Berita Terbaru

Berita Terbaru (133)

Kontribusi TNI

Bupati Alor : Bila Tidak Dibantu TNI, Kami Tidak Bisa Berbuat Banyak


KALABAHI - Bupati Alor Amon Djobo menegaskan, bila tidak dibantu TNI, pihak Pemerintah Daerah Alor tidak bisa berbuat banyak untuk membantu warga yang terdampak bencana banjir bandang di beberapa wilayah di Kabupaten Alor dan bangkit dari kesedihan.

Hal tersebut disampaikannya saat meninjau pembangunan jembatan penghubung di beberapa kecamatan di Desa Waisika, Kecamatan Bukapiting, Kabupaten Alor, Senin (3/5/2021).

Usai menghadiri Peringatan Hari Pendidikan Nasional, dirinya menyempatkan diri untuk melihat secara langsung proses pembangunan jembatan yang dikerjakan oleh Satgas Zeni TNI AD sejak hari Selasa (27/4/2021) lalu.

"Saya sangat mengapresiasi kerja keras TNI, jika bukan TNI yang membantu, kami tidak bisa berbuat banyak. Sejak hari pertama bencana, personel TNI dari Kodim 1622/Alor bergerak paling depan dalam membantu proses evakuasi maupun memberikan bantuan logistik kepada para warga korban terdampak bencana di beberapa lokasi, " tuturnya.

Ia juga mengapresiasi respons cepat dari Pimpinan Angkatan Darat yang segera mengirimkan bantuan personel dan materiel untuk memulihkan jalur transportasi dan ekonomi warga di Kecamatan Alor Timur Laut ini dengan membangun jembatan menggantikan jembatan yang hancur diterjang banjir bandang.

"Kerja keras para prajurit TNI baik dari Kodim 1622/Alor maupun dari Satgas Zeni TNI dari Yonzikon 13 perlu mendapat penghargaan dari pimpinan TNI, ini saya sangat mengharapkan, mereka mendapatkan penghargaan yang tinggi atas dedikasi dan kerja keras tanpa batas, " tegasnya.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Amon Djobo yang didampingi Danyonzikon 13/KE Letkol Czi Alid Setiawan dan para Perwira Batalyon berkali-kali memuji pembangunan jembatan di Waisika yang dinilai sangat cepat.

"Hanya dalam waktu satu minggu, jembatan ini sudah berdiri, luar biasa sekali. Kami Pemerintah Daerah Kabupaten Alor sangat terbantu dengan pembangunan jembatan ini. Ini tidak sedikit biaya, dan kami sangat terbantu dari TNI Angkatan Darat, " tukasnya.

Dirinya berharap, sinergitas TNI khususnya Kodim 1622/Alor dengan Pemerintah Kabupaten Alor dapat terus ditingkatkan.

"Saya secara pribadi dan atas nama masyarakat Kabupaten Alor mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Kepala Staf Angkatan Darat serta seluruh prajurit dalam membantu masyarakat kami yang tertimpa musibah bencana alam ini. Harapan Kami, sinergitas ini terus dikembangkan. Kami akan mendukung penuh semua kegiatan bersama TNI, " tegasnya kembali.

Pada kesempatan terpisah, Dandim 1622/Alor Letkol Inf Supyan Munawar yang juga meninjau pembangunan jembatan bersama Kapolres Alor AKBP Chrismast menyampaikan ucapan terima kasih atas sinergi dari Kepolisian Alor.

"Sejak hari pertama bencana, kami bersama-sama dengan Personel Polres Alor bahu - membahu menembus lokasi bencana dan membantu warga yang terdampak bencana, sehingga masyarakat merasa kehadiran negara disaat rakyatnya mengalami kesulitan, " ucap Supyan Munawar.

Hal senada juga disampaikan Kapolres Alor AKBP Agustinus Christmas Tri Suryanto, S.I.K bahwa pihaknya akan terus bekerja sama dengan TNI dalam membantu dan mengatasi kesulitan masyarakat Alor secara bersama-sama.

