Kabupaten Alor Dipilih Menjadi Salah Satu Nominator Untuk Terima ICT PURA
Written by Manoak Boling Sau   
Monday, 26 December 2011
mplik.jpgBerbagai upaya yang dilakukan oleh UPT PDE Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Alor dalam penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Alor mendapat apresisasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Demikian disampaikan kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Alor Terince Mabilehi, SH yang didampingi Kasubag Tata Usaha UPT PDE Manoak Boling Sau, ST ketika menerima awak media ini diruang kerjanya belum lama ini.
Menurut Rince, demikian Kadis Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kaabupaten Alor biasa disapa, ICT PURA adalah Gerakan bersama seluruh komponen bangsa dalam memetakan, mengukur, dan mengapresiasi kota-kota dan kabupaten-kabupaten di nusantara terkait dengan kesiapan yang bersangkutan dalam memasuki era digital. Istilah ICT Pura sendiri pada dasarnya berkaca pada keberhasilan pemerintah Indonesia dalam memperkenalkan konsep penghargaan “Adipura” – yang diberikan kepada daerah otonom yang dianggap berhasil mengelola lingkungan yang bersih dan sehat. Secara arti kata yang membentuknya, ICT pura berarti “Kota TIK” atau dalam bahasa asingnya sering diistilahkan sebagai “Digital City” – sebuah kota yang berhasil mengelola TIK dengan baik sehingga memberikan kontribusi manfaat yang signifikan terhadap pengembangan masyarakatnya.
Sejumlah dimensi sebagai pembentuk ekosistem TIK dalam lingkungan kota/kabupaten, antara lain dimensi Kebutuhan dan Keselarasan yang terkait langsung dengan definisi atau target kebutuhan dan harapan dari berbagai pemangku kepentingan terhadap keberadaan TIK dalam beragam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara;  dimensi Proses dan Tata Kelola Penyelenggaraan (Suprastruktur) yang paling tidak terdiri dari 4 (empat) rangkaian aktivitas, masing-masing adalah: (i) Perencanaan dan Pengorganisasian; (ii) Pengadaan dan Pembangunan; (iii) Penerapan dan Pengelolaan; (iv) Pengawasan dan Pengembangan; dimensi Sumber Daya Teknologi (Infrastruktur) yang terdiri dari berbagai komponen utama seperti: (i) Jaringan (network); (ii) Piranti Keras (hardware); (iii) Piranti Lunak (program/aplikasi); (iv) Informasi (dan database); (v) Sumber Daya Manusia; dimensi Komunitas atau Kelompok Masyarakat yang berperan sebagai pengguna, penyelenggara, penikmat, dan pelaksana TIK, dimana dalam sebuah kota/kabupaten, paling tidak terdapat 4 (empat) kelompok yang dimaksud, yaitu: (i) Pemerintah; (ii) Industri/Bisnis; (iii) Pendidikan; dan (iv) Konsumen; dan dimensi Keluaran dan Manfaat (Outcomes) yang merupakan hasil nyata atau “value” yang diperoleh atau dinikmati masyarakat dengan telah diimplementasikannya beragam aplikasi TIK di kota/kabupaten yang bersangkutan.
 
mplik.jpg
 
Keseluruhan dimensi ini pada dasarnya saling berhubungan dan tidak terpisahkan satu dengan lainnya. Pembentukan kota/kabupaten digital tidak dapat dilakukan hanya dengan cara memfokuskan diri pada pengembangan satu unsur atau dimensi saja, misalnya pada aspek infrastruktur, atau pemerintahan (e-government), atau pengembangan konten, dan lain-lain. Membangun sebuah kota/kabupaten berbasis TIK yang siap menghadapi era komunitas digital harus dilakukan secara holistik dan sistemik. Oleh karena itulah maka dalam perencanaan dan implementasinya, kelima dimensi ini harus mendapatkan perhatian yang sama – sehingga pembangunan yang terjadi dapat benar-benar bermanfaat dan berkesinambungan
Kabupaten Alor merupakan salah satu dari 165 kabupaten / kota di Indonesia yang dipilih menjadi naminator untuk menerima Penghargaan di bidang Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT Pura). Namun informasi resmi yang berkaitan dengan ICT PURA baru diterima Bupati Alor tanggal 12 Desember 2011 (sehari sebelum pelaksanaan pengumuman pemenang ICT PURA yakni pada tanggal 13 Desember 2011). Jika dilihat dari aspek-aspek yang menjadi dasar penilaian, maka sebenarnya kabupaten Alor sangat layak untuk mendapatkan penghargaan tersebut karena indikator penilaian, persyaratan yang harus dipenuhi setiap kabupaten/kota sudah terpenuhi. Untuk itu pada tahun 2012, pihaknya akan berusah menjemput bola. Demikian ditegaskan Rince Mabilehi. Sesui dengan arahan Bapak Bupati, Pemerintah Kabupaten Alor juga akan secara resmi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia yang telah menetapkan Kabupaten Alor sebagai salah satu nominator penerima ICT PURA.

3 Unit Mobil Pusat Layanan Internet Tiba di Alor

Pada kesempatan yang sama Rince yang didampingi Boling Sau mengatakan bahwa pada tanggal 19 – 20 Desember 2011, pihaknya telah mengirim beberapa staf untuk mengikuti BIMTEK Pengoperasian Mobil Layanan Internet di Kupang, dan puji Tuhan pada tanggal 21 Desember 2011 3 unit mobil layanan internet tersebut tiba di Kalabahi. Menurut Mabilehi, sesuai Perjanjian Kerjasama yang ditandataangani oleh Bupati Alor, ada sejumlah kewajiban yang harus dipenuhi Pemerintah Kabupaten Alor diantaranya berkaitan dengan operasional mobil tersebut. Sebagai Penanggung Jawab terhadap 3 unit mobil internet tersebut ditunjuk Kasubag Tata Usaha UPT PDE Manoak Boling Sau, ST untuk bertanggung jawab dalam pengelolaan mobil internet dimaksud. Penunjukan Boling Sau lebih dikarenakan yang bersangkutan secara teknis lebih mengetahui teknis pengoperasian mobil tersebut. Oleh karena itu Mabilehi mengharapkan agar tidak perlu dipersoalkan. Hal ini perlu kami sampaikan karena sebelumnya ada media cetak di Alor yang mempersoalkan penunjukan UPT PDE sebagai pengelola mobil internet. Dan dalam rangka menyambut Tahun Baru 2012, pihaknya akan melakukan layanan internet secara gratis mulai tanggal 27 – 31 Desember 2011, untuk dihimbau kepada seluruh warga kabupaten Alor untuk memanfaatkan moment tersebut secara baik. Selanjutnya tarif yang akan dikenakan kepada pengguna internet pada mobil layanan internet akan dikenakan biaya Rp. 3.000/jam dan akan mendapat discount apabila dipakai lebih dari  satu jam. Ditambahkan oleh Boling Sau, bahwa sasaran layanan mobil internet lebih diarahkan ke sekolah-sekolah dan tempat – tempat umum seperti Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Alor, Stadion Mini Kalabahi serta diupayakan pada malam hari di Pantai Reklamasi Dulionong. Bahkan apabila memungkinkan maka pada hari libur/minggu mobil internet akan melayani tempat-tempat wisata seperti Pantai Wisata Mali dan Pantai Wisata Moimol sehingga para pengunjung selain menikmati wisata laut, juga sekaligus bisa mengakses layanan internet.
Last Updated ( Saturday, 23 June 2012 )