{"id":1044,"date":"2026-09-09T12:26:51","date_gmt":"2026-09-09T04:26:51","guid":{"rendered":"https:\/\/alorkab.go.id\/x\/?p=1044"},"modified":"2026-09-09T12:26:51","modified_gmt":"2026-09-09T04:26:51","slug":"pemda-alor-apresiasi-pemandirian-gmit-efata-atengmelang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/alorkab.go.id\/x\/pemda-alor-apresiasi-pemandirian-gmit-efata-atengmelang\/","title":{"rendered":"Pemda Alor Apresiasi Pemandirian GMIT Efata Atengmelang"},"content":{"rendered":"<p>Rabu 9 September 2026<br \/>\nATENGMELANG, ALOR \u2014 Pemandirian GMIT Jemaat Efata Atengmelang, Klasis Alor Tengah Utara, menjadi momentum penting dalam perjalanan pelayanan gereja sekaligus mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Alor.<br \/>\nBagi Pemerintah Kabupaten Alor, status sebagai jemaat mandiri bukan sekadar perubahan administratif. Di baliknya terdapat proses panjang, kerja keras, kebersamaan dan komitmen warga jemaat dalam membangun kehidupan gereja.<br \/>\n\u201cIni kerja luar biasa jemaat,\u201d demikian disampaikan Asisten Pemerintahan dan Administrasi Sekretariat Daerah Kabupaten Alor, Marten Moubeka, ketika mewakili Bupati Alor dalam acara Syukur Pemandirian GMIT Jemaat Efata Atengmelang sekaligus Perhadapan Pendeta Abner E.S. Tapikab, S.Th., Selasa, 8 September 2026, di Gereja GMIT Efata Atengmelang.<\/p>\n<p>Menurut Marten, sebuah jemaat tidak serta-merta dapat berdiri secara mandiri. Ada berbagai tahapan yang harus dilalui, mulai dari kesiapan administrasi, tata kelola jemaat hingga kesiapan warga jemaat dalam menjalankan tanggung jawab pelayanan.<br \/>\n\u201cKetika sebuah jemaat dapat berdiri menjadi jemaat mandiri, tentu ada proses panjang yang sudah dilalui. Ada penataan administrasi, pengelolaan jemaat dan berbagai hal lainnya. Ini merupakan kerja luar biasa dari seluruh jemaat yang patut kita apresiasi,\u201d ujar Marten.<\/p>\n<p>Ia mengatakan, pemandirian GMIT Efata Atengmelang merupakan sebuah sukacita, tidak hanya bagi warga jemaat, tetapi juga bagi pemerintah daerah. Pemandirian tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan dan perkembangan kehidupan gereja di tengah masyarakat.<br \/>\n\u201cPemandirian ini merupakan sebuah sukacita, bukan hanya bagi jemaat, tetapi juga bagi pemerintah. Ini menunjukkan bahwa gereja dan jemaat terus bertumbuh dan berkembang dalam melaksanakan tugas pelayanannya,\u201d katanya.<br \/>\nMarten menegaskan bahwa pemandirian bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab pelayanan yang lebih besar.<\/p>\n<p>Karena itu, ia berharap status mandiri yang telah dicapai GMIT Efata Atengmelang dapat menjadi dorongan untuk semakin meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat persatuan jemaat dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.<br \/>\nPemerintah Kabupaten Alor, kata Marten, akan terus mendukung kegiatan keagamaan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.<br \/>\n\u201cPemerintah dan gereja memang memiliki tugas dan peran yang berbeda. Tetapi perbedaan tugas itu tidak menghalangi kita untuk membangun sinergi dan kemitraan. Pemerintah akan terus mendukung kehidupan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan daerah,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Ia juga mengajak seluruh warga jemaat untuk mempertahankan semangat kebersamaan yang telah mengantarkan Efata Atengmelang menjadi jemaat mandiri.<br \/>\nMenurutnya, kemandirian harus menjadi energi baru untuk memperkuat pelayanan, bukan hanya dalam kehidupan internal gereja, tetapi juga dalam membangun kepedulian sosial dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.<br \/>\nSementara itu, Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Benyamin Pandie, S.Th., mengatakan pemandirian merupakan bukti komitmen dan tanggung jawab jemaat kepada Tuhan dalam mengelola kehidupan bergereja.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan bahwa kemandirian jemaat juga menuntut kesiapan dalam mengelola berbagai aspek pelayanan, termasuk pengelolaan keuangan, diakonia serta tanggung jawab pelayanan lainnya sesuai dengan tata gereja dan ketentuan Sinode GMIT.<br \/>\n\u201cPemandirian ini menunjukkan komitmen dan tanggung jawab jemaat kepada Tuhan untuk terus mengelola kehidupan pelayanan dengan baik, termasuk pengelolaan keuangan, diakonia dan berbagai bentuk pelayanan lainnya,\u201d kata Pdt. Samuel.