Berita Terbaru

Berita Terbaru (133)

pamsimas

PAMSIMAS BANGUN AIR MINUM DI 19 DESA

Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahun 2021 ini rencananya akan membangun fasilitas air minum di 19 desa, yang bersumber dari dana APBN sebanyak 16 desa dan ABPD sebanyak 3 desa.

Adapun ke 19 Desa tersebut antara yakni di Kecamatan Pantar Tengah ada Desa Bagang, di Kecamatan Alor Barat Daya ada Desa Wolwal Tengah, Desa Wolwal Selatan, Desa Probur, Desa Probur Utara, Desa Halerman dan Desa Kefelulang. Di Kecamatan Alor Tengah Utara ada Desa Tominuku dan Desa Dapitau. Kecamatan Pureman ada Desa Kailesa, Kecamatan Pantar Timur ada desa Ombay, Kecamatan Alor Barat Laut ada Desa Alor Besar, Kecamatan Mataru ada Desa Taman Mataru, Kecamatan Lembur ada Desa Lembur Timur, Kecamatan Alor Selatan ada Desa Kelaisi Barat, Kecamatan Alor Timur ada desa Maukuru, dan Kecamatan Pulau Pura ada Desa Pura Barat.

Koordinator Distrik Pamsimas Kabupaten Alor, Desi Eka Diliyanti, ST, saat diwawancara oleh tim Buletin Gemma Mandiri usai pelaksanaan kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Program Pamsimas Desa APPBN Tahun Anggaran 2021 tingkat Kabupaten Alor, Rabu (17/3/2021) di Aula Kantor Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Alor, mengatakan bahwa untuk tahap pertama ini pembangunan akan dipusatkan di lima desa, yakni Dua Desa Hibah Insentif Desa (HID) yaitu Desa Bagang Kecamatan Pantar Tengah dan Desa Wolwal Tengah Kecamatan Alor Barat Daya, serta tiga desa Hibah Khusus Pamsimas (HKP) yakni Desa Tominuku Kecamatan Alor Tengah Utara, Desa Kafelulang dan Desa Probur di Kecamatan Alor Barat Daya.

Menurut Diliyanti, jumlah anggaran yang diterima oleh masing – masing desa dari Pemerintah untuk menyelesaikan program ini sebesar Rp 245 Juta per desa. Selain dana tersebut ada sejumlah dana lain yang bersumber dari Pemerintah Desa maupun swadaya masyarakat sehingga keseluruhan dana yang terkumpul nantinya adalah Rp 350 juta.

Disampaikan juga oleh Diliyanti bahwa target penyelesaian program ini sampai dengan bulan juli 2021.

“Pelaksanaan ini kita menargetkan akan selesai sampai dengan bulan Juli 2021”.

Merespon hal ini, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Alor, Dominikus N. Salmau, ST, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat.

“Pemerintah Kabupaten Alor menyambut baik dan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Balai Prasarana Permukiman NTT yang sudah mengalokasikan dana untuk membiayai 16 desa program Pamsimas di Kabupaten Alor” ungkap Salmau. (Seka)

djobo geram

DJOBO GERAM BANYAK PROGRAM DESA YANG MANGKRAK

Bupati Alor, Drs. Amon Djobo terlihat geram melihat banyaknya program pembangunan di desa yang mangkrak.

Saat menyampaikan arahan dalam kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Program Pamsimas Desa APPBN Tahun Anggaran 2021 tingkat Kabupaten Alor, Rabu (17/3/2021) di Aula Kantor Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Alor, Bupati Djobo meminta para kepala Desa agar tidak menggampangkan setiap tanggungjawab yang diemban.

“Jangan menggampangkan hal – hal yang menjadi kewenangan saudara, tapi tidak bisa mengoptimalkan kebutuhan manusia lewat jabatan yang saudara pangku” tegas Djobo.

Menurutnya setiap program baik pusat maupun daerah yang turun di desa bermanfaat bagi masyarakat dan bukan bagi pejabat, untuk itu harusnya Kepala Desa mengerjakannya dengan penuh tanggungjawab.

