|
SERBA - SERBI SEPUTAR ALOR EXPO

Agustus, Expo Alor 2008 Digelar
KALABAHI, Pos Kupang -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Alor menggelar Expo
Alor 2008, bulan depan (Agustus 2008). Expo Alor merupakan event tahunan
bagi daerah untuk mempromosikan berbagai potensi daerah dan hasil kegiatan
pembangunan daerah itu.
Expo ketujuh ini juga dikenal sebagai Pesta Budaya Masyarakat. Saat ini
panitia sedang melakukan persiapan-perispan untuk mengelenggarakan kegiatan
dimaksud.
Ketua Umum Panitia Expo Alor 2008, Letkol (Kav) Syariyal E Siregar yang
adalah Dandim 1622 Alor, mengatakan itu saat ditemui di Kalabahi, Rabu
(2/7/2008).
Dia menjelaskan, untuk menyukseskan expo kali ini, panitia bekerja sama
dengan Dinas PU setempat sedang membangun stand-stand. Stand-stand yang
dibangun, baik dari rangka hingga anyaman dindingnya semua dengan bahan baku
bambu. Persiapan yang lain, kata Siregar, setiap seksi mulai menyiapkan
segala sesuatu yang menjadi tanggung jawab seksi seperti seksi kesenian
menyiapkan tarian dan sebagainya. Dalam ajang expo, akan digelar berbagai
perlombaan seni budaya.
Menurut Siregar, dalam expo kali mulai dari acara pembukaan hingga penutupan
telah dirancang sebanyak 50 event kegiatan, termasuk kegiatan khusus, yaitu
temu bisnis. Kegiatan ini cukup spesifik bagi daerah agar menangkap peluang
dari pebisnis untuk berinvestasi di daerah ini.
"Panitia telah rencanakan sekitar 50 kegiatan , mulai dari acara pembukaan,
pameran, jambore pengrajin, berbagai lomba seni budaya, kegiatan wisata,
maupun temu bisnis," kata Siregar.
Siregar mengatakan, dalam expo kali ini seperti yang terjadi dalam expo-expo
sebelumnya, yaitu pelaksanaannya bertepatan dengan kehadiran Sail Indonesia
yang menyinggahi Kabupaten Alor. Pemerintah Kabupaten Alor mendapat dukungan
khusus dari pemerintah pusat untuk menggelar perlombaan yang bernuansa
wisata, yakni lomba marathon dan dayung yang diikuti oleh peserta Sail
Indonesia.
"Kegiatan ini mendapat dukungan dari pusat, karena Kabupaten Alor adalah
salah satu wilayah di NTT yang dijadikan sebagai tempat tujuan kunjungan
wisata," ujar Siregar.
Expo tahun ini, kata Siregar mengangkat thema, "Alor Emas 2008, Bersama Kita
Pasti Bisa". Thema ini mengandung makna bertepatan Kabupaten Alor mencapai
Tahun Emas (50 tahun). (oma)
Expo, sarana menduniakan Alor
Spirit NTT, 25 Februari - 2 Maret 2008
KABUPATEN Alor terus mendunia melalui berbagai bentuk promosinya. Jika pada
Expo Alor I-V yang berlangsung sejak tahun 2002 lalu masih berkutat pada
tenun ikat dan tenun songket, maka pada Expo Alor VI di tahun 2007 ini,
berlangsung dengan menampilkan berbagai aneka kerajinan bambu. Hal ini
sebagaimana tema sentral expo yakni 'Alor Ruas Bambu Ruang Investasi Dunia.'
Ruas bambu merupakan simbol dari kehidupan yang multidimensi di Kabupaten
Alor. Di dalam ruas bambu tersedia ruang bagi para investor atau pengusaha
untuk berinvestasi di daerah ini. Itulah inti dari arti thema Expo Alor VI
Tahun 2007.
