admin

admin

peitoko

PENCANANGAN BBGRM KE-18 DAN HKG PKK KE-49 TK. KAB. ALOR DILAKSANAKAN DI PEITOKO, KECAMATAN PUREMAN.

Walaupun cukup lelah setelah melewati perjalanan panjang untuk tiba di Peitoko, kecamatan Pureman, peserta tetap diarahkan untuk mengikuti Protokol kesehatan mulai dari tes suhu badan, cuci tangan menggunakan hand sanitizer hingga masker oleh petugas satgas Covid-19 Kecamatan Pureman.

Nampak Wakil Ketua Tim Penggerak PKK, Ny. Duru dan Dandim 1622 Alor sedang menjalani pemeriksaan.

Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat yang dipadukan dengan Peringatan hari kesatuan Gerak PKK ke-49 tahun ini dengan thema “Dengan Gotong Royong Apapun Kita Pasti Bisa, Demi Mewujudkan Alor Kenyang, Alor Sehat, Alor Pintar”, sedangkan untuk HKG ke-49 tahun 2021 mengusung tema “Gerak PKK Indonesia Maju”.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Alor, Muhammad Bere, SH dalam sambutannya mengatakan maksud dari kegiatan ini adalah sebagai moment pembukaan bagi semua komponen bangsa dalam memaknai kedua kegiatan besar ini, dengan tujuan mengingatkan bahwa budaya gotong royong adalah budaya bangsa Indonesia yang melahirkan semangat membangun dan memelihara hasil pembangunan.

Lebih jauh dikatakan walapun di tengah pandemi ini, semangat gotong royong harus tetap dipelihara dan dilaksanakan. Dengan bergotong royong bekerja meningkatkan partisipasi dalam keluarga dan masyarakat untuk menuju Alor Kenyang, Alor Sehat dan Alor Pintar.

Diakhir sambutannya Muhammad Bere, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah atas kepercayaan yang di berikan kepada dirinya untuk mengabdi sebagai ASN dan akan memasuki masa pensiun April tahun 2021mendatang.

Pada kesempatan yang sama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Alor Yulius Mantaon, kembali mengingatkan sejarah terbentuknya Kecamatan Pureman. Ia mengajak semua lapisan masyarakat agar melanjutkan semangat gotong royong yang diwariskan para leluhur, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mengoptimalkan segala potensi yang ada.

Dalam sambutannya ia mengatakan Pemerintah Daerah bersama rakyat masih dalam perjalanan panjang membangun daerah ini semangat gotong royong tidak boleh hilang. Segala pergumulan masyarakat termasuk pengembangan dan peningkatan infrastruktur jalan terus dilaksanakan pembangunannya, baik pelabuhan maupun dermaga yang menghubungkan antar daerah, terutama kantong-kantong produksi yang mendukung perkonomian masyarakat tetap di bangun. Lingkar ABAD menuju Kecamatan Pureman - ABAD Selatan-Lerebaing-Buraga juga tetap dilaksanakan, sehingga mempermudah pelayanan masyrakat.

Ditambahkan pembangunan di Kecamatan Pureman ini, karena masih banyak kebutuhan dan infrastruktur yang belum ada dan menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Untuk itu di tahun 2021 ini, disiapkan anggaran sebesar 1,1 milyar untuk penambahan pembangunan jalan Dimang-Peitoko.

Diakhir sambutannya, Bupati Alor meresmikan Pencangan BBGRM ke-18 yang dipadukan dengan Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-49 tingkat Kabupaten Alor dan penandatanganan Prasasti Bulan Bhakti dan Pembukaan selubung tugu Gema Mandiri,

Serta kunjungan ke pasar masyarakat serta pemantauan pekerjaan padat karya jalan Peitoko-Managomu, Irekena-Taruamang.

Dan dari hasil kesepakatan bersama para Camat, ditetapkan Buraga (Kecamatan Abad Selatan) sebagai lokasi Pencangan BBGRM dan HKG PKK tahun 2022.

