Berita Terbaru

Berita Terbaru (6)

bupatiBertempat di Gereja Mail Eheng Mali berlangsung Pesta Paduan Suara Gerejawi Persekutuan Anak dan Remaja Tingkat Klasis Teluk Kabola dengan melibatkan 24 mata jemaat dan + 1000 anak PAR turut mengambil bagian dalam kegiatan ini. Perhelatan sukacita untuk kalangan PAR yang dimotori oleh Pengurus Klasis Teluk Kabola merupakan yang kedua kali di tingkat Klasis Gereja-gereja se-Tribuana.
Hadir dalam kegiatan ini Bupati Alor, jajaran Muspida Ketua Klasis, para Pendeta se Klasis Teluk Kabola dan seluruh Pengurus Pemuda se-Klasis Teluk Kabola.
Dalam sambutannya Bupati Alor mengatakan  acara sukacita yang dilakukan oleh anak-anak PAR ini adalah merupakan langkah strategis dalam mewujudkan kualitas Sumber Daya Manusia Alor khususnya kualitas SDM Kristen di daerah ini untuk menumbuhkembangkan kreatifitas, daya dukung dan harapan mereka serta untuk menanamkan kejujuran nilai-nilai rohani, kejujuran persahabatan dan kejujuran intelektual yg selama ini mereka miliki. Lebih lanjut Bupati Alor mengatakan kondisi obyektif daerah ini menunjukkan bahwa kualitas SDM Alor sudah cukup memadai, namun disisi yang lain kreatifitas, kearifan lokal dan dukungan-dukungan teknis lainnya perlu harus dibina dan ditingkatkan sehingga pemuda pemudi Alor pun memiliki martabat dan kehormatan untuk bisa melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat. dari talenta keberkatan yg Tuhan beri baik untuk melayani keluarga, melayani sesama maupun utk melayani Tuhan  

img 20190719 wa0033Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor B. Laiskodat mebuka Festival Panggil Ikan (Dugong) di Pantai Wisata Mali di Alor, Jumat (19/7). Acara pembukaan yang dihadiri ribuan orang itu dimaksudkan sebagai pendorong promosi serta pengembangan sektor Pariwisata di Nusa Tenggara timur pada umumnya dan secara khusus untuk Kabupaten Alor.

Dalam sambutannya, Gubernur Viktor Laiskodat memberikan apresiasi bagi Bupati Alor dan masyarakat Kabupaten Alor, karena menurut gubernur pengalaman pelaksanaan Festival di NTT yang diikuti, Festival Panggil Ikan (Dugong) merupakan Festival terbaik di NTT. Menurut Viktor kesiapan pelaksanaan Festival ini walaupun yang pertama tapi bisa mencapai 40 % ketimbang di daerah lain yang baru mencapai sekitar 10 %.

Untuk itu Viktor berjanji akan mengundang Pengusaha untuk membangun fasilitas pendukung seperti Resort atau Hotel yang bagus sepanjang daerah wisata ini sehingga pada pelaksanaan Festival tahun 2020 persiapannya bisa mencapai 90 %. Pada kesempatan ini, gubernur juga menyampaikan salam hangat dari bapak Presiden Joko Widodo dan berjanji akan menghadiri Festival Panggil Ikan (Dugong) tahun 2020 yang akan datang.

Diakhir sambutannya gubernur berpesan agar Bupati Alor dapat membuat Perda atau Perbup yang mengatur tentang pelaksanaan Kegiatan Panggil Dugong. Jangan setiap orang yang berkunjung di Alor diantar untuk melihat Dugong. Jika demikian maka Dugong tidak punya nilai investasi yang mahal. Oleh karena itu jiika dapat maka peristiwa panggil dugong hanya dilakukan 2 kali dalam setahun. Gubernur juga berpesan agar Dugong dapat dilestarikan dengan baik karena dugong merupakan hewan langkah yang harus dilindungi.

Sebelumnya Bupati Alor dalam arahan pembukaannya menyampaikan terima kasi yang sebesar-besarnya kepada bapak Gubernur NTT yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri Festival Panggil Ikan (Dugong) di Kabupaten Alor sekaligus membuka kegiatan Festival ini. Bupati Alor Drs. Amon Djobo mengharapkan semoga pada pelaksanaan Festival yang akan datang bapak Gubernur bisa menghadirkan bapak Presiden di Kabupaten Alor. Dalam candaannya Bupati Amon mengatakan kalau di Manggarai Barat ada Komodo maka di Alor kami akan buat mujizat manakala dugong dikawinkan dengan gurita maka akan melahirkan Komodo sehingga bapak gubernur dan bapak presiden bisa berkunjung secara rutin di Kabupaten Alor.

