admin

admin

RAPAT KOORDINASI MELALUI VIDEO CONFERENCE BERSAMA MENKOPOLHUKAM, MENDAGRI, MENKEU, MENSOS, DAN MENDES PDTT DENGAN GUBERNUR DAN BUPATI/WALIKOTA SE-INDONESIA DALAM RANGKA PENCEGAHAN PENYEBARAN DAN PERCEPATAN PENANGANAN COVID-19

MCA, Kamis (09/04/2020) Video Conference yang dilakukan bertempat di Rumah Jabatan Bupati Alor pukul 14.00 WITA. Dalam sambutannya Menkopolhukam menyampaikan beberapa catatan untuk Kebijakan Social Safety Net dan Kerawanan yang mungkin terjadi diantaranya :

Pertama yaitu Kebijakan untuk Perlindungan Sosial dengan rincian implementasi penerima Program Keluarga Harapan, Penerima Kartu Sembako, Penerima kartu Prakerjaa, Insenstif Cicilan KPR untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah, dan Diskon Tarif Listrik Bersubsidi.

Kedua yaitu Kebijakan untuk Pembiayaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional dengan rincian implementasi Restrukturisasi Kredit, serta Penjaminan dan Pembiayaan Dunia Usaha khususnya untuk UMKM.

Ketiga yaitu Kebijakan untuk Belanja Negara Bidang Kesehatan dengan rincian implementasi Pembelian alat Kesehatan, Perlindungan Tenaga Kesehatan, Peningkatan Kapasitas Rumah Sakit rujukan. Keempat yaitu untuk Insentif Perpajakan dan Stimulus KUR (Kredit Usaha Rakyat).

Dalam Rakor ini Menteri Keuangan Sri Mulyani juga menyampaikan bahwa fokus dari Kepala-kepala Daerah saat ini adalah bagaimana harus mengelola APBDnya dalam situasi yang berubah drastis seperti ini, dan ini yang kami Kemenkeu bersama Kemendagri akan segera mengeluarkan Surat Edaran baru dalam rangka untuk memberikan arahan mengenai perubahan APBD.

Mungkin untuk memberikan gambaran awal terlebih dahulu bahwa APBD di daerah sekarang ini akan menghadapi beberapa perubahan akibat Covid-19 ini. Yang pertama transfer ke Daerah yang biasanya dari kami pusat dalam bentuk DAU, DBH, DAK fisik maupun non fisik, DID, dan Dana Desa akan mengalami perubahan. Contohnya seperti DAU yang dihitung dari pendapatan dalam negeri Netto, pendapatan kita sekarang dalam negeri Netto dengan adanya Covid-19 ini banyak bisnis yang tutup dan menurun, harga minyak turun sangat drastis, harga batubara turun, ekspor kita menurun, jadi yang kami transfer ke daerah pun akan mengalami penurunan.

Kami sedang menghitung secara hati-hati dan semaksimal mungkin agar Bapak/ibu Kepala Daerah tidak mengalami shock yang besar. Kami akan menyampaikan secara detail didalam Surat Edaran. Kedua yaitu Ekonomi di Daerah pun akan mengalami penurunan seperti diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tempat-tempat rekreasi dan tujuan Pariwisata ditutup pasti akan menurunkan ekonomi didaerahnya masing-masing sehingga PAD di daerah pun juga turun. Jadi Pemerintah di Daerah akan menghadapi dua shock dari sisi penerimaan yaitu transfer ke daerah mungkin akan turun dan PAD yang biasa diperoleh sendiri pun akan turun.

Hal ini tolong betul-betul dipahami, oleh karena itu Intruksi dari Bapak Presiden kepada Kemenkeu dan Kemendagri bahwa dari sisi belanja harus mengalami perubahan karena kalau tidak maka Pemerintah Daerah akan mengalami bolong yang besar sekali. Padahal situasi hari ini Pemerintah Pusat dan Daerah sama-sama berfokus untuk menolong rakyat, menjaga keselamatan rakyat, menjaga para tenaga medis, mempersiapkan rumah sakit. Bidang Kesehatan menjadi prioritas nomor satu termasuk APD, Rapid Test, dll. Jadi anggaran apapun yang ada di Daerah atau Pusat harus diprioritaskan untuk Bidang Kesehatan terlebih utama.