Momentum expo yang berlangsung sejak 4-8 Agustus 2007 lalu, diisi dengan
pameran aneka kerajinan bambu seperti tempat tidur, meubel dan asersoris
lainnya.
Selain menampilkan aneka kerajinan bambu, para peserta expo yang berasal
dari 17 kecamatan di Kabupaten Alor juga mempertontonkan berbagai produk
potensi pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan dan pertambangan.
Selain itu, para peserta juga memperagakan berbagai kesenian daerahnya
masing-masing kepada para wisatawan perahu layar dari Sail Indonesia 2007
yang menyinggahi Alor serta para wisatawan nusantara lainnya.
Dalam expo kali ini, pihak Graha Budaya Indonesia (GBI) asal Tokyo Jepang
juga tak mau ketinggalan. Tuan Seichi Okawa bersama crewnya nekat datang
dari Jepang guna mengambil bagian untuk mengapresiasi Expo Alor VI Tahun
2007 dengan membuka standnya yang menampilkan berbagai produk yang terbuat
dari arang bambu dan serat bambu.
Dalam expo kali ini juga ada sejumlah kegiatan untuk memeriahkan expo kali
ini yakni Lomba Panahan Putra yang dimenangkan oleh Kecamatan Teluk Mutiara,
lomba Panahan Putri yang dimenangkan oleh Kecamatan Alor Timur Laut. Lomba
Gasing yang dimenangkan Kecamatan Pantar Barat dan Alor Selatan.
Lomba Pemilihan Pohon Tertua dimenangkan oleh Desa Kafekbekak dari Kecamatan
Alor Tengah Utara dan Kelurahan Kolana Utara dari Kecamatan Alor Timur serta
Desa Air Mancur dari Kecamatan Alor Timur Laut.
Lomba Asah Terampil dimenangkan oleh Kecamatan Teluk Mutiara dan Pantar
Barat. Lomba Proses Tenun dimenangkan oleh Kecamatan Pantar Barat Laut,
Lomba Pewarnaan Benang dimenangkan oleh Kecamatan Alor Timur Laut.
Lomba Proses Kapas Menjadi Benang dimenangkan oleh Kecamatan Pantar Barat
Laut. Lomba Tenun Ikat Terbaik dimenangkan oleh Kecamatan Pantar Barat dan
Lomba Tenun Songket dimenangkan oleh Kecamatan Alor Timur.
Lomba Meubel Bambu Terbaik dimenangkan oleh Kecamatan Teluk Mutiara, Lomba
Stand Terbaik diraih Kecamatan Alor Barat Daya. Lomba Meniup Seruling
dimenangkan oleh Kecamatan Lembur serta pemilihan Duta Wisata Alor tahun
2007 yang berhasil menetapkan Lasarus Atamau dan Helsiana Balol.
Pembukaan Expo Alor VI tahun 2007 ditandai dengan pemukulan bambu dan
penandatanganan prasasti oleh mantan Plt Sekda NTT, Pratini Hardjokusumo, SH
di Stadion Mini Kalabahi mewakili Wagub NTT, Drs. Frans Lebu Raya, yang
berhalangan hadir.
Usai membuka kegiatan yang disambut dengan berbagai dentuman meriam bambu
dari berbagai sudut stadion mini, Partini bersama Bupati Alor dan para unsur
pimpinan daerah meninjau semua stand pameran expo dari 17 kecamatan, dinas
kemakmuran, BUMN-BUMD serta swasta dan BKPMD (Badan Koordinasi Penanaman
Modal Daerah) Propinsi NTT yang juga berkenan membuka stand pamerannya pada
ajang expo kali ini di Kalabahi.
Pelaksanaan expo yang berlangsung dalam suasana yang aman dan nyaman
tersebut, sejak pagi hingga malam dipadati oleh ribuan pengunjung.
Expo ini juga menghadirkan sejumlah penyanyi ternama dan juga digelar
Fashion Show hasil perancang nasional Oscar Lawalata yang mendesain 16 model
rancangan pakaian dengan bahan kainnya adalah tenunan Alor berbagai motif.
