Berita Terbaru

Berita Terbaru (39)

TAHUN 2022 SELURUH WILAYAH ALOR MILIKI SIGNAL 4G

Tahun 2022 seluruh wilayah Kabupaten Alor ditargetkan memiliki signal 4G. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Alor, Drs. Imanuel I. Djobo, M.Si, Rabu (24/2/2021) saat ditemui di ruang kerjanya.

“Mudah – mudahan sesuai dengan target waktu dari Pemerintah Pusat bahwa tahun 2022 itu Indonesia sudah merdeka signal. Karena itu kita harapkan kalau memang seperti ini maka 2022 seluruh wilayah di Kabupaten Alor yang masih masuk dalam kategori blind spot itu seluruhnya sudah mendapat signal dengan status 4G” demikian ujar Djobo.

Menurut Djobo, sejak tahun 2016 hingga 2021 Kabupaten Alor sudah mendapat bantuan tower Base Transceiver Station (BTS) dari Pemerintah Pusat sebanyak 46 buah dimana sebagian besarnya masih masih 2G, walaupun demikian menurut Djobo, pemerintah secara perlahan akan meningkatkan semuanya menjadi 4G. Dirinya juga melanjutkan bahwa semua bantuan diberikan sejak tahun 2020 semuanya sudah 4G.

“Pemerintah Kabupaten Alor ini sejak tahun 2016, 2017, itu sudah mendapat bantuan BTS dari dari Pemerintah Pusat dan sampai dengan tahun 2021 ini ada kurang lebih 46 lokasi yang sudah mendapat bantuan dari Pemerintah Pusat, dan bantuan – bantuan yang diberikan sejak tahun 2016, 2017 itu masih dalam bentuk 2G, belum 4G. Sehingga kemudian Pemerintah Pusat merasa bahwa perkembangan informasi sekarang ini yang memang mengharuskan untuk peningkatan status sehingga sejak tahun 2020 – 2022 seluruh bantuan BTS yang diberikan kepada seluruh Pemerintah Kabupaten / Kota termasuk kita di Kabupaten Alor ini sudah ditingkatkan statusnya menjadi 4G. Dan itu sejak tahun 2020 sampai dengan sekarang ini sudah kurang lebih 70% lokasi yang sudah mendapat peningkatan status dari 2G menjadi 4G. Dan pada tahun 2021 ini ditambah lagi dengan 7 desa, dan dilakukan peningkatan status dari 2G menjadi 4G. Sementara untuk bantuan – bantuan yang sudah dialokasikan nantinya akan dialokasikan pada tahun 2020 keatas itu semuanya sudah tidak 2G lagi tetapi langsung menjadi 4G” papar Djobo.

Lebih lanjut Djobo menambahkan bahwa hingga saat ini sudah 90% wilayah desa/keluarahan di Kabupaten Alor yang telah mendapat signal 4G.

“Yang belum tersentuh 4G dari 158 desa dan 17 Kelurahan yang ada di Kabupaten Alor kurang lebih 90an persen sudah mendapat 4G masih sekitar 20an persen lagi yang belum mendapat 4G yang masih sementara kita usulkan untuk mendapat bantuan Pemerintah Pusat sampai dengan tahun 2022” pukasnya.

Tahun ini, lanjut Djobo, Pemerintah Kabupaten Alor telah mengusulkan 33 titik yang nantinya akan mendapat bantuan tower BTS dari Pemerintah Pusat.

“Dan tahun 2021 ini kami ada mengusulkan kurang lebih 33 titik lagi yang nantinya akan mendapat bantuan dari Pemerintah lewat bantuan BTS, dan itu nanti akan dilakukan survey mulai akhir bulan februari ini” ungkapnya. (Seka)

SONI KAIMAT PIMPIN ABAD SELATAN

camat abad sel

Soni Kaimat Pimpin Abad Selatan

Syonohito L. Kaimat, S.Sos atau yang lebih sering dikenal dengan Soni Kaimat, untuk keempat kalinya dilantik oleh Bupati Alor menjadi Camat, setelah sebelumnya dirinya sudah tiga kali dilantik menjadi camat di dua kecamatan berbeda, masing – masing di Kecamatan Mataru dua kali dan Kecamatan Alor Barat Daya. Dan pada kesempatan yang keempat kalinya ini Kaimat dipercayakan oleh Bupati Alor, Drs. Amon Djobo, untuk memimpin kecamatan baru, Abad Selatan.

Saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Peresmian Kecamatan sekaligus Pelantikan Camat Abad Selatan, Kamis (11/2) di Buraga, Bupati Alor, Drs. Amon Djobo, mengungkapkan bahwa hampir 90% masyarakat Abad Selatan meminta secara langsung kepadanya untuk melantik Soni Kaimat menjadi Camat Abad Selatan.

“Hampir 90% masyarakat di Pantai Selatan, khusus kecamatan baru ini meminta Pak Soni Kaimat jadi Camat” ujar Djobo.