“Dia tidak tahu bahwa manfaat dari MCK, manfaat dari air, yang disebut dengan Pamsimas, manfaat dari jalan ini, manfaat dari PLTS ini, ini bukan untuk Bupati, bukan untuk Gubernur, untuk Presiden, bukan untuk teman – teman di Balai, bukan itu. Bukan juga untuk teman – teman pendamping ini, bukan. Untuk masyarakat dimana saudara dipilih menjadi pemimpin” lanjut Djobo.

Kepada para kepala Desa yang tahun ini mendapat bantuan air minum dari Pamsimas, Bupati Djobo menegaskan agar mereka harus dapat menyelesaikan program ini sebab masyarakat sangat membutuhkan program seperti ini. (Seka)

pasar lipa

PEMBANGUNAN PASAR KALABAHI AKAN IKUTI PETUNJUK TIM TEKNIS

Sempat mangkrak beberapa tahun, kini pembangunan Pasar Lama Kalabahi mulai dilanjutkan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Ir. Mel Atakay, MT, saat ditemui di ruang kerjanya mengungkapkan bahwa proses pembangunan pasar ini akan dilaksanakan dengan mengikuti berbagai syarat dan masukan tim teknis dari Politeknik Kupang.

“Bukan Pemerintah asal sekedar bangun, tetapi itu semua persyaratan – persyaratan dan petunjuk yang sudah dilakukan oleh pihak – pihak Politeknik akan kita ikuti. Sehingga diharapkan ini tahun kita sudah bisa atap bagian atas sehingga masyarakat sudah bisa menggunakan itu” demikian ungkap Atakai.

Disampaikan olehnya bahwa berdasarkan hasil audit ada sejumlah bagian dari bangunan pasar telah direkomendasikan untuk dibongkar, sehingga bahagian itu nantinya akan dibongkar dan dibangun kembali.

“Akibat dari pada kesalahan pelaksanaan pada saat itu ada beberapa bahagian yang direkomendasikan oleh Politeknik untuk kita lakukan pembongkaran, sehingga nanti dalam kegiatan ini yang harus diwajibkan bongkar kita harus bongkar dulu baru kita perbaikan ulang lagi, sehingga mungkin pencapaian yang kita targetkan di tahun ini untuk bisa selesai itu terbentur oleh karena kita harus bongkar lagi”.

Terkait bagian mana saja yang akan dibongkar, dirinya mengungkapkan bahwa ada beberapa bagian belakang yang akan dibongkar dan dibangun ulang.

“Itu bagian belakang itu ada lantai, ada beberapa masyarakat yang mengupload gambar itu, ada besi yang kelihatan, itu direkomendasikan untuk dibongkar, dan itu termasuk dalam pekerjaan tahun ini” paparnya. (Seka)

jalan lingkar

JALAN LINGKAR “KEPALA BURUNG” MULAI DIBANGUN

Jalan lingkar “kepala burung” yakni Kalabahi – Kokar dan Kokar – Mali yang selama ini terus menjadi polemik di kalangan masyarakat, tahun ini akan dikerjakan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Alor, Ir. Mel Atakay, MT.

Khusus untuk jalan Kalabahi – Kokar menurut Atakay menelan biaya Rp 28 Miliar.

“Di tahun ini untuk jalan Kalabahi – Kokar itu sudah dianggarkan oleh Provinsi dana sebesar Rp 28 Miliar, itu mudah – mudahan bisa teralokasi sehingga tahun ini bisa terjawab semua keluhan masyarakat”.

Dirinya juga menambahkan bahwa saat ini ruas jalan Kokar – Tulta dan Tulta – Mali juga sedang dikerjakan.

“Kemudian menyangkut jalan Kokar – Tulta dan Tulta – Mali sementara ini dilaksanakan kegiatan sehingga kita harapkan di tahun ini dua ruas ini sudah bisa terhubung dengan baik sehingga masyarakat bisa melaksanakan aktivitas dengan aman, nyaman, tanpa halangan yang merintangi mereka”.

Selain ruas “kepala burung”, jalan Beangonong – Latuna dan Baranusa – Latuna juga menurut Atakay tahun ini akan dibangun.

