Pemkab Alor Raih Penghargaan Nasional, Terbaik Kedua di NTT dalam Penurunan Pengangguran
Prokompim Setda Alor – Kalabahi. 21 Mei 2026 – Pemerintah Kabupaten Alor kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional setelah berhasil meraih penghargaan dari Pemerintah Pusat dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Nusa Tenggara dan Maluku. Dalam ajang tersebut, Kabupaten Alor berhasil meraih peringkat terbaik kedua tingkat kabupaten se-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kategori penurunan tingkat pengangguran terbuka.
Penghargaan tersebut diterima secara simbolis oleh Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, SH., M.H., yang mewakili Bupati Alor pada kegiatan yang berlangsung di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (18/5/2026) lalu.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pemberian Dana Insentif Fiskal (DIF) oleh Pemerintah Pusat kepada daerah-daerah yang dinilai berprestasi dalam pelaksanaan pembangunan daerah dan pencapaian indikator prioritas nasional.
Setibanya di Alor, Kamis (21/5/2026) pagi tadi, Wakil Bupati Alor didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Bely, S.Sos. M.Si bersama Kepala Badan Keuangan Dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Alor, Elyos Wakono, S.sos langsung bertemu dan melaporkan hasil penerimaan penghargaan tersebut kepada Bupati Alor, Iskandar Lakamau, SH., M.Si., sekaligus menyerahkan piagam penghargaan atas prestasi Kabupaten Alor sebagai daerah berprestasi dalam kategori penurunan tingkat pengangguran terbuka.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Alor menjelaskan bahwa penghargaan yang diterima Pemerintah Kabupaten Alor merupakan hasil penilaian berdasarkan indikator resmi pemerintah pusat yang bersumber dari data nasional, seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, serta kementerian teknis terkait.
Menurut Wakil Bupati, penilaian terhadap keberhasilan pemerintah daerah dalam menurunkan angka pengangguran terbuka, kemiskinan ekstrem, dan kemiskinan umum dilakukan secara objektif berdasarkan capaian nyata di daerah.
“Dalam penilaian pemerintah pusat, terdapat sejumlah indikator yang menjadi ukuran keberhasilan daerah, khususnya dalam penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Penilaiannya meliputi persentase penurunan angka pengangguran dari tahun sebelumnya, jumlah tenaga kerja yang berhasil terserap, pertumbuhan kesempatan kerja produktif, serta efektivitas program pemberdayaan ekonomi masyarakat,” jelas Wakil Bupati Alor.
Lebih lanjut dijelaskan, berbagai program pemerintah daerah yang mendukung sektor UMKM, pertanian, perikanan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga pelatihan kerja dan peningkatan kompetensi tenaga kerja turut menjadi bagian penting dalam penilaian pemerintah pusat.
“Pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Karena itu, penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, dalam keterangannya, berkaitan penerimaan penghargaan, Wakil Bupati Alor menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak atas kerja keras dan kolaborasi yang telah dilakukan dalam mendukung pembangunan daerah.
“Atas kerja keras dan kolaborasi semua pihak, Kabupaten Alor berhasil meraih penghargaan dari pemerintah pusat atas capaian penurunan angka pengangguran. Penghargaan tersebut disertai alokasi dana insentif fiskal sebesar Rp2 miliar,” ungkap Wakil Bupati Alor.
Wakil Bupati menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan melalui kompetisi penilaian yang melibatkan empat provinsi, yakni Provinsi Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan empat kategori penilaian.
“Dari 22 kabupaten/kota di NTT, hanya empat daerah yang menerima penghargaan ini, yaitu Kabupaten Alor, Kabupaten Sikka, Kabupaten Lembata, dan satu daerah lainnya. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kita semua,” ujarnya.
Menurut Wakil Bupati, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelaku usaha, serta dukungan masyarakat Kabupaten Alor dalam menciptakan peluang kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Ini bukan hasil kerja satu pihak saja, tetapi kerja bersama seluruh elemen daerah,” katanya.
Wakil Bupati juga menegaskan bahwa proses penilaian yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri berlangsung secara objektif dan profesional berdasarkan data serta capaian nyata di daerah.
“Kita tahu bahwa penilaian dari Kemendagri tidak bisa diutak-atik. Semua dilakukan secara objektif berdasarkan data dan capaian nyata di daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut dijelaskan, keberhasilan Kabupaten Alor dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan tidak terlepas dari berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang terus dijalankan pemerintah daerah. Salah satunya melalui bantuan modal usaha bagi kelompok masyarakat serta pelaksanaan pelatihan keterampilan kerja.
“Pemerintah daerah sebelumnya telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp900 juta untuk program pemberdayaan ekonomi di setiap kecamatan. Bantuan tersebut diberikan kepada kelompok masyarakat miskin, di mana satu kelompok menerima bantuan sekitar Rp50 juta,” jelasnya.
Selain bantuan modal usaha, pemerintah daerah bersama kementerian terkait juga terus melaksanakan program pelatihan keterampilan dan pengembangan usaha masyarakat yang dinilai efektif dalam meningkatkan kemampuan kerja masyarakat dan membuka peluang usaha baru.
Wakil Bupati berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus bekerja bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjaga tren penurunan angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Alor secara berkelanjutan.
Dipublikasikan oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Alor
Penulis : Marthen J. Manilau
Fotografer : Dokumentasi Prokompim