"Inilah harapan kami, bahwa segala yang dikerjakan bersama-sama dengan tulus ikhlas akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Kami akan terus menjaga kerja sama dengan TNI dalam kondisi apapun," pungkas AKBP Chrismas.

(Jef/tim)

Dandim 1622 Alor

Dandim 1622 Alor : Sinergitas TNI Polri Selesaikan Jembatan Siboil Lebih Awal

Kalabahi - Komandan Kodim (Dandim) 1622/Alor Letkol Inf Supyan Munawar, S.Ag di Waisika Kec Alor Timur Laut Kabupaten Alor, NTT, Senin (3/5/2021) mengatakan, sinergitas TNI Polri (Kodim 1622/Alor dan Polres Alor) sangat baik dan ini terbukti sejak penanganan pasca bencana hingga saat pembangunan jembatan Siboil.

Untuk menyelesaikan pembangunan jembatan Siboil yang dikerjakan oleh Yonzikon 13/Karya Etmaka, dibutuhkan kerja sama yang baik atau sinergitas semua pihak. Dan ini sudah dilakukan oleh TNI bersama Polri dan Aparat Pemerintah serta masyarakat yang ada disekitar Desa Waisika.

Lanjut Dandim, dengan budaya gotong royong sebagai warisan nenek moyang sejak dahulu kala, maka pekerjaan yang semula direncanakan selesai dalam dua minggu, namun belum seminggu sudah selesai seratus persen.

"Itu gunanya sinergitas diutamakan dalam setiap kegiatan. Sejak mewabahnya Covid-19 pada awal 2020 yang lalu, kami TNI, Polri, aparat Pemerintah, dan masyarakat selalu mengutamakan senergitas dalam penanganan pencegahan penyebarannya, hingga kini bencana Seroja", jelas Dandim.

Tambahnya, peresmian jembatan direncanakan hari Kamis 6 April 2021. Setelah itu sudah dapat dipakai oleh masyarakat. Untuk kekuatan jembatan mencapai 20 ton, namun diupayakan hanya dapat dilalui kendaraan dengan daya anvkut 10 sampai 15 ton. Ini untuk menjaga tidak terjadi kerusakan pada jembatan.

Mengakhiri penjelasannya, Dandim menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Alor serta jajarannya, Pemerintah Kabupaten, Camatan Alor Selatan dan Camat Alor Timur Laut bersama masyarakat dari kedua Kecamatan yang terlibat bersama TNI dalam pembangunan jembatan Siboil ini.

(Pendim 1622)

Kontribusi TNI

Bupati Alor Drs. Amon Djobo : TNI Sangat Berkontribusi Membantu Daerah Ini

Kalabahi - Bupati Alor Drs. Amon Djobo, pada hari Senin (3/5/2021) dengan didampjngi sejjmlah pejabat Pemda Kabupaten Alor, meninjau prospek pembangunan jembatan Siboil yang dikerjakan oleh Satgas TNI AD Yonzikon 13/Karya Etmaka, di Kampung Bukapiting Desa Waisika Keaamatan Alor Timur Laut Kabupaten Alor, NTT.

Djobo mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada pimpinan TNI AD dalam hal ini Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, sudah memberikan perhatian bagi Pemerintah dan masyarakat yang ada di Kabupaten Alor dalam penanganan pasca bencana alam seroja pada 4 April 2021 yang lalu.

Sebagai pimpinan Pemerintah di daerah ini serta masyarakat, sangat bersyukur dan berterima kasih buat TNI AD, Bapak Kasad, Pangdam IX/Udayana, Danrem 161/Wira Sakti, Dandim 1622/Alor yang sudah menggerakan prajuritnya turun setiap saat dilokasi membantu masyarakat, Danyonzikon 13/Karya Etmaka bersama anggota yang sudah tinggalkan keluarga demi masyarakat di Pulau Alor ini.