“Di Pantar juga itu juga sedang dilaksanakan kegiatan dari Provinsi yaitu jalan Beangonong – Latuna kemudian Baranusa – Latuna, itu nanti dia akan terkonek dan itu dua ruas itu juga sementara ini dikerjakan, sehingga kita harapkan kegiatan – kegiatan yang didanai oleh Provinsi itu dapat memberikan dampak terhadap pembangunan ekonomi masyarakat Kabupaten Alor ini” ujar Atakay. (Seka)

jalan bara kabir

JALAN BARANUSA – KABIR TAHUN INI AKAN DIBANGUN

Untuk mendukung keberadaan Bandara Pantar, Pemerintah Pusat tahun ini mengalokasikan dana Rp 100 Miliar untuk membangun ruas jalan Baranusa – Kabir. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Alor, Ir. Mel Atakay, MT.

“Ada pekerjaan secara Nasional yang mau dilakukan di Kabupaten Alor ini adalah jalan Baranusa – Kabir yang sudah ditenderkan dan sudah ada pemenangnya, nominal kurang lebih Rp 100 Miliar” kata Atakay.

Terkait pembangunan ruas jalan ini, dirinya berharap agar pihak yang mengerjakan jalan tersebut segera berkoordinasi dengan Dinas PU Kabupaten Alor, sebab menurutnya pihak pemenang tender berasal dari luar Alor.

“Yang mendapatkan pekerjaan ini juga bukan orang yang berdomisili di Alor sehingga kita harapkan paling tidak ada kerjasamanya untuk kita bisa saling menopang” ungkap Atakay. (Seka)

muhammadiyah

RENCANA BUKA 7 PRODI BARU, STIKIP MUHAMMADIYAH TARGETKAN JADI UNIVERSITAS

Direncanakan menjadi Universitas dalam beberapa tahun kedepan, STKIP Muhammadiyah berencana membuka hingga tujuh Program Studi (Prodi) baru.

“Terobosan – terobosan yang saya sudah rencanakan yaitu membuka Prodi baru. Jadi Prodi yang kami sudah wacanakan dan kami sudah menyiapkan administrasinya itu sekitar ada enam Prodi, ditambah lagi ada bonus satu itu Pariwisata” demikian ungkap Ketua STIKIP Muhammdyah Kalabahi, Marzuki Galeko, SE.,M;Pd, saat ditemui di kantornya, Jumad (19/3/2021).

Adapun ketujuh Prodi baru tersebut yaitu, Pendidikan Jasmani dan Rekreasi Olahraga, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, IPS, PPKN, Pariwisata, dan Pendidikan Al Islam.

Terkait hal ini, menurut Galeko sejumlah langkah sudah dilakukan, diantaranya membangun komunikasi dengan pihak Dikti, mempersiapkan sumber daya manusia, baik dengan menyekolahkan beberapa dosen S1 maupun merekrut tenaga S2 sesuai dengan Prodi yang dibuka, maupun mempersiapkan persyaratan lainnya.

Disampaikan juga oleh Galeko bahwa saat ini ada beberapa kampus besar yang siap memberikan beasiswa kepada tenaga pengajar STKIP Muhammadiyah, yang mana kampus – kampus ini sama – sama berasal dari Yayasan Pendidikan Muhammadiyah, seperti Universitas Muhammdyah Malang, Universitas Ahmad Dahlan, dan lain sebagainya. (Seka)

bank NTT

PEMDA DAN BANK NTT AKAN BANGUN TAMAN KOTA

Pemerintah Daerah Kabupaten Alor bekerjasama dengan Bank NTT akan membangun taman kota senilai Rp 500 juta, dimana dana ini bersumber dari Corporate Social Responsibility (CSR) Bank NTT. Hal ini disampaikan oleh Bupati Alor, Drs. Amon Djobo saat menyampaikan sambutannya pada kegiatan Pekan Panutan Pajak dan Launching Payment Online BPHTB dan 9 PD di Kantor Bupati Alor, Rabu (17/3/2021).

Sementara itu Pimpinan Cabang Bank NTT Kalabahi, Charles F. Corputty, saat ditemui di ruang kerjanya membenarkan hal ini.

“Kemaren pas launching Payment Online BPHTB dan 9 PD kita sudah ada pembicaraan dengan top manajemen kita, Pak Riwu, bahwa nanti kita akan bangun taman kota. Untuk taman kota ada 500 juta, nanti ada dua tahap penyaluran”.

