SONGMELANG, Selasa, 22 September 2026 — Konven Kaum Bapak GMIT Klasis Alor Tengah Utara (Altar) Ke-I tidak sekadar menjadi ruang persekutuan dan pembinaan iman. Forum yang berlangsung di GMIT Jemaat Bethania Songmelang, Senin (21/9/2026), juga didorong menjadi ruang untuk memperkuat peran kaum bapak dalam keluarga, gereja dan masyarakat serta melahirkan karya nyata bagi kemajuan Kabupaten Alor.
Pesan tersebut mengemuka dalam sambutan Bupati Alor Iskandar Lakamau, SH., M.Si., yang disampaikan Asisten Administrasi Umum Setda Alor, Marthen G. Moubeka, SH., pada pembukaan Konven Kaum Bapak GMIT Klasis Altar Ke-I.
Bupati Alor, Iskandar Lakamau SH, M.Si bersama Ibu Fifia M.S. Selly hadir dalam pembukaan kegiatan yang mengusung tema “Kaum Bapak GMIT yang Beriman Teguh, Melayani dengan Kasih, Berkarya dengan Integritas dan Menjadi Berkat bagi Keluarga, Gereja dan Masyarakat.”
Tema tersebut dinilai memiliki relevansi kuat dengan tantangan kehidupan masyarakat saat ini, terutama dalam membangun keluarga yang tangguh, meningkatkan kepedulian sosial serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Konven ini hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat peran kaum bapak dalam keluarga, gereja dan masyarakat serta melahirkan karya yang memberi manfaat bagi kehidupan bersama.”
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Setda Alor, Marthen G. Moubeka, SH ditegaskan bahwa kehadiran Pemerintah Kabupaten Alor dalam kegiatan keagamaan merupakan bentuk dukungan terhadap peran gereja dalam kehidupan masyarakat.
Menurutnya, gereja dan pemerintah memiliki ruang kebersamaan yang besar dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, karena pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga menyangkut kualitas manusia, keluarga dan kehidupan sosial.
“Kebersamaan antara pemerintah, gereja dan masyarakat merupakan potensi besar untuk mendorong kemajuan daerah. Karena itu, iman perlu diwujudkan dalam pelayanan, integritas dan karya nyata.”
Semangat tersebut, lanjutnya, sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Alor melalui Gerbang Timur dengan Spirit Alor Berkemas.
Dalam perspektif tersebut, masyarakat bukan hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi bagian penting dari kekuatan yang menggerakkan perubahan dari tingkat keluarga hingga komunitas.
Karena itu, kaum bapak dinilai memiliki posisi strategis. Sebagai kepala dan anggota keluarga, pelayan gereja serta bagian dari masyarakat, kaum bapak dapat mengambil peran dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus menjadi teladan dalam kehidupan sosial.
Pemerintah Kabupaten Alor berharap Konven Kaum Bapak GMIT Klasis Altar dapat menghasilkan gagasan dan komitmen yang menyentuh berbagai persoalan nyata masyarakat.
Isu ketahanan keluarga, pendidikan anak, kesehatan, penguatan ekonomi keluarga dan kepedulian sosial menjadi bagian yang perlu mendapatkan perhatian bersama.
“Kaum bapak mempunyai tanggung jawab besar dalam membangun ketahanan keluarga, mendampingi pendidikan anak, memperkuat ekonomi keluarga serta menghadirkan kepedulian terhadap sesama.”
Menurut pemerintah, keluarga yang kuat merupakan salah satu fondasi penting bagi terbentuknya masyarakat yang kuat. Karena itu, peran kaum bapak tidak cukup hanya berada di ruang domestik maupun internal gereja, tetapi juga dapat diperluas melalui karya-karya produktif yang memberi dampak bagi masyarakat.
Pesan tersebut kemudian diterjemahkan dalam rangkaian kegiatan konven yang tidak hanya berisi pembinaan dan persekutuan, tetapi juga mengangkat aspek pemberdayaan ekonomi kaum bapak.