Akan tetapi Pemerintah Pusat sendiri tidak mungkin cukup jadi diharapkan Pemerintah Daerah juga harus melakukan alokasi anggaran jangan menunggu dari Pusat duluan karena Bapak/Ibu sekalian kepala-kepala daerah yang lebih tahu rakyatnya sekarang. Jadi diharapkan dari sisi belanja APBD harus dilakukan perubahan secara radikal.

Dalam Rapat Koordinasi ini Mendagri juga menyampaikan bahwa Forum ini sangat penting sekali untuk menyamakan persepsi antara Pemerintah Pusat dan Daerah terutama berkaitan dengan Implementasi Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) serta Beliau menyampaikan pesan dari Bapak Presiden kepada Kepala-kepala Daerah dan juga bapak Kapolri untuk tetap menjaga kelancaran arus distribusi karena ada beberapa daerah yang melakukan penutupan jalan, dan ini membuat distribusi terutama alat dan barang Kesehatan serta bahan pangan ini menjadi terganggu dan mohon kiranya perhatian dari rekan-rekan Kepala Daerah karena akan dapat mengganggu rantai pasokan, rantai suplai untuk daerah-daerah lain.

Cukup Kompleks masalah ini, dan kembali lagi kepada leadership tiap-tiap kepala daerah untuk berinovasi seperti membuat APD sendiri seperti masker, handsanitizer, tempat cuci tangan sendiri, dll. Kita melihat bahwa Krisis Kesehatan ini sudah berimbas pada Krisis Ekonomi, tapi kita berharap bahwa jangan sampai berlanjut hingga menjadi Krisis Sosial yang akhirnya dapat menyebabkan Krisis Keamanan di negeri ini. Terimakasih. Tuhan Memberkati.

VIDEO CONFERENCE PENYAMPAIAN ARAHAN MENDAGRI, KETUA KPK RI, KETUA BPK RI, KEPALA BPKP RI, DAN KEPALA LKPP KEPADA SEKDA PROVINSI DAN BUPATI/WALIKOTA SE-INDONESIA DALAM RANGKA MENJAMIN AKUNTABILITAS PELAKSANAAN ANGGARAN DAN PENGADAAN BARANG JASA DI DAERAH DALAM PENCEGAHAN PENYEBARAN DAN PERCEPATAN PENANGANAN COVID-19

MCA, Kalabahi (08/04/2020) Video Conference yang dilakukan bertempat di Rumah Jabatan Bupati Alor pagi ini Pukul 09.00 WITA.

Dalam sambutannya Mendagri menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini pandemi Covid-19 sudah terpapar di 203 negara di dunia, krisis yang terjadi bukanlah krisis biasa tetapi merupakan krisis luar biasa. Krisis pandemi kali ini merupakan krisis terluas didunia bahkan merupakan krisis terluas di Indonesia sendiri hampir semua provinsi terkena dampaknya. Kita harus selalu siap dan bisa mengantisipasi karena kita sedang diperhadapkan dalam menghadapi persoalan Kesehatan yang berkaitan dengan ekonomi yang terjadi di seluruh negara baik pusat maupun daerah. Kita memiliki dilema antara Kesehatan Publik dan juga stabilitas Ekonomi.

Ketika ekonomi jatuh maka kekuatan dalam mengatasi krisis jangka Panjang akan terguncang, Ketika kita mementingkan ekonomi maka kepentingan Kesehatan akan terabaikan. Maka dari itu kita sekarang mengutamakan kepentingan Kesehatan publik tetapi dengan menjaga stabilitas ekonomi agar tidak jatuh terlalu dalam.