Festival dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada perwakilan Nelayan dan Bapak Onesimus Laa yang merupakan pelestari Dugong. Selanjutnya Gubernur NTT bersama Bupati Alor serta seluruh peserta dipersilahkan untuk mencicipi kuliner yang disediakan juga dilakukan kunjungan ke berbagai stand yang ada di arena festival. (Eman)

 

bupatiKabupaten Alor hari ini sabtu 20 Juli2019 melaksanakanPemilihan Kepala Desa secara Serentak di 132 Desa. Hal ini merupakan sebuah sejarah baru dalam tatanan demokrasi di Kabupaten Alor. Demikian intisari dari pesan Bupati Alor dalam pelaksaaan Pilkades di Kabupaten Alor. Menurut Bupati Alor Drs. Amon Djobo, demokrasi sebenarnya sudah lama berkembang di desa melalui pikades. Oleh karena itu pelaksanaan pilkades serentak kali ini sekiranya menjadi contoh yang baik bagi pelaksanaan momentum politik lainnya di Kabupaten Alor.
 Desa memiliki otonomi khusus sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dimana daam undang undang tersebut juga mengatur tentang masa jabatan kepala desa yang ditetapkan selama 6 tahun. Melalui undang undang tersebut juga maka desa kini memiliki alokasi dan ayang cukup besar dari Pemerintah untuk membiayai pembangunan di desa. Oleh karena itu melalui momentum Pilkades ini diharapkan dapat melahirkan pemimpin – pemimpin baru di desa yang berintegritas dan punya komitmen kuat dalam membangun desa.

Bupati Serahkan Alat Peraga Pilkades Serentak

Sebelumnya pada kamis, 18 Juli 2019 pagi, bertempat di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Alor, Bupati Alor menyerahkan kepada seluruh petugas dari 132 TPS alat peraga Pilkades berupa Kotak Suara, surat suara serta atribu lainnya, dalam rangka Pemilihan Kepala Desa serentak. Seluruh prasarana pendukung Pemilukades itu selanjutnya akan dibawa ke oleh petugas dan diserahkan pada Camat dan Kepala Desa untuk digunakan pada tanggal 20 Juli 2019 di desa masing-masing. Dalam sambutannya, Bupati Alor menyatakan demokrasi tetap akan bertumbuh dengan baik dari desa, kecamatan dan kabupaten. Untuk itu penyaluran sarana-sarana penunjang pelaksanaan kegiatan Pemilukades pada tanggal 20 Juli 2019 diharapkan dapat berjalan aman, tertib dan lancar. Dengan demikian dapat memberikan arti dan nilai bagi pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan di tingkat desa yang bersangkutan. Dalam acara penyerahan itu hadir pula Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa,  beberapa pejabat eselon III lingkup Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Alor serta masyarakat yang turut menyaksikan penyerahan sarana penunjang Pemilukades.

wesleanBupati Alor  atas nama Gubernur NTT membuka dengan resmi kegiatan Konferensi Nasional Gereja Weslean Indonesia pada 07 Juli 2019 bertempat di Gedung Gereja Wesleyan Watatuku Kabupaten Alor. Dalam Konferensi yang dihadiri oleh peserta dari seluruh wilayah di Indonesia tersebut, Bupati Alor menyampaikan beberapa hal dalam kaitannya dengan Konferensi Nasional Gereja Wesleyan Indonesia.
Konferensi Nasional XI yang dipusatkan di Kabupaten Alor merupakan kepercayaan dan amanat dari Dewan Pimpinan Nasional serta umat Wesleyan terhadap Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Alor, sehingga masyarakat Kabupaten Alor dari berbagai etnis baik nasrani maupun muslim saling bahu membahu dalam mendukung pelaksanaan kegiatan konferensi nasional ini dengan baik. inilah wujud tolenransi yang ditunjukan oleh masyarakat Kabupaten Alor dalam kehidupan beragama. Dan hal ini sudah diwariskan oleh para leluhur Kabupaten Alor sejak dahulu kala.
Lebih lanjut  Bupati Alor menyatakan bahwa Alor Bumi Persaudaraan, Tanah Terjanji, Surga di Timur Matahari  merupakan komitmen kuat masyarakat Alor untuk bahu membahu, bantu membantu, topang menopang dalam pelaksanaan kegiatan dari agama manapun yang mempercayakan Kabupaten Alor sebagai tuan rumah dari kegiatan-kegiatan keagamaan seperti ini.
Masyarakat Alor dalam berbagai etnis selalu mendukung pelaksanaan kegiatan ini oleh karena  berbagai aktivitas keagamaan ini tetap menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan daerah. Untuk itu masyarakat diminta untuk mendukung sekaligus menjaga kondisi keamanan dapat tercipta. Peserta Konferensi Nasional Gereja Weslean Indonesia ke XI ini dihadiri oleh + 220 orang dari beberapa wilayah. Untuk itu dengan kehadiran peserta dari berbagai provinsi dan wilayah di Kabupaten Alor menjadikan Alor sebagai bagian dari pergumulan anak-anak Tuhan sehingga Tuhan boleh memberkati daerah ini.
Peserta Konferensi Nasional Gereja Wesleyan Indonesia ke XI ini dihadiri oleh kurang lebih 220 orang dari beberapa wilayah. Untuk itu dengan kehadiran peserta dari berbagai provinsi dan wilayah di Kabupaten Alor menjadikan Alor sebagai bagian dari pergumulan anak-anak Tuhan sehingga Tuhan boleh memberkati daerah ini. Teman-teman peserta Konferensi Nasional setelah kembali dari Alor pun saya berpesan, hal-hal yang baik yang akan ditiru boleh dibawa pulang, namun hal-hal yang kurang berkenan boleh ditinggalkan untuk kami.