Sebanyak 205 peserta mengikuti Konven Kaum Bapak GMIT Klasis Altar Ke-I yang berlangsung selama dua hari, 21–22 September 2026.
Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah studi lapangan pemberdayaan ekonomi kaum bapak melalui sektor pertanian dan usaha produktif.
Peserta mengunjungi Lahan Usaha Hortikultura Kaum Bapak GMIT Jemaat Ruilak, serta lokasi usaha tani dan ternak di Lahan Usaha Gerakan Membaca Sebentar dan Lahan Usaha Tani Tohaliel di Desa Nurbenlelang, Kecamatan Alor Tengah Utara.
Agenda tersebut memperlihatkan bahwa pelayanan gereja dapat berjalan beriringan dengan upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
Semangatnya sederhana: apa yang dimiliki masyarakat—tanah, tenaga, pengetahuan dan kebersamaan—dapat dikelola menjadi kekuatan ekonomi apabila dikembangkan secara konsisten.
Rangkaian konven juga diisi dengan pameran UMKM dan Gerakan Pangan Murah, yang memperlihatkan dimensi lain dari kegiatan tersebut, yakni mendorong produktivitas, memperkenalkan potensi usaha masyarakat serta memperkuat kepedulian terhadap kebutuhan pangan.
Ketua Majelis Jemaat GMIT Bethania Songmelang, Pdt. Yulia Maria Laleb, S.Th., menyampaikan apresiasi atas dipercayakannya Jemaat Bethania Songmelang sebagai tuan rumah pelaksanaan Konven Kaum Bapak GMIT Klasis Altar Ke-I.
Ia berharap konven dapat menjadi ruang pembinaan dan pertukaran pengalaman pelayanan yang memperkuat kapasitas kaum bapak dalam menjalankan tanggung jawabnya.
“Konven ini menjadi kesempatan untuk saling belajar, berdiskusi dan berbagi pengalaman pelayanan sehingga peran kaum bapak dalam keluarga, gereja dan masyarakat semakin kuat.”
Menurutnya, penguatan kaum bapak tidak hanya berkaitan dengan kapasitas pelayanan di lingkungan gereja, tetapi juga bagaimana nilai-nilai Injil dihidupi dalam kehidupan keluarga dan diwujudkan melalui kepedulian kepada masyarakat.
Dengan demikian, konven diharapkan tidak berhenti ketika kegiatan ditutup, tetapi terus menghasilkan semangat pelayanan dan karya di tengah jemaat dan masyarakat.
Pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk gereja, untuk terus mengambil bagian dalam membangun kehidupan sosial yang aman, damai dan saling menghargai.
Konven Kaum Bapak GMIT Klasis Altar Ke-I pada akhirnya membawa pesan yang lebih luas dari sekadar agenda organisasi gereja.
Ia menjadi ruang untuk mempertemukan iman dengan pelayanan, keluarga dengan tanggung jawab sosial, serta persekutuan dengan pemberdayaan ekonomi.
Di tengah semangat Alor Berkemas, kaum bapak diharapkan dapat mengambil bagian dalam membangun perubahan mulai dari lingkungan terdekat: keluarga, jemaat dan masyarakat.
“Menjadi berkat bukan hanya melalui perkataan, tetapi melalui karya, integritas dan pelayanan yang dapat dirasakan oleh keluarga, gereja dan masyarakat.”
Konven Kaum Bapak GMIT Klasis Altar Ke-I turut dihadiri Ketua Klasis Altar, para pendeta se-Klasis Altar, unsur pemerintah daerah dan para undangan lainnya.
Dari Songmelang, pesan yang dibawa pulang bukan sekadar berakhirnya sebuah konven, melainkan sebuah panggilan untuk menjadikan iman sebagai energi pelayanan dan karya sebagai wujud nyata kontribusi bagi Alor.