Covid-19 ini menyebabkan krisis Kesehatan dan juga krisis ekonomi global. Kita tentunya merasakan dampak ekonomi kita merosot secara drastis karena mengalami pukulan yang sangat keras, seperti sektor pariwisata di daerah-daerah harus ditutup, industri manufaktur, UMKM dan mikro semuanya terpengaruh. Kita melihat kemampuan negara dan daerah bagaimana pengeluaran lebih kecil daripada pendapatan. Sebaliknya kita perlu mencegah defisit terjadi, karena pengeluaran saat ini sangat banyak terutama pada bantuan-bantuan

Kesehatan dan semua negara sedang menghadapi itu tentunya biayanya sangat amat besar. Berkurangnya pendapatan pusat makan akan sangat berpengaruh pada Daerah. Oleh karena itu Pemerintah mengeluarkan sejumlah aturan untuk perubahan APBN, kemudian APBD juga pasti akan mengalami tekanan dari pusat. Segala sesuatu yang berhubungan dengan Kesehatan publik baik dalam rangka sosialisasi, pencegahan, pembentukan gugus tugas, melakukan mitigasi dengan rapid test dll, pencegahan menggunakan masker, handsanitizer, termasuk peningkatan kapasitas perawatan, pengadaan rumah sakit, tenaga medis, sarana prasarana lain termasuk obat-obatan. Ini semua kita harus bekerja sama antara pusat dan daerah harus sinergi, karena ini adalah perang kita melawan Covid-19.

Perang terhadap sesuatu lawan yang tidak bisa kita lihat (virus) dan tidak mengenal apa targetnya mau kaya, miskin, pejabat, bawahan, polisi, tentara, siapapun juga dapat terkena virus ini, maka penguatan Kesehatan menjadi penting. Kita harus menyiapkan jaring pengamanan sosial karena banyak masyarakat yang terpukul terutama yang kurang mampu. Kalau mereka tidak ditangani atau dibantu oleh pemerintah maupun non-pemerintah maka krisis Kesehatan akan bisa berubah menjadi krisis ekonomi, dan akan berubah menjadi krisis sosial yang berdampak pada krisis keamanan atau gangguan keamanan, seperti terjadi di beberapa negara di italia, bahkan di Amerika Serikat dan India supermaket diserbu, dll.

Untuk itu dunia industi tetap kita dorong tapi tetap memperhatikan prinsip dan protokol Kesehatan seperti social distancing, masker, handsanitizer, desinfektan, dll. Dunia usaha seperti UMKM dan mikro juga harus dibantu agar mereka tetap survive dan tidak menjadi beban, kalau tidak nantinya masyarakat lebih takut kepada lapar daripada takut terhadap Covid-19. Oleh karena itu saya mengeluarkan instruksi mendagri No.1 Tahun 2020 kepada pihak daerah untuk segera melakukan realokasi anggaran sesuai dengan prinsip-prinsip tadi selambatnya pada hari jumat yang akan datang dan bisa dilaporkan melalu hotline dengan dirjen keuangan daerah.

Ketua DPRD Kabupaten Alor, Enny Anggrek SH selaku wakil rakyat selalu siap turun tengah masyarakat dalam memberikan pelayanan. Hal itu disampaikannya terkait penjemputan Hamid di Bandara di Mali dan kehadirannya juga sesuai Protap dari Satgas Covid. dan hanya didampingi Kapolres Alor dengan menjaga Social Distanting dengan tidak melibatkan kehadiran massa di Bandara./insert

Ia menyampaikan begitu tiba bandara Protap Pencegahan di lakukan oleh Kapolres Alor. mulai dari mandi dibandara sampai mengganti pakaian. Sesudah diantar ke rumahnya di Bota Kecamatan ABAL. Sesampai disana massa sudah membludak sampai membongkar rumah Hamid.

Melihat kejadian itu secara spontan dan dengan jiwa pengabdian selaku Ketua DPRD Kabupaten Alor langsung melakukan sosialisasi dan melarang massa berkumpul dan membubarkan diri.

Ia mengatakan virus covid ini sangat mematikan hamya karena untuk.melakukan pengabdian dan menjalankan amanah rakyat .kalo pun tidak ia juga lebih memilih berdiam dirumah.

//

Penjelasan ini disampaikan pagi ini senin 6 april 2020.

KALABAHI, Bupati Alor, Drs. Amon Djobo pada hari pertama masuk kerja, setelah Work from Home (Kerja dari Rumah), Rabu (1/4) pagi kembali menggelar Rapat Forkopimda Alor bersama instansi terkait vertikal dan horisontal serta Pimpinan Satuan Gugus Penanganan Covid-19 membahas Pengawasan Melekat Pergerakan Pelaku Perjalanan dan Persiapan memasuki Bulan Suci Ramadhan 1441 Hijriah di Kabupaten Alor.

