Drs. AMON DJOBO
Bupati Alor

Sang Pendaki dari Purawematang

Tak Melambung Kala Disanjung, Tak Tumbang Kala Diterjang

LELAKI gagah dengan mata tajam itu terlahir bernama Amon Djobo. Sejak menyelasaikan studinya sebagai Sarjana Ilmu Administrasi Negara di Kupang, 1986, ia berhak melengkapi namanya menjadi Drs. Amon Djobo, Pegawai Negeri Sipil dengan NIP (Nomor Induk Pegawai) 19600222 198803 1 006 itu lahir di Purawematang Alor, 22 Pebruari 1960. Terakhir berpangkat Pembina Utama Muda, Golongan IV C.

Melalui Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Alor 2013, rakyat Kabupaten Alor memberikan Amanah Kepadanya sebagai Bupati Alor periode 2014-2019 bersama Imran Duru, S.Pd yang mendampinginya sebagai Wakil Bupati.

Terakhir Drs. Amon Djobo menyandang amanah sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Alor. Lelaki yang karib dengan banyak kalangan ini seorang penganut Kristen Protestan yang teguh. Pernikahannya dengan Dra. Beth Isdiani Djobo, kelahiran Salatiga 31 Oktober 1960 yang juga Pegawai Negeri Sipil, yang juga penganut Kristen Protestan, dikarunia tiga putra dan puteri, puteri pertamnya, Anugrah Yanti Djobo, telah meninggal dunia, kini tinggal dua permata hati dan buah cinta yang menemani: Aprima Visto Lucas Nuansyah Djobo dan Thessa Dewi Anggriani Djobo. Keluarga harmonis ini tinggal diJalan Margasatwa No. 6 Kalabahi. Kadang mereka juga menempati kediaman di Jalan Demak No. 3B, Kelurahan Mutiara, Teluk Mutiara-Alor.

Drs. Amon Djobo menyelesaikan Sekolah Dasar GMIT Retta di Pura (Tamat 1975). Setelah itu ia menyelesaikan sekolah di SMEP Negeri Kalabahi (Tamat 1978). Setelah itu ia melanjutkan pendidikan ke SMEA Nasional Kalabahi (Tamat 1981). Drs Amon Djobo mengawali kariernya sebagai tenaga honor pada Kantor YUPENKRIS GMIT Kupang (1986-1987), kemudian menjadi tenaga honor pada Kantor BAPPEDA Kabupaten Alor (1987-1988). Tahun 1989 ia diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil Pusat Diperbantukan dan ditempatkan pada Bagian Ekonomi Kantor Sekertariat Daerah Kabupaten Alor. Karena ketekunan dan keaktifannya ia dipercaya menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris KORPRI Kabupaten Alor (1989-1991). Kemudian diangkat sebagai Camat pada Kecamatan Alor Timur (Bulan Maret 1991-Maret 1995). Setelah itu dia dimutasi untuk mengemban tugas sebagai staf pada Kantor BAPPEDA Kabupaten Alor (tahun 1995-1997). Kemudian dipercaya sebagai Kepala Bidang Data dan Pelaporan pada Kantor BAPPEDA Kabupaten Alor (Juni 1997 sampai Desember 1997).

Setelah itu Drs. Amon Djobo dipercaya sebagai Sekretaris BAPPEDA Kabupaten Alor, Tahun 1998-1999. Pada Juni 1999 ia dilantik sebagai Asisten Bidang Administrasi Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, yang dijabatnya sampai Juni 2002. Pada 4 Oktober 1999 ia dilantik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PKT Kabupaten Alor dan mengemban amanah itu sampai 20 Agustus 2000. Pada 12 September 2003, Drs Amon Djobo dilantik sebagai Asisten Administrasi Umum Pada Sekretariat Daerah Kabupaten Alor. Pada 7 Maret 2008 ia dilantik sebagai Kepala BAPPEDA Kabupaten Alor, kemudian pada Tanggal 12 Pebruari 2011 dilantik sebagai Staf Ahli Bupati Alor Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum. 10 Januari 2012 Drs. Amon Djobo dilantik sebagai Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Alor. Pada 14 Maret 2012, ia dilantik sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga. Perjalanan kariernya berliku. Ia menjalaninya dengan keikhlasan dan kesungguhan. Sebagai seorang pembelajar, Drs. Amon Djobo tak bosan mengikuti serangkaian pendidikan penjenjangan. Tercatat ia mengikuti Sekolah Staf dan Administrasi Tingkat Lanjutan Departemen Dalam Negeri (SEPALA) Angkatan III di Kupang (1991). Tahun 1995, ia dipilih untuk mengikuti Sekolah Pimpinan Administrasi Tingkat Madya (spama) Departemen Dalam Negeri, Angkata I di Kupang. Tahun 2002 dia mengikuti Diklat Kepemimipinan Tingkat II (DIKLAT PIM Tk. II) Angkatan IV di Jakarta, Tahun 2002.