Kegiatan ini selain dihadiri oleh Bupati Alor dan Wakil Ketua DPRD, juga hadir Dandim 1622 Alor, Kapolres Alor, Ketua dan Wakil Ketua Tim penggerak PKK, Ketua Persit Candra Kirana Kab. Alor serta para Camat bersama Kepala Desa se-Kab Alor serta undangan lainnya. (Bns)

pureman tertua

KECAMATAN PUREMAN TERTUA DAN TETAP OPTIMALKAN POTENSI YANG ADA

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Alor pada pembukaan Pencanangan BBGRM ke 18 dan Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK Tingkat Kabupaten Alor mengatakan, ibukota Kecamatan Pureman dari literatur yang dibaca itu sudah terlalu lama, mungkin tertua di Kabupaten Alor atau di Nusa Tenggara Timur.

Lebih lanjut dikatakan diawal pemekaran Kecamatan, selaku Ketua Panitia Sosialisasi Pemekaran Kecamatan ada dua nama yang diusulkan yaitu Alor Timur Selatan dan Pureman, namun menurutnya itu penyiksaan mata angin sehingga lebih baik jika menggunakan nama Pureman. Sebab memiliki sejarah yang panjang.

Lebih jauh Mantaon menjelaskan, jika dihitung-hitung ada sekitar lima ratus tahun lebih sejak Pigafeta (seorang investor dari Perancis) menginjakkan kaki di Pureman, kemudian melanjutkan perjalanan ke Ambenu di Timor Leste lalu meninggal di Lifaul. Sehingga jelas Pureman ini sangat bersejarah tandasnya.

Menurut penuturan Yulius Mantaon, ini sangat bersejarah dan sangat bermakna bagi Kabupaten Alor, jadi tidak heran dua orang kakak beradik yang memimpin Alor berasal dari Pureman (Djobo bersaudara). Orang Inggris bilang sejarah akan berulang, sehingga patutlah kita berterimah kasih kepada para leluhur yang telah menghadirkan dua pemimpin Alor dari negeri ini.

Pada pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong ini, Mantaon mengajak untuk menyatukan semangat agar menjadikan keunggulan dan potensi yang ada di semua wilayah di Kabupaten Alor, begtu juga di Pureman sebagai sumber kekayaan salah satunya melalui sejarah, yang bisa dikemas dalam bentuk cerita yang mampu menarik minat para wisatawan untuk datang berkunjung,

Kita harus lepas dari ketertinggalan, ada perahu-perahu yang tidak terpakai bisa dikemas untuk menjadi tempat wisata yang indah dan menjadikan sebagai sumber pendapatan, jalan puncak Dimang juga merupakan sumber pendapatan dengan menjadikannya sebagai objek wisata.

Kepada masyarakat setempat ia lebih dalam menjelaskan, langkah-langkah yang diambil untuk membuat nama Pureman makin dikenal dalam sejarah dunia, oleh karena itu semua obyek-obyek penting yang bisa dijadikan sumber pendapatan masyarakat perlu dijaga dan dikembangkan secara baik.

Untuk itu ia mengharapkan pemuda-pemuda Pureman harus banyak belajar sejarah, lalu mengembangkan secara baik agar Kecamatan Pureman akan terus dikenal, yang diawali dari catatan lima ratus bahkan enam ratus tahun. Dijelaskan ini sesuatu yang tidak boleh dianggap sepele dan pasti akan menarik perhatian dunia. Kedepannya juga pembukaan jalur tranportasi terus dilanjutkan, seperti jalan Dimang.

Mengakhiri sambutannya, ia mengharapkan kepada Camat Pureman, para Kepala Desa dan masyarakat Pureman agar menjaga nama Pureman dengan segala potensi dan kelestarian alam yang ada. (Bns)

jalan dimang

JALAN DIMANG – PEITOKO DITARGETKAN RAMPUNG TAHUN 2023

Tahun 2023 mendatang menurut Bupati Alor, Drs. Amon Djobo, ditargetkan pembangunan rabat jalan Dimang – Peitoko bisa tersambung.