Hadir dalam pertemuan penting tersebut di antaranya: Wakil Bupati Alor, Imran Duru, S.Pd, M.Pd, Pj. Sekda, Yustus Dopong Abora, SP, Dandim 1622, Kapolres Alor, Kajari Kalabahi, Ketua Pengadilan Agama Alor, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Asisten Adminustrasi Pembangunan Setda Alor, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Kalabahi, Kepala Bandara Mali, PELNI, PELINDO, ASDP, Bulog, PLN, PERTAMINA, dan APINDO ALOR.

Bupati Amon Djobo menegaskan, bahwa pengawasan di jalur lintas udara dan darat harus diperketat, di mana setiap petugas di Bandar Udara dan Pelabuhan Laut melaksanakan tugas pengawasan pelaku perjalanan sesuai standar operasional yang berlaku pada setiap unit kerja dengan fungsinya masing-masing dengan kewaspadaan yang tinggi terhadap penyebaran Virus Corona atau Covid-19.

Peningkatan kewaspadaan diri dengan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) juga diminta Bupati Djobo.

"Teman-teman, saya minta kita hadir ini tentu memiliki niat baik untuk bekerja dan kita bisa. Karena kita sudah bekerja, sehingga kita optimis apa yang sudah kita lakukan telah berjalan sesuai jalurnya," terang Bupati Dua Periode ini.

Bupati Djobo juga mengurai hal-hal teknis di lapangan, seperti: menyiapkan tempat cuci tangan di tempat-tempat umum, memakai masker standar, jaga jarak dan di pelabuhan keluar masuk orang diteliti betul asal muasal orang dan bila ada tanda-tanda mencurigakan dari sisi fisik maupun test suhu badan agar cepat dikoordinasikan dengan Pihak Kesehatan.

Untuk itu, Bupati Djobo meminta bantuan Pihak Keamanan dan Satpol PP agar perketat pengawasan di lapangan dan selalu melakukan patroli dan membubarkan keramaian orang.

Orang Nomor 1 di Alor ini juga sedikit menyesali warga masyarakat yang masih belum patuh dengan larangan pemerintah yang berlaku secara nasional ini, sehingga dirinya sangat mengharapkan agar masyarakat tetap tinggal dan menunda hubungan-hubungan sosial hingga virus berbahaya ini meredah.

Demikian juga dirinya meminta masyarakat untuk membatasi diri dengan para pejabat publik dengan tetap menjaga diri dan tinggal di rumah bersama keluarga hingga keadaan membaik.

Hal tersebut bukan dimaksud, para pejabat publik menghindar dan tidak merakyat atau tidak mau peduli tapi semata-mata sedikit menjaga jarak sampai keadaan normal kembali.

Bulan Suci Ramadhan Harus Lancar

Dalam menghadapi bulan suci ramadhan yang dimulai pada sekira 24 April hingga Idul Fitri 25 Mei 2020 mendatang, Bupati Djobo meminta semua komponen terkait untuk memperlancar ibadah umat Islam tersebut.

"Memasuki bulan suci ramadhan, saya berharap stock sembilan bahan pokok tidak boleh kurang. Paling kurang selama kurang lebih empat sampai enam bulan ke depan tersedia," tegas Djobo, kepada Perwakilan Badan Urusan Ligistik (Bulog) yang hadir, sembari menambahkan, bahwa untungnya ketika Virus Corona mewabah para petani sudah memasuki musim panen. Seandainya belum atau pada masa tanam bulan Juni atau Juli, maka bisa krisis pangan.

Demikian juga Bupati yang memimpin Alor hingga memperoleh Harmony Award ini, menegaskan kepada pihak PDAM agar ketersediaan air bersih tetap terjaga terutama bagi kaum muslimin dan muslimah yang melaksanakan ibadah lima waktu yang sangat membutuhkan air wuduh untuk bersembahyang.

"Ini semua harus direncanakan dengan baik," perintah Bupati Djobo, sekaligus meminta Asisten Pembangunan untuk berkoordinasi.

Tak luput pula, Pihak PLN disoroti agar listrik dapat menyala selama memasuki masa puasa, terutama pada hari raya, yang juga bila sampai dibagi pemadaman bergilir, maka diperhatikan kalangan umat beragama yang membutuhkan saat itu, baik muslim maupun kristen.

