Berita Terbaru

Berita Terbaru (133)

bencana alor

BENCANA ALOR, 17 ORANG MENINGGAL DUNIA

Bencana alam, baik banjir, tanah longsong, maupun gelombang tinggi yang menghantam Kabupaten Alor sejak tanggal 2 – 4 April 2021 telah memakan korban jiwa 17 orang.

Demikian disampaikan oleh Bupati Alor, Drs. Amon Djobo, saat melakukan pemantauan langsung di dua desa terdampak bencana yang cukup parah, yakni Desa Welai Selatan, Kecamatan Alor Tengah Utara dan Desa Malaipea, Kecamatan Alor Selatan, Senin (5/4/2021).

“Bencana Lalina untuk Alor mulai dari tanggal 2 sampai dengan tanggal 6 hari ini, meninggal dunia 17 orang. Yang sudah ditemukan itu 10 orang, 7 masih dalam pencarian. 7 dalam pencarian itu masing – masing, 3 masih di Pulau Pantar, lalu 4 ada di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Alor Selatan dan Kecamatan Alor Tengah Utara” demikian ungkap Djobo.

Sedangkan untuk Kecamatan Alor Timur Laut, menurut Djobo memang diduga ada korban jiwa namun laporannya belum masuk hingga sore hari ini.

“Alor Timur Laut ada dugaan korban jiwa tapi belum ada laporna yang pasti”.

Berdasarkan rincian data yang diterima terkait jumlah korban jiwa per tanggal 5 April 2021 pukul 16.00, terdapat 17 orang meninggal dunia dengan rincian, 5 orang di Kecamatan Pantar Tengah, dimana 3 sudah ditemukan dan 2 masih dalam pencarian, kemudian 7 orang di Kecamatan Alor Selatan dengan rincian 3 orang sudah ditemukan dan 4 lainnya dalam pencarian. Disusul Kecamatan Alor Tengah Utara 4 orang dimana 2 sudah ditemukan dan 2 lainnya diduga tertimbun tanah dan hingga saat ini masih dalam proses pencarian, dan terakhir Kecamatan Pureman 1 orang. Sedangkan untuk korban yang sedang dirawat, terdapat 22 orang yang saat ini sedang dirawat di Kecamatan Pantar Tengah. Bupati Djobo mengatakan bahwa bantuan tim medis dan obat – obatan akan segera dikirim pada Selasa (6/4/2021) ini.

Selain memakan korban jiwa, bencana kali ini juga memutuskan sejumlah jalan dan jembatan dan menghancurkan banyak rumah warga. Sehubungan dengan pembangunan infrastruktur, Bupati Djobo mengungkapkan bahwa pembangunan kembali infrastuktur yang rusak akan disesuaikan dengan statusnya, apakah itu APBN, ABPD Provinsi maupun APBD Kabupaten.

“Infrastruktur yang rusak akibat bencana ini, tentu ruas jalan Kalabahi – Maritaing yang itu notabenenya kondisi itu ditangani oleh APBN yaitu jalan negara, baik yang ada di Pantar maupun di Pulau Alor kita akan usul ke Pusat, dan juga kondisi infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, dan perumahan yang rusak, termasuk tambatan perahu yang rusak, di tingkat Provinsi punya urusan tetap akan kasi di Provinsi, sedangkan Kabupaten tetap kita urus untuk Kabupaten”.

Bupati Djobo juga mengatakan bahwa rencananya Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini, akan berkunjung ke Alor pada Selasa (6/4/2021) untuk melihat langsung kondisi bencana.

“Tadi direncanakan ibu Menteri Sosial hadir. Setelah di Bima, NTB, datang di Maumere, Maumere lalu datang di Flores Timur atau Lembata, Lembata langsung masuk Alor. Tapi karena cuaca beliau tunda besok. Mudah – mudahan kita harapkan beliau besik ada”. (Seka)

pasir

FENOMENA GEOLOGI SEBABKAN PASIR PANTAI PUNTARU BERWARNA

Salah satu keunikan yang dimiliki oleh pantai Puntaru, Desa Tudde, Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor, NTT adalah beragamnya warna pasir pantai.

Obet Mauresi, seorang staf Kecamatan Pantar Tengah sekaligus menjadi pemandu kami saat mengunjungi Pantai Pasir Tiga Warna mengungkapkan bahwa salah satu keunikan dari pasir pantai tersebut adalah beragamnya warna dominan dari pasir setiap jarak 100 meter, yakni dominan kuning, hitam, maupun putih, walaupun tetap mengandung unsur warna lainnya seperti merah, putih, kuning, maupun hitam.

“Lokasi pertama tadi dominannya warna kuning, yang kedua ini adalah warna hitam, tetapi nanti setelah kita melangkah 100 meter dari tempat ini ke sana kita akan melihat pasir dengan warna dominan pasir yang berwarna putih” demikian kata Mauresi.

Terkait fenomena ini, Kepala Seksi Mineral, Batubara, Geologi dan Air Tanah, Cabang Dinas ESDM Provinsi NTT, Wilayah Kabupaten Alor, Daud Y. Tanghamap, ST, menyampaikan bahwa fenomena ini disebabkan oleh hasil kikisan dari bebatuan yang kemudian mengendap di bibir pantai.

