Pohon Kenari, nama latinnya Canarium sp, merupakan tanaman identitas Kabupaten Alor, dengan pertimbangan bahwa keberadaan pohon dimaksud, sangat terancam dan hampir punah. Perlu upaya pelestarian dan pengembangan.

Pohon kenari yang banyak tumbuh di Kabupaten Alor, memiliki kegunaan baik pohon/kayu untuk bangunan dan buahnya bisa dijadikan sebagai bahan makanan dan bumbu kue. Oleh karena kekhasannya dan jumlahnya cukup banyak, sehingga Alor dijuluki Kabupaten “NUSA KENARI”. Disamping Pohon Kenari, tanaman khas lainnya, adalah sejenis mangga yang buahnya besar dan sangat manis rasanya. Satu buah besar bisa mencapai 1 kg. pohon mangga yang satu ini hanya tumbuh di Kabupaten Alor. Sedangkan untuk ditanam di daerah lain, buahnya akan menjadi lebih kecil.

Sedangkan fauna yang ada di Kabupaten Alor, adalah rusa atau menjangan. Oleh karena terus diburu dan ditembak, fauna ini mulai langka, dan karenanya dijadikan maskot untuk dipelihara, dibudayakan dan dilestarikan, sesuai dengan PP nomor 7 tahun 1999, tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa

Kondisi laut Alor pada umumnya masih bagus. Beberapa indikator penting mengenai hal ini antara lain adalah
Tutupan lamunnya bahkan mencapai 86 % di Pulau Lapang.
Luas tutupan karang hidup di Pulau-pulau Kecil berkisar antara 10 % hingga 90 %. Tutupan karang yang sedemikian bagus membuat kondisi ikan karang dan makrobentosnya sangat bagus pula.
Di Pulau Ternate jumlah kelimpahan ikan mencapai 1.650 ekor per 25 m2, demikian pula kondisi makrobentosnya, di Pulau Buaya kelimpahannya mencapai 64 individu per 25 m2.
Kondisi tutupan dan kelimpahan yang baik juga terlihat pada ekosistem mangrove. Hutan mangrove di pulau Kangge dijumpai di Teluk Bulu Waeloro (artinya : teluk yang ada air) dengan luasan panjang sekitar 1 km dan ketebalan sekitar 300 mete