Home arrow Siaran Pers arrow Bupati Alor tegaskan ada 4 hal yang mengikat suami istri
Selayang Pandang
Pariwisata
Wisata Alam
Wisata Sejarah
Wisata Budaya
Arsip Berita
Seputar Alor
Nasional
Siaran Pers
Newsflash
Pemerintahan
Interaktif
Buku Tamu
Download
Galeri Foto
Webmail
Pengumuman Lelang
Perangkat Daerah
Badan
Dinas
Kantor
Sekretariat Daerah
Sekretariat DPRD
Inspektorat Daerah
RSUD
Layanan Pengaduan
 Bagi anda yang akan menggunakan layanan pengaduan, Silahkan registrasi sebagai member terlebih dahulu, pahami mekanismenya. Salurkan pengaduan anda. Terima kasih
Bupati Alor tegaskan ada 4 hal yang mengikat suami istri Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 31 December 2010
Bupati Alor Drs. Simeon Th. Pally tegaskan bahwa ada empat hal yang mengikat setiap pasangan suami isteri, yaitu : Perjanjian, Kesepakatan Adat, Hukum Agama dan Hukum Pemerintahan. Hal ini disampaikannya dihadapan 117 pasangan suami isteri usai Upacara Pemberkatan Nikah Massal dan Pencatatan Sipil di ruang Gereja Pniel Kelurahan Kolana – Kecamatan Alor Timur, Kamis (4/11).

        Lebih lanjut Bupati Pally tegaskan, hal pertama yang dilaksanakan oleh setiap pasangan suami – isteri adalah Perjanjian, yaitu perjanjian antara laki-laki dan perempuan untuk saling mencintai dan perjanjian untuk membina suatu rumah tangga. Hal kedua adalah Kesepakatan hukum adat, dimana keluarga laki-laki dan perempuan sepakat memberikan restu kepada kedua anak mereka untuk menikah. Selanjutnya adalah Hukum Agama, yakni pemberkatan nikah sebagaimana yang telah dilaksanakan oleh Pendeta dalam upacara pemberkatan nikah kepada 20 pasangan nikah pada hari ini dan hal yang keempat adalah hukum pemerintah
yaitu pencatatan sipil yang pada hari ini juga dilakukan oleh Camat Alor Timur terhadap 117 pasangan suami – isteri.
       Empat ketentuan tersebut, lanjut Bupati Pally merupakan ketentuan dasar yang mengikat pasangan suami – isteri yang akan membentuk rumah tangga. Dengan demikian maka, suatu pernikahan itu melibatkan campur tangan banyak pihak, baik pihak keluarga, adat, pemerintah maupun pihak agama. Untuk itu, diharapkan pasangan suami isteri yang telah menerima pemberkatan nikah dan pencatatan sipil harus memperhatikannya dalam kehidupan rumah tangga.
  “Suatu pernikahan itu melibatkan banyak pihak, yakni pihak adat untuk melakukan kesepakatan adat, pihak pemerintah untuk melaksanakan pencatatan sipil dan pihak agama melakukan hukum agama yakni pemberkatan nikah. Untuk itu, saya harap 117 pasangan nikah dan pencatatan sipil harus memperhatikan hal-hal ini. Saya juga harap agar membina kehidupan keluarga yang harmonis, saling menghargai dan jangan saling menceraikan karena hanya mautlah yang bisa menceraikan, ujar Bupati Pally tegas”.
       Sementara itu, Ketua DPRD Kab. Alor Markus Dominggus Malaka, SH dalam sambutannya mengatakan bahwa ada tiga hal mesti diperhatikan oleh setiap pasangan suami isteri yaitu : Pertama, upacara pernikahan dan pencatatan sipil sebagaimana yang dilakukan pada hari ini, berarti mensahkan adanya suatu tanggungjawab yang besar, tanggungjawab dari masing-masing pribadi baik laki-laki maupun perempuan yang bersepakat untuk membina rumah tangga yang terbangun dalam hubungan suami isteri dan pada akhirnya dikaruniai anak-anak.   Harus disadari bahwa tanggungjawab ini cukup berat, karena ketika seseorang masih hidup bersama orang tuanya, ia belum memiliki tanggungjawab penuh sebab ia masih menjadi tanggungjawab orangtua, namun disaat ia berkeluarga/berumahtangga maka ia sudah memiliki tanggungjawab baik tanggungjawab dalam internal keluarga maupun hubungan diluar keluarga. Hal kedua adalah melalui pernikahan juga, kita membangun sebuah hubungan dan ada relasi yang diciptakan. Sebab, dalam pernikahan akan terjadi suatu interaksi atau suatu hubungan yang dibangun antara suami – isteri, bahkan lebih daripada itu pernikahan itu juga menyatukan dua keluarga besar yakni keluarga mempelai laki-laki dan perempuan.
           Oleh Karena itu, relasi ini harus terus dan tetap dijaga baik dalam hubungan suami isteri, maupun hubungan dengan keluarga dan masyarakat sekitar kehidupan kita. Hal yang Ketiga adalah, dalam suatu pernikahan itu pasti menginginkan adanya keturunan namun bila Tuhan belum mengaruniai maka jangan jadikan itu sebagai suatu persoalan. Dari ketiga hal ini diharapkan 20 pasangan yang baru dinikahkan dapat memperhatikannya dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Diharapkan pula agar segala nasihat dari orang tua, pemerintah dan pendeta harus dimaknai dalam menjalani kehidupan berumah tangga.
        Perlu diketahui bahwa, upacara nikah missal  dan pencatatan sipil bagi 117 pasangan suami isteri dilaksanakan atas kerjasama masyarakat Kelurahan Kolana dan Pemerintah Kabupaten Alor melalui Bagian Administrasi Setda Kab. Alor.
 
Next >


Website Resmi Pemerintah Kabupaten Alor
dikelola oleh
UPTD PDE - Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (DISHUB KOMINFO)
Copyrights by UPTD PDE DISHUB KOMINFO Kab. Alor
@2010