”Itu merupakan endapat pantai yang secara geologi dia terbentuk dari rombakan batuan asal, batuan sumber, yang bisa kita amati juga ada di pantai Puntaru, dimana kalau kita ke pantai Puntaru ada batuan yang berwana cokelat, ada berwarna putih kekuningan, yang secara geologi dia itu terbentuk hasil letusan gunung api. Batuan – batuan asal ini kemudian karena proses pelapukan, proses erosi, tertransport oleh aliran sungai, terendapkan di pantai menjadi pasir yang berwarna yang dominan warnanya putih, kuning kecoklatan maupun hitam, tetapi di tiga warna ini tetap ada percampuran dengan warna hitam, dari tiga warna tersebut” demikian ungkap Tanghamap.

Terkait fenomena ini dirinya menghimbau agar masyarakat tidak menggunakan pasir tersebut untuk membangun rumah maupun bangunan lainnya mengingat fenomena ini bisa menjadi potensi wisata geologi yang dapat juga dipadukan dengan wisata Gunung Api Sirung.

Disampaikan juga oleh Tanghamap bahwa penyebab perubahan warna dalam radius sekitar 100 meter dari dominan kuning menjadi hitam dan putih disebabkan oleh keberadaan batuan sumber yang berbeda baik di laut, bibir pantai, maupun darat yang kemudian tercampur dengan endapan batuan dari warna lain yang dibawa ombak.

“Jadi perubahan warna ini faktor utamanya dari batuan sumbernya. Jadi karena rombakan batuan sumbernya tersebut yang kemudian tertransport ke laut dan diendapkan kembali oleh arus laut, pantai, ombak, sehingga menjadi perubahan warna itu. Jadi sebenarnya perubahan warna itu bisa juga menjadi batas antara perubahan batuan sumbernya, baik yang ada di pantai maupun di dataran Puntaru”. (Seka)

pantar tengah panen padi

PANTAR TENGAH PANEN PADI LEBIH DARI 2000 TON

Hasil panen padi ladang di Kecamatan Pantar Tengan, Kabupaten Alor, NTT, tahun ini sangat menggembirakan. Diperkirakan tahun 2021 kecamatan yang beribukota Maliang ini panen padi hingga 2000 ton lebih, yang terdapat pada 1.165 hektar padi yang tersebar di sepuluh desa. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Pantar Tengah, Melkisedek B. Illu, S.ST, mengungkapkan bahwa untuk hasil produksi padi tahun ini 2 – 3 ton per hektar.

“Potensi lahan di wilayah Kecamatan Pantar tengah untuk tanaman pangan, jagung 910 hektar, padi 1.190 hektar. Yang terealisasi, jagung 910 (ha), padi 1.165 hektar. Untuk hasil produksi, jagung diperkirakan 2,5 ton per herktar, sedangkan padi 2 – 3 ton per hektar” ungkap Illu.

Illu melanjutkan bahwa saat ini terdapat 42 kelompok tani di Kecamatan Pantar Tengah, yang memiliki luas lahan rata – rata 0,5 hingga 2 hektar. Selain kelompok tani, masyarakat juga secara mandiri menanam padi dan jagung.

Terkait potensi lahan, Illu menambahkan bahwa sebetulnya ada sekitar 3000 hektar lebih lahan yang potensial untuk ditanami jagung dan padi ladang, namun hingga tahun ini lahan yang difungsikan baru 1.195 hektar.

“Untuk potensi untuk seluruh kecamatan dia kisaran sekitar 3000an hektar, hanya sementara dalam catatan kami sebagai pendamping, sebagai PPL di Kecamatan Pantar Tengah, sementara yang kita data itu jumlah baru 1.195” lanjutnya.

Dikatakan juga olehnya bahwa saat ini persoalan yang paling dikeluhkan oleh petani adalah alat dan mesin pertanian (Alsintan), air, obat – obatan dan pupuk, sehingga dirinya berharap kedepan pemerintah bisa memperhatikan hal ini.

“Kendala yang sementra dikeluhkan oleh petani antara lain, satu, alat – alat pertanian, yang kedua obat – obatan, terus air dan pemupukan. Jadi kalau bisa dalam waktu kedepan Pemerintah bisa membantu masyarakat dalam kegiatan bertani, antara lain alat – alat pertanian atau sumur bor, atau apa yang penunjang bisa diberikan” tutupnya. (Seka).

pemda bantu petani

PEMDA AKAN BANTU PETANI PANTAR TENGAH

Untuk meningkatkan produktivitas padi maupun jagung di Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor, NTT, Pemerintah Kabupaten Alor tahun depan akan memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan), sumur bor, hingga Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).

Hal ini disampaikan oleh Bupati Alor, Drs. Amon Djobo saat memberikan sambutannya dalam panen raya jagung di Desa Muriabang, Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor, Rabu (31/3/2021).

“Tadi bilang, apa, traktor, abis itu apalagi, sumur bor, mesin pipil, tambah lagi dengan PPL, nanti saya bantu” demikian ungkap Djobo.