Hal ini disampaikan Djobo saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke – 18 dan Peringatan hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke- 49, Rabu (24/3/2021) di Peitoko, Kecamatan Pureman, Kabupaten Alor, NTT.

“Jalan ini, Dimang – Peitoko tahun ini Rp 1,1 M (Miliar) saya kasi. Mudah – mudahan tahun depan di masa saya terakhir dengan Bapak Wakil Bupati kita harapkan jalan ini bisa masuk” demikian ungkap Djobo.

Menurut Djobo walaupun Pureman adalah kampung halamannya sendiri bukan berarti akan dianakemaskan.

“Jangan berpikir karena dia sudah masuk pada usia yang ketujuh di periode kedua masuk tahun yang ketujuh dia pimpin Alor jangan sampai dia punya (kampung) itu kita bisa pake kursi roda pigi (pergi) di kampung” tuturnya.

Saat ini menurut Djobo terdapat 18 kecamatan di Alor yang membutuhkan perhatian Pemerintah. Untuk itu dirinya menghimbau kepada masyarakat Pureman untuk tidak putus asa walaupun persoalan jalan masih menjadi tantangan terbesar di Pureman saat ini.

“Karena Alor sekarang bukan 17 kecamatan lagi tetapi sekarang dia sudah menjadi 18 kecamatan. Kebutuhan – kebutuhan masyarakat sangat besar diperhadapkan dengan dana yang sangat kecil, tetapi bukan soal dana. Daya kita, semangat kita, spirit kita, tidak boleh pudar menghadapi tantangan – tantangan itu”. (tim Kominfo)

kejayaan pureman

DJOBO AJAK MASYARAKAT KEMBALIKAN KEJAYAAN PUREMAN

Dalam sambutannya pada kegiatan Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke – 18 dan Peringatan hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke- 49, Rabu (24/3/2021) di Peitoko, Kecamatan Pureman, Kabupaten Alor, NTT, Bupati Alor, Drs. Amon Djobo mengajak masyarakat Pureman untuk mengembalikan kejayaan Pureman dalam bidang pertanian di masa lalu.

“Ibu kota kecamatan ini juga mencatat sejarah kenyang, sehat pintar, orang Pureman paling pertama. Orang Pureman ini yang pernah kapal datang sini dan muat jagung biji sampai kapal tenggelam di sini, di masa Bapak Ben Boy jadi Gubernur. Itu jagung biji itu orang kasi masuk di kandang – kandang, taruh – taruh di sini sampai di pasar sana, berapa puluh ribu ton itu. Di NTT baru pertama kali terjadi di kampong ini” demikian ungkap Djobo.

Jika saat ini hasil pertanian jagung sudah tidak ada ataupun hasilnya tidak seperti dulu, menurut Djobo berarti saat ini Pureman tidak lagi berjaya.

Untuk itu di momentum bulan gotong royong ini, Djobo mendorong masyarakat agar masyarakat Pureman bekerja keras membangun ketahanan pangan dan kembali membangkitkan kejayaan Pureman di masa lalu. (tim Kominfo).

pamsimas

PAMSIMAS BANGUN AIR MINUM DI 19 DESA

Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahun 2021 ini rencananya akan membangun fasilitas air minum di 19 desa, yang bersumber dari dana APBN sebanyak 16 desa dan ABPD sebanyak 3 desa.

Adapun ke 19 Desa tersebut antara yakni di Kecamatan Pantar Tengah ada Desa Bagang, di Kecamatan Alor Barat Daya ada Desa Wolwal Tengah, Desa Wolwal Selatan, Desa Probur, Desa Probur Utara, Desa Halerman dan Desa Kefelulang. Di Kecamatan Alor Tengah Utara ada Desa Tominuku dan Desa Dapitau. Kecamatan Pureman ada Desa Kailesa, Kecamatan Pantar Timur ada desa Ombay, Kecamatan Alor Barat Laut ada Desa Alor Besar, Kecamatan Mataru ada Desa Taman Mataru, Kecamatan Lembur ada Desa Lembur Timur, Kecamatan Alor Selatan ada Desa Kelaisi Barat, Kecamatan Alor Timur ada desa Maukuru, dan Kecamatan Pulau Pura ada Desa Pura Barat.