Hasil rancangan tersebut kemudian diperagakan oleh 10 orang perempuan
Kabupaten Alor. Momentum expo juga diwarnai dengan kegiatan seminar sehari
tentang kontribusi perempuan dalam penguatan budaya bangsa dengan
menghadirkan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan RI, Prof. Dr. Meutia
Hatta Swasono dan Guru Besar dari Universitas Nusa Cendana Kupang, Prof. Dr.
Alo Liliweri, M.Si, di Hotel Nusa Kenari Indah Kalabahi.
Selain seminar sehari, di moment expo juga diadakan peluncuran Buku Jurnal
Litbang Bappeda Alor, Buku Profil Perempuan Kabupaten Alor Tahun 2004 dan
peresmian Mobil Taman Baca Masyarakat dan peresmian Gedung Perpustakaan
Daerah. (bentara com)
Memikat 362 wisatawan
PAGELARAN expo selain sebagai media promosi, tetapi juga bisa menciptakan
lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Menurut Ketua Umum Panitia Expo Alor VI, Drs. Amin Dopu, Expo Alor lahir
dari pergumulan masyarakat dan pemerintah daerah dalam upaya mempromosikan
dan membangun jaringan kerja sama dengan pihak lain, baik secara kelembagaan
maupun individual.
Jaringan kerja sama ini dibangun untuk membina, memberdayakan dan
melestarikan nilai-nilai budaya dan potensi sumber daya alam (SDA) dan
sumber daya manusia (SDM) untuk ditumbuh-kembangkan. Pergumulan masyarakat
dan pemerintah daerah (Pemda) ini kemudian terkristalisasi dalam bentuk Expo
Kerajinan Alor (EKA) I tahun 2002.
Momentum EKA ini dijadikan sebagai media promisi bagi pelestarian dan
pengembangan seni budaya dan kerajinan Alor. Output dari pelaksanaan EKA
tersebut adalah terjalinnya kerja sama Pemda Alor dengan Graha Budaya
Indonesia (GBI) di Jepang yang dinahkodai Tuan Seichi Okawa.
Kerja sama ini kemudian membuka pintu yang lebar bagi masuknya para investor
baru untuk menanamkan modalnya dan berinvestasi di daerah. Apalagi, kata
Amin Dopu, otonomi daerah memberikan kesempatan yang luas bagi pemda dan
masyarakatnya untuk mengurusi daerahnya masing-masing, sehingga kita harus
memiliki kiat yang jitu guna menarik investor. Ini suatu pekerjaan yang
tidak ringan, membutuhkan waktu, tenaga dan biaya yang sangat tinggi untuk
menarik investor.
Di samping itu, penciptaan kondisi yang aman dan nyaman merupakan faktor
utama yang harus dipenuhi agar investor dan wisatawan bisa betah tinggal di
negeri sejuta kenari ini.
Expo Alor VI yang berlangsung pada 4-8 Agustus 2007 tersebut mampu memikat
362 orang wisatawan yang berasal dari 19 negara yang datang dalam suatu
rombongan Sail Indonesia 2007 dengan menggunakan 127 Kapal layar dari Darwin
menuju Batam dengan menyinggahi 8 Propinsi, 3 kabupaten dan 3 Kota di
Indonesia termasuk Kabupaten Alor.
Momentum Expo Alor VI, jelas Amin Dopu ketika membaca laporan panitia pada
pembukaan Expo Sabtu (4/8/2007) dan pada penutupan Expo pada Rabu (8/8/2007)
lalu, memiliki lima tujuan utama.
Kelima tujuan expo adalah, pertama, memprsentasikan secara langsung peluang
investasi di daerah ini kepada investor.
Kedua, menyebarluaskan informasi potensi investasi dan peluang bisnis ke
berbagai daerah, bahkan keluar negeri bahwa Kabupaten Alor sebagai pulau
terluar yang berbatasan laut langsung dengan Negara Republik Demokratik
Timor Leste (RDTL).