"Jembatan yang hancur ini, entah kapan kami bisa membangunnya kembali, tetapi hadirnya TNI AD lewat kerja nyata dan bukan mencari pujian dari masyarakat. TNI hadir bermanunggal dengan masyarakat disini membangun jembatan untuk lancarkan akses transportasi dan perekononian. Ini luar biasa bagi kami masyarakat Alor", ucap Djobo.

Lanjut Drs. Amon Djobo, jembatan yang dibangun TNI AD untuk menghubungkan akses dari Kota dan beberapa Kecamatan serta Desa yang ada di wilayah pegunungan.

Perlu diketahui juga, sejak hari pertama pasca bencana, Dandin 1622/Alor Letkol Inf Supyan Munawar, S Ag menggerakan kekuata penuh dari para Babinsa turun ke wilayah-wilayah sulit sekalipun untuk membantu warga dalam hal-hal penanganan pencarian korban, dapur lapangan, bantu alat penerangan, pakaian dan selimut, serta disteibusi bantuan, dan saat ini membangun 1 unit jembatan.

"Awalnya saya dengar jembatan ini akan selesai dalam waktu 11 hari, namun baru 5 hari sudah rampung. Luar biasa teman-teman TNI AD bekerja dibantu juga dari Polri dan masyarakat", tutup Amon.

Sementara itu, Danyonzikon 13/KE Letkol Czi Alid Setiawan menjelaskan, proses pembangunan jembatan ini dapat diselesaikan personelnya dengan lebih cepat dari waktu yang ditentukan.

"Kami ingin jembatan ini dapat diselesaikan lebih cepat dengan harapan warga dapat segera beraktivitas kembali secara normal. Inilah tekad kami dalam mengemban misi kemanusiaan akibat dampak bencana alam yang dialami warga di sini, " terangangnya.

Alid Setiawan menjelaskan, setelah menyelesaikan tiga jembatan di Kabupaten Bima, sesuai perintah dari Bapak Kasad dimana misi di Bima selesai, agar personelnya dengan seluruh alat berat yang dibawa dari Jakarta langsung bergerak menuju Kabupaten Alor menggunakan Kapal ADRI LI dari Satangair Pusbekangad.

Hingga hari kelima ini, Senin (3/5) pembangunan Jembatan Waisika hampir rampung secara keseluruhan. Diperkirakan hari ini juga akan selesai seratus persen dan segera di resmikan untuk digunakan masyarakat.

(Pendim 1622)

alat berat

TNI DATANGKAN ALAT BERAT UNTUK BANGUN JEMBATAN WAISIKA

Badai Seroja yang melanda Kabupaten Alor awal April silam menghancurkan berbagai fasilitas umum, termasuk memutuskan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Alor Timur Laut dan Alor Selatan di Desa Waisika, Kecamatan Alor Timur Laut. Terkait hal ini, TNI Angkatan Darat mendatangkan belasan kenderaan truk serta alat berat untuk membangun kembali jembatan yang putus tersebut. Kenderaan dan alat berat ini didatangkan khusus menggunakan Kapal milik TNI Angkatan Darat, Adri 51 pada Selasa (27/4) dini hari.

Dandim 1622 Alor, Letkol Inf Supyan Munawar, S.Ag, saat ditemui usai upacara penyambutan Satgas Penanggulangan Bencana Alam Banjir Yon Zikon 13 / Karya Etmaka yang diutus oleh Kepala Staf Angkatan Darat, di halaman Pelabuhan ASDP Kalabahi, mengungkapkan bahwa rencananya tim akan membangun satu unit jembatan di Desa Waisika dengan panjang 14 meter.

