Mewakili Bupati Alor, Asisten Pemerintahan dan Kesra Buka Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Alor Tahun 2026
Prokompim Setda Alor, Kalabahi 13 Juni 2026 – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Alor, Syafidin I. A. Djawa, SH, didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, Mas Nurdin, ST, mewakili Bupati Alor, Iskandar Lakamau, SH., M.Si., secara resmi membuka kegiatan Konferensi Kerja Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tingkat Kabupaten Alor Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Hotel Pelangi Indah Kalabahi, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus PGRI Kabupaten Alor, para pengurus cabang, kepala sekolah, guru, serta sejumlah pemangku kepentingan sektor pendidikan di Kabupaten Alor. Konferensi kerja ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program organisasi sekaligus merumuskan langkah-langkah dan program kerja dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Alor.
Dalam sambutan mewakili Bupati Asisten Pemerintahan dan Kesra, Syafudij I.A.Djawa, SH menyampaikan permohonan maaf karena Bupati Alor sementara dalam masa pemulihan dan menjalani perawatan. Demikian juga Wakil Bupati Alor, dan Sekretaris Daerah tidak dapat menghadiri kegiatan tersebut karena sedang melaksanakan tugas kedinasan yang tidak dapat ditinggalkan. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Alor menugaskan Asisten Pemerintahan dan Kesra untuk hadir sekaligus menyampaikan sambutan dan membuka kegiatan secara resmi.
Mengawali sambutannya, Syafidin mengajak seluruh peserta untuk memanjatkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kasih dan kemurahan-Nya sehingga seluruh peserta dapat hadir dan mengikuti Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Alor dalam keadaan sehat dan penuh semangat pengabdian.
Pada kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa arah pembangunan Kabupaten Alor di bawah kepemimpinan Bupati Iskandar Lakamau dan Wakil Bupati Rocky Winaryo tertuang dalam konsep pembangunan Gerbang Timur yang dijabarkan melalui lima pilar percepatan pembangunan daerah dan dielaborasi lebih lanjut ke dalam 14 program prioritas pembangunan.
Menurutnya, salah satu fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Prioritas tersebut diwujudkan melalui berbagai program pendidikan yang bermutu, berkualitas, ramah anak, dan mampu menjangkau seluruh anak usia sekolah tanpa terkecuali.
“Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Karena itu, pendidikan harus menjadi perhatian bersama agar seluruh anak-anak Kabupaten Alor memperoleh akses pendidikan yang layak hingga jenjang pendidikan menengah,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Alor juga memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh jajaran Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Alor yang selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan.
Menurut Syafidin, para guru memiliki peran sentral dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas sekaligus menjadi ujung tombak dalam mewujudkan salah satu program prioritas daerah, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Lebih lanjut ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai tanpa perencanaan yang matang dan berbasis data. Setiap program harus disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat serta didukung data yang akurat agar pelaksanaannya tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.
“Perencanaan tanpa data akan menyulitkan kita dalam menentukan arah kebijakan yang tepat. Karena itu setiap program harus dirancang dengan baik, dilaksanakan secara terukur, dan dievaluasi secara berkala,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa evaluasi rutin menjadi bagian penting dalam siklus pembangunan. Melalui evaluasi, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dapat mengidentifikasi capaian, hambatan, serta langkah-langkah perbaikan yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Program-program yang terbukti memberikan manfaat besar bagi masyarakat akan terus dilanjutkan dan diperkuat pada tahun-tahun berikutnya, sementara program yang belum berjalan optimal akan disempurnakan sesuai kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Syafidin juga mengingatkan bahwa tantangan pendidikan di Kabupaten Alor masih cukup besar, terutama bagi anak-anak yang berada di wilayah terpencil dengan keterbatasan akses terhadap layanan pendidikan. Karena itu, diperlukan kerja sama yang kuat antara pemerintah, PGRI, sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk memastikan seluruh anak memperoleh hak pendidikan yang sama.
Mengakhiri sambutannya, ia mengajak seluruh insan pendidikan untuk terus memperkuat kolaborasi, meningkatkan profesionalisme, dan menjaga semangat pengabdian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Dengan kebersamaan, komitmen yang kuat, perencanaan berbasis data, dan evaluasi yang berkelanjutan, saya yakin kualitas pendidikan di Kabupaten Alor akan semakin maju dan mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, serta berdaya saing,” pungkasnya.
Usai penyampaian sambutan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Alor secara resmi membuka Konferensi Kerja PGRI Tingkat Kabupaten Alor Tahun 2026 yang ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan konferensi kerja organisasi profesi guru tersebut.
Penulis : Marthen J. Manilau
Aditor : Marthen J Manilau
Foto : Dokumentasi Prokompim