Ketiga, sebagai media untuk menjelaskan kepada calon investor bahwa
Kabupaten Alor yang terdiri dari 15 pulau memiliki SDA yang kaya, memiliki
potensi seni budaya dan pariwisata serta produk kerajinan.
Keempat, meningkatkan arus kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara.
Sasaran yang tercapai dalam event expo ini, jelas Pelaksana Tugas Sekretaris
Daerah (Sekda) ini, adalah tereksposenya peluang investasi, terjadinya
transaksi dalam bidang investasi antara peserta pameran dengan pengusaha
atau calon investor, meningkatnya arus investasi dan wisatawan ke Kabupaten
Alor. Kelima, terciptanya lapangan kerja baru.
Hasilnya, kata Amin Dopu, pada event expo kali ini, dalam catatan panitia
terungkap bahwa terjadi transaksi jual beli antara pengusaha dengan
stand-stand pameran sebesar Rp 125.350.000, pendapatan pedagang kaki lima
PKL) sebesar Rp 42.534.000, pendapatan PKL di Pantai Dulionong sebesar Rp 24
juta lebih. Pembelian bambu kepada masyarakat sebesar Rp 125 juta, dan
meningkatnya arus penumpang dari Kupang-Alor mencapai 200 orang.
Kegiatan expo ini juga diliput oleh berbagai reporter media elektronik
stasiun televisi dan wartawan dari berbagai media cetak di tanah air.
(bentara.com)
Penyelenggaraan Expo Alor mulai
tahun 2002.
Pada tahun 2002 dan 2003 masih terbatas
pengunjung lokal. Tahun 2004 dihadiri pula oleh tamu 6 negara peserta lomba
layar (sail indonesia), dimana pembukaan Expo dilaksanakan oleh Menteri
Pariwisata, Seni dan Budaya, yang dihadiri Wakil Gubernur NTT dan Unsur
Pemda NTT, DPR RI. Pada tahun 2005 turut dihadir tamu peserta lomba layar
dari 16 Negara dan Expo dibuka oleh Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal
dihadiri pula oleh Gubernur NTT dan Pejabat Pemda NTT. Pada Expo ini
sekaligus sebagai peresmian penerbangan perdana Pesawat Trans Nusa. Pada
tahun 2006 Expo dihadiri tamu mancanegara peserta Sail Indonesia, Expo
dibuka oleh Gubernur NTT yang di wakili Danlantamal IX. Expo Alor Tahun
2007 dengan Thema “ Alor Ruas Bambu dan Ruang Investasi Dunia ” di hadiri
tamu mancanegara Sail Indonesia, Graha Budaya Indonesia – Jepang dan Oscar
Lawalata Culture. Expo VI Tahun 2007 dibuka oleh Gubernur NTT yang diwakili
Pelaksana Tugas Sekda NTT. Sejak Expo I sampai dengan Expo VI selalu
dihadiri oleh Tuan Seiichi Okawa Pimpinan GBI (Graha Budaya Indonesia) di
Jepang bersama Wisatawan Jepang. Seiichi Okawa sendiri ikut mengagas
penyelenggaraan Expo Alor. Expo ini selain sebagai ajang promosi,
komunikasi dan informasi, juga sekaligus menjalin sinergi penyelenggaraan
pemerintahan antara Pemerintah Kabupaten Alor dengan Pemerintah Propinsi NTT
dan Pusat dalam masa otonomi daerah ini sehingga menjamin persatuan dan
kebersamaan dalam wadah NKRI. Dengan kegiatan Expo maka upaya produksi dan
produktivitas masyarakat meningkat baik komoditil pertanian, kehutanan,
kerajinan rakyat (Tenunan, Anyaman, Pengolahan Pangan), Perikanan dan
Investasi meningkat, dan pada bulan Agustus 2008 akan diadakan kegiatan Expo
VII.
|