Rabu, 26 Agustus 2026
Kalabahi, prokompim.alorkab.go.id — Pemerintah Kabupaten Alor bersama Tim Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) melaksanakan rapat evaluasi terhadap berbagai dukungan pembangunan yang telah diberikan TNI Angkatan Darat (TNI AD) di Kabupaten Alor sekaligus membahas sejumlah kebutuhan infrastruktur yang masih memerlukan dukungan ke depan.
Rapat yang berlangsung pada Rabu (26/8/2026) pukul 12.30 WITA di Aula Bapperida Kabupaten Alor tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Tim Seskoad bersama Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) di Kabupaten Alor.
Rapat tersebut merupakan tindak lanjut arahan Sekretaris Daerah Kabupaten Alor Melkisedek Bely, S.Sos., M.Si., agar dilakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap berbagai fasilitas umum yang selama ini telah dibangun atau mendapat dukungan dari TNI AD, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan fasilitas publik lainnya yang masih menjadi prioritas pemerintah daerah.
Dalam forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Alor menyampaikan kondisi pembangunan daerah dan berbagai tantangan yang dihadapi, terutama berkaitan dengan karakteristik Alor sebagai wilayah kepulauan dan daerah perbatasan negara.
Pemerintah Kabupaten Alor menyampaikan apresiasi atas kontribusi TNI AD yang selama ini telah membantu pemerintah daerah dan masyarakat melalui pembangunan maupun dukungan terhadap berbagai fasilitas umum.
Sejumlah dukungan tersebut antara lain berupa 20 unit sumur bor, delapan jembatan strategis, perumahan, jalan serta sejumlah fasilitas publik lainnya.
Sekda Melkisedek Bely sebelumnya menegaskan bahwa dukungan tersebut sangat berarti bagi daerah, mengingat Kabupaten Alor memiliki tantangan geografis dan keterbatasan fiskal yang membuat pemenuhan kebutuhan infrastruktur masyarakat tidak dapat dilakukan secara cepat dan bersamaan.
“Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan terima kasih atas dukungan yang sudah diberikan oleh TNI kepada Kabupaten Alor. Sejumlah fasilitas umum yang dibangun sangat membantu pemerintah daerah dan masyarakat,” ujar Sekda.
Menurutnya, berbagai dukungan tersebut merupakan bentuk sinergi yang perlu terus diperkuat karena kebutuhan infrastruktur dasar di Kabupaten Alor masih cukup besar.
Dalam rapat evaluasi, pemerintah daerah juga memaparkan bahwa kebutuhan infrastruktur dasar masih menjadi salah satu aspirasi utama masyarakat.
Melalui berbagai mekanisme perencanaan pembangunan, termasuk Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), masyarakat secara konsisten menyampaikan kebutuhan pembangunan dan peningkatan jalan, jembatan, penyediaan air bersih dan air minum, serta fasilitas pelayanan publik.
Kondisi geografis Kabupaten Alor sebagai daerah kepulauan menjadi salah satu tantangan dalam memenuhi kebutuhan tersebut.
Kabupaten Alor terdiri atas 15 pulau, dengan sembilan pulau telah berpenghuni dan enam pulau belum berpenghuni. Wilayah Kabupaten Alor juga mencakup 18 kecamatan dan 175 desa/kelurahan, dengan banyak wilayah yang memiliki karakteristik pesisir serta akses yang relatif sulit.
“Karena kita merupakan kabupaten kepulauan, pembangunan fisik menjadi tantangan tersendiri. Jarak dan kondisi geografis membuat kebutuhan infrastruktur kita cukup besar,” jelas Sekda.
Di tengah kebutuhan tersebut, kemampuan anggaran daerah yang terbatas menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah pusat, TNI AD, perguruan tinggi dan berbagai pihak lainnya menjadi penting untuk mempercepat pembangunan.
Selain mengevaluasi fasilitas yang telah dibangun, rapat juga membahas sejumlah usulan pembangunan fasilitas umum yang masih dibutuhkan masyarakat Kabupaten Alor.
Usulan tersebut dihimpun dari berbagai perangkat daerah berdasarkan kebutuhan pelayanan masyarakat serta kondisi pembangunan di lapangan.
Melalui rapat tersebut, setiap perangkat daerah diharapkan dapat menyampaikan kebutuhan secara lebih terukur sehingga usulan yang diajukan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mendukung program pembangunan melalui sinergi dengan TNI AD.
Sekda menegaskan, pemerintah daerah tidak hanya menyampaikan kebutuhan, tetapi juga berupaya memastikan setiap dukungan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Kami berharap program seperti ini dapat terus dilanjutkan. Kami menyadari masih banyak kekurangan dan keterbatasan, terutama fasilitas umum yang harus kami penuhi. Karena itu, dukungan dan kerja sama seperti ini sangat kami harapkan,” katanya.