“Rencana yang akan dibangun satu titik jembatan yang putus yaitu di Desa Waisika, Kecamatan Alor Timur Laut, Kabupaten Alor. Rencana untuk panjang jembatan yang akan dibangun sepanjang 14 meter. Kami menyadari bahwa pasca banjir ini lebar sungai begitu lebar 40 meter, sehingga mungkin nanti perlu adanya tambahan bronjong untuk memperpendek jarak yang ada di lokasi” ungkap Munawar.

Terkait program ini, Munawar menambahkan bahwa nantinya akan menerjunkan 50 anggota Kodim 1622 Alor juga dibantu oleh aparat Polres Alor serta masyarakat setempat.

“Kami dari Kodim akan mengerahkan sekitar 50, kemudian nanti juga dari Kepolisian juga akan diperbantukan juga, kemudian dari warga masyarakat juga yang selama ini sudah berjalan, terutama dalam pengumpulan batu. Karena material batu ini sangat banyak sekali yang dibutuhkan pada pelaksanaan kegiatan pemasangan jembatan trail ini”.

Sementara itu Wakil Bupati Alor, Imran Duru, S.Pd, mengungkapkan terima kasih kepada TNI Angkatan Darat yang sudah memberikan perhatian kepada masyarakat Kabupaten Alor untuk hadir dan membangun jembatan di Waisika.

“Pemerintah dan rakyat Kabupaten Alor mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Satgas Batalyon Zikon 13, yang langsung hadir di pelabuhan ini dalam rangka kegiatan dan membantu pemulihan dan perbaikan infrastruktur, termasuk infrastruktur jembatan yang sementara merupakan akses utama menghubungkan kecamatan Alor Timur Laut dengan Alor Selatan, sehingga dapat memudahkan aktivitas masyarakat, terutama khusus di bidang ekonomi”.

Kapolres Alor, AKBP Agustinus Christmas Tri Suryanto, S.I.K kepada wartawan mengatakan bahwa kehadiran tim dari TNI AD merupakan bukti hadirnya Pemerintah. Menurutnya POLRI, TNI dan Pemerintah Daerah, sejak awal terjadinya bencana terus bersinergi dalam memberikan berbagai bantuan.

“Ini adalah bukti bahwa Negara hadir di tengah – tengah masyarakat. Sejak dari pertama, TNI – POLRI selalu sinergi dalam rangka perbantuan – perbantuan bencana, perbantuan – perbantuan pencarian dari pada korban, dan evakuasi korban, serta saat ini adalah masa – masa pemulihan, masa – masa rehabilitasi, tentunya kami terus bersinergi, TNI – POLRI juga dengan Pemerintah Daerah, kemudian juga dengan segenap masyarakat”.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Alor, Drs. Yulius Mantaon, mengatakan bahwa rakyat Alor bangga dengan TNI AD karena selalu hadir bersama masyarakat dalam masa – masa sulit.

“Rakyat Alor merasa bangga punya TNI Angkatan Darat. Bukan saja hadir ketiga perang, tetapi ketika damai. Ketika kesulitan TNI selalu hadir bersama rakyat. Ini merupakan kebanggan bagi kami” ujar Mantaon. (Seka)

pemkab alor dinilai baik

PEMDA ALOR DINILAI BAIK DALAM PENANGANAN BENCANA

Pemerintah Kabupaten Alor menurut Bupati Alor, Drs. Amon Djobo, mendapat penilaian baik dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam menangani bencana yang terjadi sejak awal April silam, walaupun lokasi bencana tersebar di berbagai wilayah. Hal ini disampaikannya saat diwawancarai di Desa Lipang, Kecamatan Alor Timur Laut, Sabtu (24/4).

“Provinsi mengakui Alor penanganan bencana cukup strategis dan juga akomodatif. Kita cukup baik, walaupun kita punya lokasi bencana ini tersebar, tidak sama dengan di kabupaten – kabupaten lain yang fokus. Kita punya kan tersebar. Ada tujuh desa di pantar yaitu tiga nya ada di Kecamatan Pantar Tengah, lalu empatnya ada di Kecamatan Pantar Timur. Itu berat semua. Tersebar. Lalu kita di Pulau besar ini ka nada lagi lima kecamatan, juga tersebar, lokasinya jauh – jauh semua” ungkap Bupati Djobo.