Dilanjutkan oleh Corputty bahwa nantinya setelah proposal usulan masuk akan diteruskan ke pusat dan diproses disana, sementara pihak Bank NTT Cabang Kalabahi akan melanjutkan dengan menyalurkan dana CSR tersebut. (Seka)

dinas pariwisata

DINAS PARIWISATA MULAI DATA PULUHAN DESTINASI WISATA BARU

Dinas Pariwisata Kabupaten Alor tahun ini mulai melaksanakan pendataan terhadap puluhan destinasi wisata baru di Kabupaten Alor.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Alor, Ripka S. Jayanti, S.Sos.,M.Si, bahwa saat ini ditemukan sangat banyak lokasi baru yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi lokasi wisata potensial.

Menurutnya pendataan ini diperlukan dalam rangka menyusun perencanaan pembangunan wisata kedepan.

“Kita punya data itu dulu, database dulu, dari database itu baru kita bisa konsep berpikir kita mau mau ngapain, pusatnya di mana dulu, bertahap ke mana dulu, mana yang kita prioritaskan” ungkapnya.

Jayanti melanjutkan bahwa hampir di semua kecamatan di Alor punya lokasi yang berpotensi dikembangkan menjadi wisata unggulan baru. Bahkan dirinya menyebut bahwa di Kecamatan Alor Tengah Utara saja memiliki hingga 32 titik.

“Di ATU (Alor Tengah Utara) ada sejumlah 32 titik destinasi baru walaupun skalanya kecil tetapi dia kalau kita kembangkan prospek kedepannya luar biasa” lanjut Jayanti. (Seka)

camat kokar

MASYARAKAT TERNATE PRAKARSAI FESTIVAL TENUN DAN MAKAN BARU

Untuk mempromosikan kain tenun Ternate kepada masyarakat yang lebih luas serta membuka destinasi wisata baru, warga Desa Ternate memprakarasi festival Tenun ikat dan makan baru pada tanggal 27 Maret 2021 mendatang. Ini merupakan festival pertama di Alor yang diprakarsai oleh masyarakat desa baik dari sisi ide, kepanitian. hingga pendanaan.

Camat Alor Barat Laut Martinus De Porres Djeo, SIP, saat ditemui di kediamannya, Sabtu (20/3/2021) mengungkapkan bahwa festival ini dilaksanakan murni atas inisiatif warga.

“Yang unik dari festival ini, panitianya dari masyarakat desa, sumber dananya dari masyarakat desa, dan mereka yang lakukan semua” demikian ungkap Djeo.

Djeo optimis kegiatan ini akan mendatangkan keuntungan bagi masyarakat, sebab tidak saja kain tenun yang akan dibeli oleh tamu, tetapi juga masyarakat mendapat keuntungan dari ojek laut serta penginapan berbayar yang disiapkan warga.

Kepada tim Buletin Gemma Mandiri, Djeo menyampaikan bahwa nantinya akan dilaksanakan pelelangan kain tenun terbaik di Ternate dimana dananya akan digunakan untuk membangun sumur bor, mengingat Ternate mengalami kesulitan air.

“Yang kami harapkan adalah sebenarnya untuk membangun desa kita bisa dengan apa yang kita punya. Sudah saatnya kita tidak bergantung terus pada Pemerintah” lanjut Djeo.

Purna Praja IPDN ini juga menambahkan bahwa berdasarkan hasil kunjungannya di 18 Desa dan 1 Kelurahan di wilayah Alor Barat Laut, semua desa memiliki berbagai keunikan, untuk itu dirinya punya mimpi agar tahun depan semua desa menyelenggarakan satu festival tiap tahun.

“Itu artinya setiap bulan, bahkan lebih, kita akan melaksanakan festival” lanjutnya.

Menurut Djeo, kecamatan Alor Barat Laut mempunyai potensi wisata yang sangat komplit, mulai dari laut hingga gunung, sehingga saat ini dirinya sedang mendorong untuk menggalakan kecamatan Alor Barat Laut sebagai kecamatan pariwisata.

Sekedar informasi bahwa dalam tahun ini Kecamatan Alor Barat Laut akan menyelenggarakan lima festival yaitu Festival Tenun, Festival makan ikan gratis di Adang. Festival Mangrove di Aimoli, Festival Makan Baru di Bampalola, dan Tour of Indonesia Paralayang. (Seka)

Page 6 of 10