Unruk itu, mantan Asisten III Setda Alor ini meminta semua pihak untuk saling bekerja sama, baik menghadapi bulan suci ramadhan dan Paskah pada 10 hingga 12 April 2020 maupun Virus Corona yang sedang dihadapi bersama.

Kadis Muas: Stock Sembako Aman Terkendali.

Kepala Dinas Perdagangan, Abdul Muas Kammis mengatakan dalam rapat pimpinan daerah bahwa: hingga 6 bulan ke depan, stock sembako di Kabupaten Alor akan aman terkendali.

Ketersediaan beras, misalnya menurut Kammis ada 1,895 ton yang cukup untuk kebutuhan Alor jangka waktu 6 bulan ke depan dan untuk stock gula, yang sedikit diresahkan masyarakat, menurut orang nomor 1 di Dinas Perdagangan ini, bahwa: hingga kemarin (31/3) terdata 1,10 ton, yang menurutnya menurun karena kebutuhan daerah 250 ton, namun masyarakat tidak perlu risau karena 25 ton akan segera masuk dan secara langsung akan didistribusikan ke-17 kecamatan dan dijual secara eceran kepada masyarakat dengan pertimbangan jumlah kebutuhan per Rumah Tangga.

Pula bersama stock sembako yang lain melalui Operasi Pasar.

Untuk itu, Pihaknya akan berkoordinasi dengan Pihak Keamanan dalam pelaksanaannya.

Bupati Djobo setelah mendengar semua penjelasan dari peserta yang hadir meminta agar tetap menjaga kondisi madyarakat yang ada dengan pengawasan dan tindakan yang tegas, bila ada pihak-pihak yang berlaku curang atau memanfaatkan kesempatan yang ada untuk memperkaya diri di saat musibah menimpa rakyat yang tak berdaya.

Tidak Ada Tutup Toko dan Kios

Bupati Djobo juga mengklarifikasi informasi dari masyarakat melalui SMS yang beredar di masyarakat sampai di pelosok kecamatan dan desa, bahwa usaha toko dan kios ditutup sementara selama masa Pandemi Covid-19.

Menurut Bupati yang dipilih rakyat secara langsung ini, bahwa hal tersebut tidak benar.

Untuk hal tersebut, Bupati Djobo meminta agar setiap pengusaha tetap menjalankan bisnisnya tapi juga patuh dengan protokol yang ditetapkan dengan menyediakan tempat cuci tangan dan juga menghindari kumpulan orang.

Demikian juga untuk jasa kuliner dan warung-warung makan untuk membatasi jam makan hingga pukul 10.0. malam dan dianjurkan agar tidak boleh makan ditempa tetapi dengan pesanan bungkus makanan untuk dibawa pulang. (Gabby L. Tang/ Bgn Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Alor).

CEGAH COVID 19 KSOP KALABAHI LAKUKAN PEMANTAUN PENUMPANG

CEGAH COVID 19 .KSOP KALABAHI.MELAKSANAKAN AKTIFITAS PEMBATASAN DAN PEMANTUAN ARUS PENUMPANG BEGITU JUGA KAPAL ASING YANG MASUK.HAL ITU DISAMPAIKAN DIRUANG KERJANYA RABU 1 APRIL 2020.
DIKATAKAN HAL INI TELAH DILAKUKAN PADA SEJAK BULAN PEBRUARI KEMARIN KEPADA KAPAL CROOS.KAPAL ASING YANG DITOLAK BERLABUB DIKALABAHI.DAN UNTUK SELANJUTNYA. TERUS DILAKUKAN PEMBATASAN PENGANTAR DAN PENYEMPROTAN DISINFEKTAN KEPADA PENUMPANG ANTAR PULAU
HAL SENADA JUGA DISAMPAIKAN OLEH PELAKSANA TATA USAHA SYAMSUDIN KAU.JUGA MENJELASKAN SEBELUMNYA TELAH RAPAT BERSAMA INSTANSI TEEKAIT DI PELABHAUN KAPAL CORAL 1 MARET DIBATALKAN
DISERTAI DENGAN PENYEMPROTAN TERHADAP KAPAL LOKAL DAN NON LOKALDAN PEMERIKSAAN SUHU TUBUH.SEMENTARA TERKAIT KAPAL ASING ANTISIPASI HARI MINGGU TURUN KELAPANGAN SEGRA MEMERINTAHKAN MENINGKALKAN PERAIRAN LAUT LIKWATANG DAN PADA PUKUL 10.30 SUDAH BERANGKAT.
SEMENTARA ITU DANPOS TNI AL DASRI SINARJO JUGA MENGATAKAN TERHITUNG HARI INI 1 APRIL 2020. PADA PUKUL 11 AKAN DILAKUKAN PENYEMPROTAN DISINFEKTAN PADA KAPAL KAPAL PENUMPANG ANTAR PULAU YANG UNTUK SEMENTARA DIAWALI DARI PELABUHAN DULIONONG KALABAHI DAN JUGA TERHADAP KAPAL SABUK NUSANTARA SATU KOSONG SATU. YANG TIBA DARI BARANUSA DAN AKAN MENUJU KE MARITAING SELANJUTNYA KE KUPANG .PENYEMPROTAN INI KERJA SAMA DANPOS TNI AKAN LUAT.ASOP. DAN PELINDO.(BNS-Kominfo).