<br \/>\nIa berharap pemandirian tersebut menjadi momentum bagi warga GMIT Efata Atengmelang untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat persekutuan.<\/p>\n<p>Ketua Sinode GMIT juga berharap hubungan kemitraan antara gereja dan pemerintah terus dibangun dalam semangat saling mendukung sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.<br \/>\n\u201cKami berharap gereja dan pemerintah terus membangun sinergi. Masing-masing menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, tetapi bersama-sama menghadirkan pelayanan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,\u201d ujarnya.<br \/>\nGMIT Jemaat Efata Atengmelang memiliki 76 kepala keluarga dengan jumlah 291 jiwa, yang terdiri atas 4 suku dan 5 rayon.<\/p>\n<p>Dengan pemandirian tersebut, jemaat diharapkan semakin mampu mengembangkan pelayanan secara mandiri serta memperkuat partisipasi warga jemaat dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.<\/p>\n<p>Rangkaian syukur pemandirian juga dirangkaikan dengan Perhadapan Pendeta Abner E.S. Tapikab, S.Th. sebagai bagian dari babak baru pelayanan di GMIT Efata Atengmelang.<br \/>\nIbadah syukur mengusung tema \u201cDipulihkan untuk Mendengar dan Bertutur\u201d, yang bersumber dari Markus 7:31\u201337, dan dipimpin oleh Pdt. Johanes Tr. Salukhfeto, S.Th.<br \/>\nTema tersebut menjadi pesan penting bagi jemaat untuk terus membangun kehidupan persekutuan yang terbuka, saling mendengar, saling menguatkan dan mampu menghadirkan kesaksian melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.<\/p>\n<p>Rangkaian kegiatan kemudian ditandai dengan pembukaan papan selubung tanda pemandirian jemaat oleh Ketua Sinode GMIT, didampingi para tamu undangan.<br \/>\nSuasana sukacita dan kekeluargaan mewarnai seluruh rangkaian acara. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Alor bersama Ibu, Ketua Sinode GMIT, para pendeta se-Klasis Alor Tengah Utara, Ketua Klasis ABAL, serta sejumlah undangan lainnya.<br \/>\nPemandirian GMIT Jemaat Efata Atengmelang menjadi penanda bahwa sebuah proses panjang telah dilalui. Namun, di saat yang sama, status mandiri tersebut membuka lembaran baru dengan tanggung jawab pelayanan yang semakin besar.<br \/>\nDari proses panjang menuju kemandirian, Efata Atengmelang kini memasuki babak baru pelayanan\u2014dengan semangat kebersamaan, integritas, kasih dan sinergi untuk terus bertumbuh serta memberi dampak bagi masyarakat. (***)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rabu 9 September 2026 ATENGMELANG, ALOR \u2014 Pemandirian GMIT Jemaat Efata Atengmelang, Klasis Alor Tengah Utara, menjadi momentum penting dalam perjalanan pelayanan gereja sekaligus mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Alor. Bagi Pemerintah Kabupaten Alor, status sebagai jemaat mandiri bukan sekadar perubahan administratif. Di baliknya terdapat proses panjang, kerja keras, kebersamaan dan komitmen warga jemaat dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1044","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/alorkab.go.id\/x\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1044","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/alorkab.go.id\/x\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/alorkab.go.id\/x\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alorkab.go.id\/x\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alorkab.go.id\/x\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1044"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/alorkab.go.id\/x\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1044\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1046,"href":"https:\/\/alorkab.go.id\/x\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1044\/revisions\/1046"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/alorkab.go.id\/x\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1044"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/alorkab.go.id\/x\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1044"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/alorkab.go.id\/x\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1044"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}