Drs. Amon Djobo mengikuti serangkaian kursus-kursus yang memperluas pengetahuan dan wawasannya. Ia mengikuti Kursus Kepemimpinan Pemerintah Dalam Negeri (SUSPIM DAGRI) Angkatan IV di Bandung (1990-1991). Ia mengikuti pula Kursus Manajemen Koperasi di Kupang (1991), kemudian Kursus Kesyabandaran di Kupang (1992). Setelah itu Drs. Amon Djobo mengikuti Penataran Wajib Belajar SLTP di Kupang (1992 dan 1993). Lalu, Kursus Manajemen Personalia di Kupang (1993). Tahun 1994 ia mengikuti Orientasi Camat Perkotaan di Kupang. Tahun 1995 ia mengikuti Penataran P-4 Tingkat Kabupaten Alor, Angkatan ke II di Kalabahi. Setelah itu mengikuti kursus Teknis Manajemen Perencanaan Pembangunan Daerah Tingkat Dasar (TMPP-D) Angkatan XX di Ujung Pandang (1997-1998). Kala itu ia sempatkan mengikuti Penataran bagi calon Penatar P-4 Kontekstual Pola 144 jam, Angkatan II di Jakarta Tanggal 4-24 September 1997. Tak hanya itu Tahun 1999, Drs. Amon Djobo mengikuti Loka Karya Strategi Pembangunan Pelayaran Umum di Cisarua, Bogor Tahun 1999. Kemudian, Pelatihan Perencanaan Strategis Bagi Organisasi Pemerintahan dan Organisasi Non Profit (Strategic Manegement In Local Goverenment) di Kupang Tahun 2000. Pada Tahun itu pula, Drs. Amon Djobo mengikuti Diklat Teknik dan Manajemen Kebijakan Publik Dalam Pemberdayaan Daerah Untuk Kesiapan Kebijakan Otonomi (LAN-RI) di Jakarta dan Pembekalan Teknis Paradigma Baru Sistem Penganggaran dan Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah, di Bandung. Tahun 2001, ia mengikuti Pelatihan AKIP (Akuntabilitas Kinerja Aparatur Pemerintah) di Kupang, serta Pelatihan dan Bimbingan Teknis Penyusunan Formasi PNS Departemen Dalam Negeri dan Otonomi Daerah di Jakarta, tahun 2001. Lalu, Drs. Amon Djobo juga mengikuti Loka Karya Regional Deseminasi PP No 82/2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran untuk Pembangunan yang Berkelanjutan di Kawasan Timur Indonesia di Jakarta.

Tahun 2003, ia mengikuti Kursus Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) di Universitas Indonesia di Jakarta. Setahun kemudian, ia mengikuti Diklat Publik Manajemen Reform di Jakarta. Pada Tahun 2004 ia pula Drs. Amon Djobo mengikuti Workshop Pengembangan Kepemimipinan dan Pengembangan Pola Pikir Departemen Dalam Negeri di Jakarta. Kemidian mengikuti Diklat Publik Manajemen Reform C Diklat Manajemen Pegawai Negeri Silpil yang diselenggarakan oleh Depertemen Dalam Negeri di Jakarta, tanggal 6 Agustus 2004. Lalu ia mengikuti Diklat Manajemen Pelayanan Publik diselenggarakan oleh LAN RI di Jakarta Tahun 2006.

Tahun 2011, ia mengikuti Diklat Grand Design Peranan dan Peningkatan Fungsi Stakeholders Dalam Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Tingkat Provinsi dan Kabupaten dan Kota yang diselenggarakan oleh Depertemen Dalam Negeri di Bandung. Di tahun yang sama ia mengikuti Bimtek dan Sistem Manajemen Aparatur Sipil Negara Dalam Mewujudkan Desentralisasi sebagai Profesi PNS, Departemen Dalam Negeri di Bandung. Kemudian ia mengikuti Bimtek Fungsi dan Peran Rencana Kerja Serta Tugas Pokok Bidang Staf Ahli Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Jakarta, pada Tahun 2011.