Koordinator Distrik Pamsimas Kabupaten Alor, Desi Eka Diliyanti, ST, saat diwawancara oleh tim Buletin Gemma Mandiri usai pelaksanaan kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Program Pamsimas Desa APPBN Tahun Anggaran 2021 tingkat Kabupaten Alor, Rabu (17/3/2021) di Aula Kantor Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Alor, mengatakan bahwa untuk tahap pertama ini pembangunan akan dipusatkan di lima desa, yakni Dua Desa Hibah Insentif Desa (HID) yaitu Desa Bagang Kecamatan Pantar Tengah dan Desa Wolwal Tengah Kecamatan Alor Barat Daya, serta tiga desa Hibah Khusus Pamsimas (HKP) yakni Desa Tominuku Kecamatan Alor Tengah Utara, Desa Kafelulang dan Desa Probur di Kecamatan Alor Barat Daya.

Menurut Diliyanti, jumlah anggaran yang diterima oleh masing – masing desa dari Pemerintah untuk menyelesaikan program ini sebesar Rp 245 Juta per desa. Selain dana tersebut ada sejumlah dana lain yang bersumber dari Pemerintah Desa maupun swadaya masyarakat sehingga keseluruhan dana yang terkumpul nantinya adalah Rp 350 juta.

Disampaikan juga oleh Diliyanti bahwa target penyelesaian program ini sampai dengan bulan juli 2021.

“Pelaksanaan ini kita menargetkan akan selesai sampai dengan bulan Juli 2021”.

Merespon hal ini, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Alor, Dominikus N. Salmau, ST, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat.

“Pemerintah Kabupaten Alor menyambut baik dan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Balai Prasarana Permukiman NTT yang sudah mengalokasikan dana untuk membiayai 16 desa program Pamsimas di Kabupaten Alor” ungkap Salmau. (Seka)

djobo geram

DJOBO GERAM BANYAK PROGRAM DESA YANG MANGKRAK

Bupati Alor, Drs. Amon Djobo terlihat geram melihat banyaknya program pembangunan di desa yang mangkrak.

Saat menyampaikan arahan dalam kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Program Pamsimas Desa APPBN Tahun Anggaran 2021 tingkat Kabupaten Alor, Rabu (17/3/2021) di Aula Kantor Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Alor, Bupati Djobo meminta para kepala Desa agar tidak menggampangkan setiap tanggungjawab yang diemban.

“Jangan menggampangkan hal – hal yang menjadi kewenangan saudara, tapi tidak bisa mengoptimalkan kebutuhan manusia lewat jabatan yang saudara pangku” tegas Djobo.

Menurutnya setiap program baik pusat maupun daerah yang turun di desa bermanfaat bagi masyarakat dan bukan bagi pejabat, untuk itu harusnya Kepala Desa mengerjakannya dengan penuh tanggungjawab.

“Dia tidak tahu bahwa manfaat dari MCK, manfaat dari air, yang disebut dengan Pamsimas, manfaat dari jalan ini, manfaat dari PLTS ini, ini bukan untuk Bupati, bukan untuk Gubernur, untuk Presiden, bukan untuk teman – teman di Balai, bukan itu. Bukan juga untuk teman – teman pendamping ini, bukan. Untuk masyarakat dimana saudara dipilih menjadi pemimpin” lanjut Djobo.

Kepada para kepala Desa yang tahun ini mendapat bantuan air minum dari Pamsimas, Bupati Djobo menegaskan agar mereka harus dapat menyelesaikan program ini sebab masyarakat sangat membutuhkan program seperti ini. (Seka)

Page 7 of 13