SEKDA ALOR SEBUT MTQ JADI BAGIAN PEMBANGUNAN KARAKTER DALAM SPIRIT GERBANG TIMUR DAN ALOR BERKEMAS
Baranusa, Prokompim Setda Alor, Selasa 19 Mei 2026 — Pemerintah Kabupaten Alor menegaskan bahwa pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI Tingkat Kabupaten Alor Tahun 2026 bukan sekadar kegiatan seremonial maupun ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi menjadi bagian penting dalam pembangunan karakter masyarakat melalui penguatan nilai-nilai religius, persaudaraan, dan kebersamaan dalam spirit Gerbang Timur dan Alor Berkemas.
Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Bely, S.Sos., M.Si saat membacakan sambutan tertulis Bupati Alor pada pembukaan MTQ ke-XXXI Tingkat Kabupaten Alor yang dipusatkan di Baranusa, Kecamatan Pantar Barat, Senin (18/5/2026) malam.
Kegiatan pembukaan berlangsung meriah dan penuh nuansa religius serta persaudaraan yang dihadiri unsur Forkopimda, anggota DPRD Kabupaten Alor dan DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Alor, pimpinan OPD, para camat, kepala desa dan lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dewan hakim, peserta dan official MTQ dari seluruh kecamatan di Kabupaten Alor.
Dalam pengantar sambutannya, Sekda menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Alor, Iskandar Lakamau dan Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo yang belum dapat hadir secara langsung bersama masyarakat Baranusa.
Dijelaskan bahwa Bupati Alor sementara menjalani masa pemulihan kesehatan, sedangkan Wakil Bupati Alor sedang melaksanakan tugas pemerintahan di luar daerah. Meski demikian, Bupati dan Wakil Bupati tetap menitipkan salam hormat serta apresiasi kepada seluruh masyarakat dan panitia penyelenggara yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan MTQ ke-XXXI Tahun 2026.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Alor, kami menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi kepada Pengurus LPTQ Kabupaten Alor, panitia penyelenggara, Pemerintah Kecamatan Pantar Barat, para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta seluruh masyarakat Baranusa yang telah menunjukkan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam mendukung suksesnya kegiatan ini,” ujar Sekda saat membacakan sambutan tertulis Bupati.
Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa pelaksanaan MTQ tahun ini memiliki tantangan tersendiri karena proses pembentukan panitia dilakukan di Kalabahi sementara pusat pelaksanaan kegiatan berada di Baranusa.
Namun melalui koordinasi, komunikasi, dan kerja sama yang baik antara seluruh pihak, kegiatan dapat terlaksana dengan baik, tertib, dan penuh sukacita.
Menurut Sekda, tema kegiatan tahun ini yakni “Penguatan Kelembagaan LPTQ dan Masyarakat dalam Syiar Al-Qur’an” memiliki makna strategis dalam memperkuat pembinaan umat sekaligus membangun keterlibatan masyarakat dalam mendukung syiar Islam di Kabupaten Alor.
Sementara subtema “MTQ sebagai Penguat Karakter dalam Mendukung Pembangunan Daerah melalui Strategi Gerbang Timur dengan Spirit Alor Berkemas” menegaskan pentingnya membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, beriman, berakhlak mulia, disiplin, menjunjung tinggi persaudaraan, serta memiliki kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Sekda menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan infrastruktur semata, tetapi juga pembangunan mental, moral, dan kualitas sumber daya manusia yang religius dan harmonis.
“Nilai-nilai Al-Qur’an seperti kedamaian, kejujuran, toleransi, keadilan, dan persaudaraan harus terus ditanamkan dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Alor yang majemuk dan penuh keberagaman,” jelasnya.
Melalui strategi pembangunan Gerbang Timur dengan spirit Alor Berkemas, Pemerintah Kabupaten Alor terus mendorong pembangunan yang berorientasi pada penguatan kualitas manusia yang religius, berbudaya, harmonis, serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Alor.
Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Alor, Usman S. Plaikari dalam sambutannya mengingatkan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi momentum untuk membangun kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat manusia.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadikan Al-Qur’an sebagai simbol atau pajangan semata, tetapi benar-benar dibaca, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan sampai ketika MTQ mau dilaksanakan baru orang tua sibuk mengantar anak mengaji agar bisa tampil dalam perlombaan. Setelah kegiatan selesai, Al-Qur’an kembali ditinggalkan,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan kehidupan masyarakat saat ini adalah semakin kuatnya pengaruh media sosial dan kehidupan duniawi yang membuat masyarakat mulai menjauh dari nilai-nilai keagamaan.
Karena itu DPRD Kabupaten Alor, kata Usman Plaikari, tetap berkomitmen mendukung seluruh kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan moral dan spiritual masyarakat Kabupaten Alor.
Sebelumnya, Ketua Panitia MTQ ke-XXXI Kabupaten Alor Tahun 2026, Marthen G. Moubeka, SH dalam laporannya menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan MTQ tidak terlepas dari semangat persatuan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat Kabupaten Alor.
Menurutnya, masyarakat Alor memiliki nilai-nilai budaya dan filosofi hidup yang diwariskan para leluhur sebagai fondasi kehidupan bersama di tengah keberagaman.
Ia menyebut sejumlah semboyan adat seperti “Vu’ummu Betnu Basarnu Evar” dari masyarakat Adang,
“Tara Miti Tominuku” dari masyarakat Abu’i, serta “Kulih Mati-Mati, Haki Tifang Lefoh” dari masyarakat Alurung yang mengandung makna persatuan, kerja keras, ketulusan, dan semangat hidup saling menopang.
“Perbedaan jangan menjadi alasan untuk terpecah-belah, tetapi harus menjadi kekuatan dan keindahan dalam kehidupan bersama demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Alor,” tegasnya.
Dipublikasikan oleh : Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Alor.
Peliput : Sari Pareira
Editor : Marthen J. Manilau
Fotografer : Dokumentasi Prokompim – Sari Pareira