Bantuan ini menurut Djobo, untuk memberikan motivasi kepada para petani yang selama ini sudah berkontribusi mewujudkan Alor Sehat, Alor Pintar dan Alor Kenyang, walaupun dengan berbagai keterbatasan yang ada.

Djobo juga pada kesempatan tersebut memberikan apresiasi kepada semua petani karena sudah mendukung program Pemerintah.

“Program ini sebagus apapun kalau masyarakat tidak dukung, masyarakat tidak memberi topangan, masyarakat tidak kerja, tentu tidak mungkin bisa berjalan” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Djobo juga memberikan bantuan uang senilai Rp 1.000.000 kepada Kelompok Tani Alfa. (Seka)

peitoko

PENCANANGAN BBGRM KE-18 DAN HKG PKK KE-49 TK. KAB. ALOR DILAKSANAKAN DI PEITOKO, KECAMATAN PUREMAN.

Walaupun cukup lelah setelah melewati perjalanan panjang untuk tiba di Peitoko, kecamatan Pureman, peserta tetap diarahkan untuk mengikuti Protokol kesehatan mulai dari tes suhu badan, cuci tangan menggunakan hand sanitizer hingga masker oleh petugas satgas Covid-19 Kecamatan Pureman.

Nampak Wakil Ketua Tim Penggerak PKK, Ny. Duru dan Dandim 1622 Alor sedang menjalani pemeriksaan.

Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat yang dipadukan dengan Peringatan hari kesatuan Gerak PKK ke-49 tahun ini dengan thema “Dengan Gotong Royong Apapun Kita Pasti Bisa, Demi Mewujudkan Alor Kenyang, Alor Sehat, Alor Pintar”, sedangkan untuk HKG ke-49 tahun 2021 mengusung tema “Gerak PKK Indonesia Maju”.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Alor, Muhammad Bere, SH dalam sambutannya mengatakan maksud dari kegiatan ini adalah sebagai moment pembukaan bagi semua komponen bangsa dalam memaknai kedua kegiatan besar ini, dengan tujuan mengingatkan bahwa budaya gotong royong adalah budaya bangsa Indonesia yang melahirkan semangat membangun dan memelihara hasil pembangunan.

Lebih jauh dikatakan walapun di tengah pandemi ini, semangat gotong royong harus tetap dipelihara dan dilaksanakan. Dengan bergotong royong bekerja meningkatkan partisipasi dalam keluarga dan masyarakat untuk menuju Alor Kenyang, Alor Sehat dan Alor Pintar.

Diakhir sambutannya Muhammad Bere, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah atas kepercayaan yang di berikan kepada dirinya untuk mengabdi sebagai ASN dan akan memasuki masa pensiun April tahun 2021mendatang.

Pada kesempatan yang sama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Alor Yulius Mantaon, kembali mengingatkan sejarah terbentuknya Kecamatan Pureman. Ia mengajak semua lapisan masyarakat agar melanjutkan semangat gotong royong yang diwariskan para leluhur, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mengoptimalkan segala potensi yang ada.

Dalam sambutannya ia mengatakan Pemerintah Daerah bersama rakyat masih dalam perjalanan panjang membangun daerah ini semangat gotong royong tidak boleh hilang. Segala pergumulan masyarakat termasuk pengembangan dan peningkatan infrastruktur jalan terus dilaksanakan pembangunannya, baik pelabuhan maupun dermaga yang menghubungkan antar daerah, terutama kantong-kantong produksi yang mendukung perkonomian masyarakat tetap di bangun. Lingkar ABAD menuju Kecamatan Pureman - ABAD Selatan-Lerebaing-Buraga juga tetap dilaksanakan, sehingga mempermudah pelayanan masyrakat.

Ditambahkan pembangunan di Kecamatan Pureman ini, karena masih banyak kebutuhan dan infrastruktur yang belum ada dan menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Untuk itu di tahun 2021 ini, disiapkan anggaran sebesar 1,1 milyar untuk penambahan pembangunan jalan Dimang-Peitoko.

Diakhir sambutannya, Bupati Alor meresmikan Pencangan BBGRM ke-18 yang dipadukan dengan Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-49 tingkat Kabupaten Alor dan penandatanganan Prasasti Bulan Bhakti dan Pembukaan selubung tugu Gema Mandiri,

Serta kunjungan ke pasar masyarakat serta pemantauan pekerjaan padat karya jalan Peitoko-Managomu, Irekena-Taruamang.

Dan dari hasil kesepakatan bersama para Camat, ditetapkan Buraga (Kecamatan Abad Selatan) sebagai lokasi Pencangan BBGRM dan HKG PKK tahun 2022.

Kegiatan ini selain dihadiri oleh Bupati Alor dan Wakil Ketua DPRD, juga hadir Dandim 1622 Alor, Kapolres Alor, Ketua dan Wakil Ketua Tim penggerak PKK, Ketua Persit Candra Kirana Kab. Alor serta para Camat bersama Kepala Desa se-Kab Alor serta undangan lainnya. (Bns)

Page 5 of 10