 

lantik bupatiSetelah resmi dilantik Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat pada Minggu 17 Maret 2019 di Aula Fernandes Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur, Bupati Alor Drs. Amon Djobo dan Wakil Bupati Alor Imran Duru dijadwal akan menyampaikan Pidato Perdana pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Alor senin tanggal 25 Maret 2019.

Sesuai Undangan yang dikeluarkan oleh Ketua DPRD Kabupaten Alor, Sidang Paripurna Istimwa akan digelar tepat jam 09.00 wita. Diperkirakan tamu yang akan menghadiri Sidang Paripurna Istimewa ini berjumlah 300 orang yang terdiri dari Forkopimda, Pimpinan OPD, Pimpinan Partai Politik, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama serta undangan lainnya.

Seusai mengikuti Sidang paripurna Istimewa, Bupati dan Wakil Bupati Alor akan diantar dengan tarian oleh group kesenian menuju Lapangan Setda Kantor Bupati Alor untuk dilanjutkan dengan Syukuran atas Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Alor (Pesta Rakyat) yang akan diikuti oleh ± 15.000 orang dari 17 Kecamatan di Kabupaten Alor. Pesta Rakyat sendiri dijadwalkan tepat jam 11.00 wita.

Dari Pantauan tim, persiapan terkait dengan Sidang Paripurna Istimewa dan Pesta Rakyat sudah mencapai 95 %. Direncanakan Sidang Paripurna Istimewa dan Pesta Rakyat akan disiarkan secara langsung oleh LPPL Radio Alor.

lantik bupatiUsai dilantik oleh Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat di Lantai IV, Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT, Minggu (17/3/2019), Bupati dan Wakil Bupati Alor, Drs. Amon Djobo dan Imran Duru ,S.Pd menari Lego-lego depan kantor Gubernur NTT, Minggu (17/3/2019). Saat keluar dari kantor Gubernur, Amon dan Imran, disambut tarian daerah Alor yang dibawakan oleh beberapa orang dari kelompok Ikatan Keluarga Alor (IKKA) Kota Kupang. Para penari ini mengenakan pakaian adat Alor, lengkap dengan busur dan panah. Amon dan Imran diarak menuju halaman depan kantor Gubernur. Di sana sejumlah penari yang lain tampak sedang menari Lego-lego. Keduanya lalu masuk dalam lingkaran penari. Mereka menyanyi dan menari bersama sembari melambaikan ranting pohon di tangan. Usai menari, Amon dan Imran diarak menuju mobil. Siang ini mereka akan mengadakan syukuran di Hotel Millenium, Kupang bersama keluarga, IKKA, pendukung dan tamu undangan. Hadir dalam acara pelantikan, Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, Sekda NTT, Ir. Ben Polo Maing, Kapolda NTT, Irjen Pol. Raja Erizman, Danrem 161 Wira Sakti, Brigje. TNI, Syaiful Rahman, S. Sos, anggota DPRD NTT asal Alor, H. M. Ansor. 

legolego

Usai pelantikan, dilanjutkan dengan syukuran pesta rakyat di Millenium Ballroom, Kelapa Lima Kupang yang diawali ibadah syukur atas peristiwa iman yang dialami masyarakat Kabupaten Alor NTT. Peristiwa pelantikan dan syukuran tersebut dihadiri sejumlah pejabat Alor NTT serta disaksikan seluruh Masyarakat Alor yang berkesempatan hadir maupun menyaksikan lewat siaran langsung Facebook Humas Pemda Alor dan Radio Siaran Pemkab Alor.