini sebagai laboratorium kasih, tempat di mana setiap umat merasa diayomi, dan dari tempat suci ini memancar energi positif untuk kemajuan wilayah dan daerah kita tercinta secara keseluruhan,” ajaknya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada pastor paroki, panitia pelaksana, pengurus Gereja dan seluruh umat yang telah bekerja sama sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik dalam semangat kebersamaan, gotong royong dan Taramiti Tominuku.
Ia menyampaikan selamat kepada seluruh penerima Sakramen Krisma serta pengurus DPP yang baru dilantik.
“Kita boleh berbeda agama, suku dan bahasa, tetapi kita semua adalah saudara,” ujar Rocky.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati berpesan kepada para penerima Sakramen Krisma agar api Roh Kudus yang telah diterima senantiasa menjadi kekuatan dalam menjalani kehidupan.
Ia juga mengingatkan pengurus DPP yang baru agar menjalankan tugas pelayanan dengan ketulusan, kerendahan hati dan penuh tanggung jawab.
“Selamat mendayung perahu pelayanan ini ke tempat yang lebih dalam. Semoga melalui perantaraan Bunda Maria dari Fatima, Allah Yang Maha Kuasa senantiasa mencurahkan berkat, kesehatan, hikmat dan perlindungan atas setiap karya, pelayanan dan pengabdian kita semua,” pungkasnya. (Then ***)