
Ketua Umum PGI Ingatkan Pentingnya Menjaga Alam dan Kerukunan di Tengah Krisis Global
Prokompim Setda Alor – KALABAHI, 26 Mei 2026 – Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia, Jacklevyn Frits Manuputty, mengingatkan pentingnya menjaga alam ciptaan Tuhan sekaligus merawat kerukunan umat beragama di tengah berbagai tantangan dan krisis global yang sedang dihadapi dunia saat ini.
Penegasan tersebut disampaikan Pdt. Dr. Jacklevyn Fritz Manuputty, S.Th., M.Th., dalam Seminar Nasional bertema
“Keesaan Tubuh Kristus yang Meresapi Shalom Allah Bersama Seluruh Ciptaan” yang menjadi bagian dari rangkaian Sidang Majelis Pekerja Harian (MPH) dan Perayaan Hari Ulang Tahun ke-76 PGI Tahun 2026 di Kabupaten Kalabahi, Senin (25/5/2026).
Dalam paparannya, Ketua Umum PGI menyoroti berbagai persoalan global seperti krisis iklim, kerusakan lingkungan, konflik sosial, hingga disrupsi dunia yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut seluruh umat beragama untuk menghadirkan kehidupan iman yang nyata melalui kepedulian sosial, tanggung jawab menjaga alam, serta komitmen merawat persaudaraan dan toleransi.
“Damai sejahtera tidak boleh berhenti di dalam dinding gereja. Damai harus membumi dan merengkuh seluruh ciptaan, terutama ketika bumi sedang merintih akibat krisis iklim dan berbagai tantangan global,” ujar Manuputty.
Ia menegaskan bahwa iman sejati bukan hanya diwujudkan dalam simbol maupun ritual keagamaan semata, tetapi harus tercermin melalui tindakan kasih terhadap sesama manusia dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
“Semakin tebal iman seseorang, maka semakin besar pula cintanya kepada sesama manusia, semakin tinggi kepeduliannya terhadap alam, dan semakin kuat komitmennya dalam menjaga kerukunan,” katanya.
Lebih lanjut, Manuputty menilai kerukunan umat beragama menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial dan ketahanan nasional.
“Kerukunan tidak menuntut kita menjadi seragam, tetapi mengajak kita tetap bersatu di tengah perbedaan. Di tengah berbagai tantangan global, kerukunan umat beragama adalah jangkar ketahanan nasional,” tegasnya.
Pelaksanaan HUT ke-76 PGI di Kabupaten Alor juga dinilai menjadi gambaran nyata kehidupan toleransi dan persaudaraan antarumat beragama yang tumbuh dan terpelihara dengan baik di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Rangkaian kegiatan Sidang MPH dan HUT PGI Tahun 2026 berlangsung sejak 21 hingga 25 Mei 2026 dengan berbagai agenda pelayanan, persidangan, seminar nasional, pagelaran budaya, pelayanan ibadah, hingga kegiatan lintas agama dan wisata rohani.
Ketua Panitia Sidang MPH dan HUT ke-76 PGI Tahun 2026, Obeth Bolang, S.Sos. M.A.P mengatakan pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat semangat oikoumene, persaudaraan, dan kebersamaan antarumat beragama.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum pelayanan gereja, tetapi juga memperlihatkan wajah toleransi dan keharmonisan masyarakat Alor kepada peserta dari berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.
Pada puncak kegiatan juga dilaksanakan Pawai Oikoumene yang melibatkan umat Kristen, Katolik, Islam, Hindu, serta berbagai elemen masyarakat lainnya sebagai simbol persatuan dan kebersamaan dalam keberagaman.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi NTT, Fransiskus Kariyanto, S.Ag. M.Si menyampaikan apresiasi atas semangat toleransi dan kerukunan yang ditunjukkan masyarakat Alor selama pelaksanaan kegiatan nasional tersebut.
Menurutnya, kebersamaan yang terbangun selama kegiatan menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama di NTT tetap hidup dan terus terjaga dengan baik.
Dipublikasikan Oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Alor.
Penulis : Marthen J. Manilau