Bupati Djobo juga pada kesempatan tersebut juga memberikan klarivikasi terkait adanya tuduhan bahwa Pemerintah kurang memperhatikan bantuan yang turun ke masyarakat. Dirinya menyampaikan bahwa hingga saat ini belum mendapat laporan maupun keluhan dari Kepala Desa maupun masyarakat terkait adanya bantuan yang diberikan oleh Pemerintah. Untuk itu Djobo menghimbau agar nasyarakat jangan mempercayai berbagai isu yang beredar.

“Kalau ada yang bilang ada yang dapat telur 1 butir, lalu ada yang bilang dapat lagi mie 1 bungkus, itu akal. Tanya saja Kepala Desa kok” tegasnya.

Djobo juga pada kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang sudah membantu dalam penanganan bencana Alor. Dirinya berharap kiranya Tuhan juga memberkati semua pihak yang sudah berbuat sesuatu bagi Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Alor.

“Tentu selaku Bupati saya harus menyatakan terima kasih kepada pihak – pihak yang membantu Pemerintah Daerah dan masyarakat di Kabupaten Alor yang kena bencana Siklon ini. Pertama kepada bapak Gubernur, kedua Bapak Presiden, dan juga perangkat yang memberi perhatian kepada Kabupaten ini dari badai siklon ini, termasuk teman – teman TNI, teman – teman POLRI, LSM, Paguyuban, termasuk juga pihak – pihak terkait yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu yang turut memberikan dukungan yang luar biasa. Sehingga dengan demikian apa yang sudah dibuat untuk masyarakat Alor ini memperoleh keberkatan dan restu dari Tuhan untuk hidup ini tetap menjadi berkat buat orang lain” (bns)

siswa sma tamalabang

SISWA SMA TAMALABANG TAMPILKAN LEGO – LEGO PADA PELANTIKAN TIGA KEPALA DAERAH

Siswa SMA Negeri Tamalabang tampil memukau membawakan tarian lego – lego dalam acara pelantikan tiga pasangan Bupati dan Wakil Bupati dari Kabupaten Belu, Malaka, dan Sumba Barat, pada Senin (26/4) di Aula El Tari, Kupang.

Menggunakan pakaian adat Pantar, tim penari menjadi pengantar saat ketiga pasangan pemimpin daerah memasuki aula El Tari.

Penampilan ini berawal dari janji Gubernur NTT, Viktor Laiskodat saat mengunjungi Tamalabang pada Jumad (23/4) silam, dimana dalam sambutannya dirinya meminta secara langsung kepada tim penari lego – lego dari SMA Tamalabang untuk tampil di ajang pelantikan Kepala Daerah tersebut.

“Saya tadi duduk di sini saya lihat tarian itu, tarian yang sangat heroik, enerjik, ini cirri khas orang Pantar. Orang Pantar ini begitu. Karena itu saya mau disaat bencana ini, besok tanggal 26 April saya akan melantik tiga Bupati, saya tadi minta kalau bisa, adik – adik, anak – anak saya itu kalau mereka mau ke Kupang sebelum saya lantik Bupati, saya mau mereka kasi tunjuk Bupati yang mau dilantik itu bagaimana hidup bersemangat lewat tarian – tarian tadi. Bagaimana tarian – tarian itu memunculkan bahwa masyarakat Alor, masyarakat Pantar, pulau yang terasing yang kadang – kadang baru mau dibangun ini, dia mampu memberikan semangat kepada seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur, khususnya mereka yang baru dilantik sebagai pemimpin, jangan pernah tidur, bergerak terus dengan semangat untuk melayani rakyat ini”. (bns)

Page 3 of 10