Dalam pembahasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Alor juga menyoroti posisi strategis daerah sebagai wilayah perbatasan negara.
Kabupaten Alor memiliki wilayah perbatasan laut langsung dengan Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL). Kondisi tersebut menjadikan pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan tidak hanya berkaitan dengan aspek pelayanan masyarakat, tetapi juga memiliki nilai strategis bagi negara.
Pemerintah Kabupaten Alor selama ini terus mendorong pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Bahkan, pemerintah daerah bersama masyarakat telah menyediakan sekitar 10 hektare lahan untuk mendukung rencana tersebut.
Menurut Sekda, pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan perlu mendapatkan perhatian karena masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut juga membutuhkan akses pelayanan dan fasilitas dasar yang memadai.
“Kami sudah cukup lama bergumul untuk pembangunan PLBN. Pemerintah daerah dan masyarakat telah menyediakan sekitar 10 hektare lahan. Ini tetap menjadi perhatian dan harapan kami,” ungkapnya.
Rapat evaluasi bersama Tim Seskoad tersebut dihadiri sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Alor yang memiliki keterkaitan langsung dengan sektor pembangunan dan pelayanan publik.
Hadir dalam rapat tersebut Plt. Asisten II Setda Alor, Kepala Bapperida, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Badan Perbatasan, Kepala Dinas Koperasi, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Plt. Kepala Dinas Perumahan, Kepala Bagian Pembangunan, Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Kepala Bagian Umum, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan.
Kehadiran lintas perangkat daerah tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pembangunan fasilitas umum di Kabupaten Alor mencakup berbagai sektor dan membutuhkan koordinasi lintas perangkat daerah.
Pemerintah Kabupaten Alor berharap sinergi dengan TNI AD dapat terus diperkuat sehingga dukungan pembangunan ke depan dapat diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar prioritas dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Selain agenda evaluasi pembangunan infrastruktur, rangkaian kunjungan Tim Seskoad dan Unjani di Kabupaten Alor juga memberikan perhatian terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Kolonel Inf. I Made Suharsana, Dosen sekaligus Koordinator Lapangan Tim Seskoad, memberikan motivasi kepada kelompok tani agar terus meningkatkan produksi dan mengembangkan potensi pertanian secara bertahap.
Ia menekankan bahwa petani memiliki peran strategis dalam menjaga kehidupan masyarakat melalui penyediaan pangan.
“Ketika kita menanam padi, memupuk dan memanen, sebenarnya kita sedang memelihara kehidupan. Dengan padi ini kita bisa makan, kita bisa menjualnya dan orang lain juga bisa makan,” ujarnya.
Ia menyebut kebutuhan beras masyarakat di Kabupaten Alor mencapai sekitar 24 ribu ton, sementara produksi yang tersedia baru sekitar 2 ribu ton.
Karena itu, kelompok tani didorong untuk memiliki target produksi dan memperluas areal tanam secara bertahap.
“Jangan menyerah dengan kondisi yang kita alami. Tanamkan dalam pikiran bahwa pekerjaan kita adalah pekerjaan yang menghidupi orang lain,” katanya.
Ia juga mendorong agar generasi muda dilibatkan dalam sektor pertanian sehingga proses regenerasi petani dapat berjalan.
Kunjungan Tim Alor terdiri atas tujuh personel, yakni empat personel dari Seskoad dan tiga personel dari Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani).
Dari Seskoad terdiri atas Kolonel Inf. I Made Suharsana selaku Dosen/Korlap, Kolonel Inf. A.A.N. Krisna selaku Wadirdik/Evaluator, Mayor Cpm. Arga Hogantoro, S.S.T.Han., S.I.P., M.Pa.C.S. selaku Pasis, serta Kapten Inf. Rio Justin Vilanto, S.T.Han. selaku Pasis.
Sementara dari Unjani terdiri atas Dr. apt. Barmi Hartesi, M.Farm. selaku Dosen, Harky Ristala, S.I.P., M.Si. selaku mahasiswa, dan apt. Ryan Novia Khaeranny, M.S.Farm. selaku mahasiswa.
Kunjungan dan rapat evaluasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Alor, TNI AD dan perguruan tinggi dalam melihat secara langsung potensi serta kebutuhan pembangunan daerah.
Bagi Pemerintah Kabupaten Alor, dukungan dan kolaborasi lintas sektor menjadi modal penting untuk mempercepat pembangunan, memenuhi kebutuhan fasilitas publik, meningkatkan ketahanan pangan, sekaligus memperkuat pelayanan masyarakat di wilayah kepulauan dan perbatasan. (***)
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretraiat Daerah Kabupaten Alor
Penulis : Tim Redaksi Prokompim (Merthen/Robert)
Penulis/Editor : Marthen J. Manilau, SH
Foto : Dokumentasi Prokompim