Gubernur NTT: "Kita Bersyukur NTT Masih Negatif Virus Corona."

(JD) KALABAHI, -- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dalam Teleconference kepada Wali Kota Kupang bersama Bapak dan Ibu Bupati se-NTT menyatakan rasa syukur kepada Tuhan dan berbagai upaya yang telah dilaksanakan pemerintah bersama seluruh masyarakat, sehingga status di Bumi Flobamora ini masih Negatif Corona atau belum terinfeksi Covid-19.
"Kita bersyukur hingga kini NTT masih Negatif Corona," tegas Gubernur NTT, VBL, saat Teleconference yang disiar-lanjut oleh Lppl Radio Alor via akun Face Book, dari Kokor Rumah Jabatan Bupati Alor, Selasa (31/3) pagi.

Lebih lanjut, dalam Teleconference yang difasilitasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika NTT bekerja sama dengan Dinas Infokom Kabupaten Alor tersebut, VBL menandaskan, bahwa Pihak Pemerintah tidak tinggal diam dalam mengatasi persoalan penyakit yang sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup masyarakat NTT di seluruh penjuru.

Untuk itu dengan terus membangun koordinasi dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota diminta agar merencanakan Penanganan Penyebaran Covid-19 hingga enam (6) bulan ke depan, termasuk perencanaan anggaran yang riil di Bidang Kesehatan dan Bidang Terkait demi penanganan lebih intens.

Setelah mendengar beberapa upaya yang telah dilaksanakan oleh Wali Kota Kupang dan beberapa kabupaten yang masuk dalam zona serius penanganan Covid-19, antara lain: Kabupaten Belu, TTU, Manggarai Barat dan Kabupaten Sikka, Gubernur VBL juga memberikan kesempatan kepada Danrem Wirasakti Kupang dan Kapolda NTT untuk memberikan himbauan kepada masyarakat, yang pada intinya sama dengan protokol kesehatan yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia maupun anjuran World Health Organisation (WHO) di antaranya: stay at home (menetap di rumah), work from home (bekerja dari rumah), social and psysical distancings (jaga jarak berkumpul dan jarak fisik).

Kedua Petinggi tersebut juga menghimbau seluruh komponen masyarakat agar menjaga potensi-potensi kerawanan yang bisa terjadi dari sisi ekonomi, sosial, maupun psikologis melalui pemberitaan yang membuat masyarakat panik, shock dan gejala penyakit lain muncul.

Selain itu, menjaga kebersihan diri dan rajin mencuci tangan. Demikian juga dengan upaya-upaya melindungi diri sendiri dan orang lain seperti petugas kesehatan, karantina dan petugas Bandara maupun Pelabuhan Laut.

Kepada Pihak Masyarakat, Para Anggota Forkopimda NTT, yang juga Satuan Gugus Provinsi itu meminta agar setiap orang tidak main-main atau menganggap enteng dengan Covid-19 dan diharapkan patuh pada kebijakan dan aturan yang ditetapkan, sehingga daerah NTT yang tercinta ini dapat pulih secepatnya.