Pada Tahun 2011 pula ia mengikuti Diklat Efektifitas Implementasi Revisi UU No. 33 Tahun 2004 Tentang Pembayaran Keuangan Pusat dan Daerah dalam Meminimalisasi Disparitas Pembangunan Antar Daerah Serta Porposi Ideal Pembagian Alokasi Dana Keuangan Daerah, Departemen Dalam Negeri di Bandung. Disusul kemudian, Diklat Reformasi Birokrasi PNS di Bandung, di tahun yang sama Drs Amon Djobo juga aktif dalam berorganisasi. Tercatat, dia pernah menjadi Ketua Bidang Pengkaderan pada Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Kupang tahun 1983-1986. Pada masa yang sama, dia dipercaya sebagai Sekretaris Pemuda Gereja Kota Kupang.

Tahun 1983-1985 ia menjadi Wakil Ketua DPD AMPI Kabupaten Kupang. Tahun 1985-1987 ia aktif sebagai Pengurus Karang Taruna Tingkat Kecamatan Kupang Selatan Tahun 1985-1987. Tahun 1997-2002, Drs. Amon Djobo menjabat sebagai Sekretaris Umum Pemuda Pancasila Cabang Alor Tahun 1997-2002. Sebelumnya ia menjadi Penasehat GOLKAR Kecamatan Alor Timur, Tahun (1991-1995). Tahun 2000-2010, ia dipercaya sebagai Ketua Harian KONI Alor. Lantas, dipercaya sebagai Ketua Bidang Pengkaderan PIKI (Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia) Cabang Alor, sejak 1993-sekarang.

Ketika mahasisiwa Drs. Amon Djobo mengikuti Seminar Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi dengan tema Pembangunan Indonesia Bagian Timur yang diselenggarakan oleh UNHAS di Ujung Pandang (1982). Tahun itu juga ia mengikuti Kongres Nasional GMKI di Salatiga/Jawa Tengah Tahun 1986, ia mengikuti Studi Tentang Memorial Lecture yang diselenggarakan Yayasan Bina Dharma Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.

Tahun 1988, ia mengikuti Konsultasi Regional Pemuda KristenWijaya VI (Bali, NTT, NTB dan Jawa Tengah) di Salatiga/ Jawa Tengah.

Kemudian mengikuti lagi studi tentang Noto Hamijoyo Memorial Lecture yang diselenggarakan Yayasan Bina Dharma Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Tahun 1989. Tahun 1993, dia mengikuti konsultasi Pemuda Gereja Tingkat Nasional Tentang Pembahasan Asas Tunggal Pancasila di Jakarta pada Tahun 1993. Penerima Penghargaan dari Menteri Dalam Negeri (selaku ketua umum Lembaga Pemelihan Umum Pusat tahun1992) ini memang seorang yang teguh pendirian dan konsisten dalam memperjuangkan cita-cita. Ia tak mudah putus asa. Karenanya dalam aktifitasnya, ia pernah menerima pula Penghargaan dari DPD I GOLKAR NTT (1992). Tahun 2002, ia memperoleh Penghargaan Asean Profesional Golden Award dari Yayasan Citra Mandiri Indonesia. Kemudian menerima Penghargaan Figur APEC (Asean Pasific Economic Executive) Golden Award 2003 dari Yayasan Kharisma Anak Bangsa. Tahun 2004, dia sempat menjadi nominne Penerima Penghargaan KALPATARU Kategori Pengabdi Lingkungan.

Drs. Amon Djobo terbiasa mengalami kontestasi. Para sahabatnya menjuluki dia pendaki gunung yang tahu cara naik, memperbaiki diri ketika gagal, tahu bagaimana mencapai puncak, tahu pula apa yang harus dilakukan kala di puncak, berapa lama harus berada di puncak, dan tahu pula jalan turun pada masanya. Ia juga penyelam yang pandai mengukur kemampuan dirinya dan pandai memelihara energi positif untuk terus optimis dalam menjalankan tugas, mengabdi kepada Kabupaten Alor dan rakyatnya.

Tahun 2003 ia mengikuti pemilukada Kabupaten Alor (2004-2009) sebagai calon Bupati dan kalah. Lima tahun kemudian dia mengikuti lagi kontestasi Pemilukada Kabupaten Alor (2009-2014) sebagai calon Bupati, juga kalah. Tahun 2013 lagi, ia mengikuti Pemilukada Kabupaten Alor (2014-1019) sebagai calon bupati. Kali ini dia berhasil terpilih sebagai orang nomor satu di Kabupaten Alor. Ia lelaki sejati, yang tak melambung kala disanjung, tak tumbang kala diterjang.