Bupati Djobo: "Kita Masih Aman Terkendali."

Sementara itu, Bupati Alor, Drs. Amon Djobo yang sudah antri menunggu giliran diteleconference oleh Orang No. 1 NTT itu tidak mendapatkan giliran karena waktu yang disiapkan terbatas dan dianggap daerah yang masih bisa diatasi.

Hal ini disampaikan Bupati Djobo usai Rapat Terbatas mendengar tiap laporan Kepala Daerah, yang dihadiri pula oleh Ketua DPRD Alor, Dandim 1622 Alor, Kapolres Alor, Pj. Sekda Alor, Kadis Kesehatan dan Direktur RSUD Kalabahi serta para wartawan media cetak plus On Line Alor.
"Kita masih masuk daerah aman Om Wartawan. Dari dua orang yang PDP telah pulih dan dikembalikan. Jadi PDP kosong.
Sementara enam Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan 101 orang merupakan Para Pelaku Perjalalan dari daerah-daerah yang terjangkit, tetapi mereka bukan terjangkit. Hanya baru datang jadi diawasi sebagaimana aturan kesehatan yang berlaku umum," ungkap Bupati Djobo, seraya meminta wartawan agar hal-hal teknis dikomunikasikan dengan Pihak Satgas yang telah dibentuk.

Pemerintah Daerah juga akan bersama-sama Pihak DPRD Alor melihat kembali Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Alor dan Dana Desa, sebagaimana aturan yang diturunkan dari tingkat pusat.

Bupati Djobo juga mengakui bahwa Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 berjalan dengan baik dengan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti: Dandim 1622, Polres Alor, PT. PELNI, ASDP, Bandara Mali, PMI Alor dan Pihak Swasta/ Peguyuban dan lain sebagainya.

Photo by : John Dael, Diskominfo

 

Bupati Alor, Drs. Amon Djobo mengundang Para Pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) beserta para pemangku kepentingan yang terdiri dari Pihak Pimpinan Agama, OPD terkait, Pihak Bandara-Mali, PT. Pelni, ASDP, dan para wartawan menggelar rapat pemecahan masalah Virus Corona atau Covid-19 di ruang kerja, Jumat (20/3/2020) pagi.


Rapat yang dipimpin Bupati Djobo bersama Ketua DPRD Alor, Enny Anggrek, SH tersebut, setelah mendengarkan satu per satu pendapat dari para peserta, maka diputuskan beberapa hal, antara lain:
1) Dibentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Virus Corona Tingkat Kabupaten Alor Tahun 2020 yang diketuai oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Ferdy I. Lahal, SH dan Pusat Administrasi Kegiatan berlangsung di Dinas Kesehatan Kabupaten Alor.
2) Dinas Pendidikan Kabupaten Alor akan mengeluarkan surat kepada sekolah-sekolah untuk siswa-siswi dirumahkan, artinya: diliburkan tapi tetap belajar di rumah dan tidak melakukan aktifitas rekreasi yang melibatkan banyak orang berkumpul.
3) Pihak Rumah Ibadat dapat menghimbau kepada umat atau jemaat agar mencegah atau menghindari penyebaran virus corona.
4) Masyarakat juga diminta agar tetap tenang dan jangan terlampau cemas sehingga memunculkan gejala penyakit lain yang mampu mengakibatkan kematian.
5) Pihak Media Masa diminta agar memberitakan informasi yang akurat sehingga tidak menimbulkan keresahan dan kepanikan di tengah warga (hoax).


Menanggapi kesimpang-siuran berita tentang terindikasi satu hingga dua orang diduga tertular virus mamatikan tersebut, Bupati Djobo mengklarifikasikan, bahwa: Pasien Dalam Pengawasan tersebut memang sedang diisolasi di RSUD Kalabahi, namun belum bisa dipastikan apakah itu gejala corona atau penyakit lain seperti: paru-paru atau maag kambuh.


Satu hal yang pasti adalah pasien seorang perempuan dari salah satu instansi vertikal tersebut baru kembali bertugas dari luar daerah dan sempat dirawat di rumah dan setelah itu baru dirawat di RSUD Kalabahi dan kedatangannya melalui jalur udara atau pesawat terbang Senin (16/3/2020) dan tidak melalui jalur laut KM. Sirimau seperti diwartakan sejumlah media lokal on line.


Bupati Dua Periode ini juga berterima kasih kepada Pihak Gereja Protestan (PGI) dan Katolik (KWI) serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang telah menyuarakan dan mengambil langkah-langkah antisipatif kepada umat.


Juga kepada Pihak Bandara dan Pelabuhan Laut yang telah melakukan tindakan-tindakan nyata di lapangan, seperti: penyemprotan antiseptik di lokasi kerja dan check suhu badan ketika kedatangan atau keberangkatan penumpang.


Pihak Pemerintah Daerah bersama DPRD Alor membuka sekretariat di Dinkes Alor, sekaligus membantu peralatan medis dan juga membuka Dompet Kemanusiaan bagi setiap orang yang ingin menyumbang.


Menanggapi pertanyaan wartawan soal dua orang yang diduga terinveksi corona di Moru, Kecamatan ABAD, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Maya,-demikian biasa disapa membenarkan hal tersebut, bahwa kedatangan dua orang luar tersebut belum bisa disebut terinfeksi, tapi dalam pengawasan dan seorangnya sudah kembali ke Labuan Bajo, Manggarai Barat dalam keadaan sehat-walafiat. (JD, Diskominfo)

WhatsApp Image 2020 03 16 at 11.40.17 1

MCA, Senin (16/03/2020). Ketua DPRD Kabupaten Alor Enny Anggrek, SH membuka dengan resmi Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Alor Dalam Rangka Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Alor Tahun Anggaran 2019. Dalam Sambutannya, Beliau menyampaikan bahwa Kabupaten Alor ini masih mempunyai banyak persoalan dan permasalahan yang terjadi baik itu angka Kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dll. Beliau berharap Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait dapat benar-benar membantu Bupati dalam menyelenggarakan Pemerintahan yang baik dan mewujudkan Visi Misi Alor Kenyang, Alor Sehat, Alor Pintar dan Tujuan Pembangunan di Kabupaten Alor ini dan juga bekerja untuk menyusun catatan-catatan strategis yang nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah pada Paripurna berikutnya. 

Adapun juga dalam Sambutan Bupati Alor Drs. Amon Djobo menyampaikan semoga dengan adanya Rapat Paripurna ini kita semua dapat menemukan solusi dan masukan yang baik diantara persoalan dan masalah-masalah yang terjadi, maupun pikiran-pikiran cerdas dalam melakukan pembangunan daerah ini. Beliau juga mengatakan bahwa mari kita mulai membangun Alor dengan meletakan kemandirian kepada masyarakat dan juga mengharapkan dukungan penuh dari DPRD sebagai mitra kerja Pemerintah Daerah.

Melalui penyampaian LKPJ Bupati Alor ini Beliau atas nama Pemerintah Daerah juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Pusat sebagai penopang utama dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, dan kepada Pemerintah Provinsi atas setiap bantuan dan perhatian yang diberikan terkhusus kepada Pimpinan bersama seluruh Anggota Dewan dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Alor atas kerja sama dan dukungan serta kontribusi pemikiran cerdas yang telah diberikan selama tahun 2019. Atas nama Pemerintah Daerah Beliau juga menyampaikan terimakasih kepada semua elemen serta seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Alor yang telah berpartisipasi secara aktif dalam seluruh agenda pembangunan Daerah Kabupaten Alor sehingga penyelenggaraan Pemerintahan, Pembangunan, dan Pelayanan Kemasyarakatan di daerah ini dapat terlaksana dengan baik. Beliau juga mengajak kita semua dengan semangat kebersamaan menuju perubahan, mari kita semua berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Alor dengan kerja keras dan kerja cerdas memberikan pelayanan, pengayoman dan harapan kepada masyarakat dalam kerangka perwujudan dan misi daerah untuk mencetak Alor Kenyang, Alor Sehat, Alor Pintar. Akhir kata beliau mengatakan bahwa, tidak ada mawar yang tak berduri begitu juga tak ada masalah tanpa penyelesaian. Jika kita senantiasa berbuat baik maka Tuhan akan mempertemukan kita dengan hal-hal yang baik.

Semoga Tuhan Menyertai dan Memberkati kita Semua.

Page 13 of 13