Djobo juga pada kesempatan itu berharap agar semua masyarakat yang tersebar di tujuh desa yang tergabung dalam Kecamatan Abad Selatan, yakni Desa Kuifana, Desa Manatang, Desa Orgen, Desa Wakapsir, Desa Wakapsir Timur, dan Desa Tribur, mendukung penuh kepemimpinan Kaimat. (Seka)

pelantikan abad sel

Dua Kecamatan Baru Siap Diusulkan

Dua kecamatan baru segera diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Alor kepada Pemerintah Pusat, yaitu Kecamatan Pantar Selatan yang rencananya dimekar dari Kecamatan Pantar Timur dan Kecamatan Welai yang rencana dimekar dari Kecamatan Teluk Mutiara. Hal ini disampaikan oleh Bupati Alor, Drs. Amon Djobo, saat memberikan sambutan dalam acara Peresmian Kecamatan Abad Selatan, Kamis (11/2) di Buraga.

“Kira – kira nanti kita akan usul dua kecamatan itu untuk dimekarkan Pantar dengan Teluk Mutiara, Pantar Selatan dengan Teluk Mutiara, kita akan usul dan dia itu menjadi Kecamatan Welai” demikian ungkap Djobo.

Menurutnya saat ini berbagai dokumen dan data dukung sudah mulai dipersipakan.

“Saya sudah bilang sama Asisten 1, kepala Tatapem, tolong dijejaki data – data dukung di wilayah maupun juga data – data sosial budaya tetap didukung baik, dari proposal itu, sehingga kesepakatan itu ada dan kita harus bawa ke Kementerian, mudah – mudahan semua bisa akan terlaksana dari data – data dukung yang ada ini” demikian papar Djobo.

Disampaikan oleh Djobo bahwa khusus untuk Kecamatan Teluk Mutiara memang sudah harus dimekarkan mengingat kompleksnya persoalan serta mendekatkan pelayanan.

“Di Kabupaten ini yang sangat sarat dengan pelayanan dan permasalahan adalah Kecamatan Teluk Mutiara harus kita bagi dua, harus kita mekar”. (Seka).

abad sel bupati

Bangun Abad Selatan, Pemda Alor Siap Miliaran Rupiah

Untuk meningkatkan pelayanan kemasyarakatan di Kecamatan Abad Selatan, Pemerintah Kabupaten Alor telah menyiapkan dana miliaran rupiah untuk membangun berbagai sarana prasarana dan infrastruktur pendukung.

Bupati Alor, Drs. Amon Djobo, saat menyampaikan sambutannya pada acara Peresmian Kecamatan Abad Selatan, menyampaikan bahwa pada tahun 2021 ini akan dibangun Kantor Camat dengan biaya Rp 800 juta, dan selanjutnya tahun 2022 akan dilanjutkan dengan pembangunan Rumah Jabatan Camat serta mes pegawai.

“Kita sudah ploting Rp 800 juta tahun ini untuk pembangunan Kantor Camat Abad Selatan. Saya sudah kasi masuk di anggaran, tahun depan pembangunan rumah jabatan camat, dan satu unit mes baru untuk pegawai negeri sipil” ujar Bupati Djobo.

Selain kantor, rumah jabatan dan mes pegawai, Djobo melanjutkan bahwa Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 8 Miliar untuk pembangunan air bersih di ibu kota kecamatan, Buraga.

“Komitmen pemerintah, kecamatan baru, fasilitas kita taruh disini, termasuk air bersih, tahun ini, sekarang ini, ada Rp 8 Milar dari Bank Dunia akan bantu di Buraga ini”.

Djobo menambahkan, rencananya dua jembatan besar juga akan dibangun guna mempermudah akses ke Kalabahi.

“Saya amati hanya bisa dua jembatan, dua jembatan besar yang kita bangun, kira – kira satu jembatan kena Rp 1,5 Miliar, satunya Rp 1 Miliar, bisa jalan ini bisa datang” pukas Djobo.

Berkaitan dengan infrastruktur jalan, lanjut Djobo, tahun ini juga akan dilanjutkan pembangunan jalan dengan nilai anggaran Rp 1,3 Miliar.

“Mudah – mudahan tahun ini kita akan sambung dengan dana hampir Rp 1 Miliar lebih, Rp 1,3 Miliar, dia bisa secara bertahap bisa teratasi sehingga jurusan Kalabahi – Moru, Moru – Maiwal, Maiwal – Buraga, bisa teratasi dalam beberapa waktu ini" paparnya. (Seka)

abad sel sambutan

Pemerintah Resmikan Kecamatan Abad Selatan

Pemerintah Kabupaten Alor meresmikan berdirinya Kecamatan Abad Selatan. Kecamatan ke -18 sekaligus menjadi yang termuda di Kabupaten Alor ini terdiri dari tujuh desa yaitu, Desa Kuifana, Desa Manatang, Desa Orgen, Desa Wakapsir, Desa Wakapsir Timur, dan Desa Tribur.

Saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan Peresmian kecamatan Abad Selatan, Kamis (11/2) di ibu kota kecamatan Abad Selatan, Buraga, Bupati Alor, Drs. Amon Djobo mengatakan bahwa perjuangan pendirian kecamatan ini merupakan usaha murni Pemerintah bersama seluruh masyarakat.

“Bukan pemerintah punya usaha sendiri, tetapi masyarakat di Abad Selatan ini juga punya semangat, spirit, yang luar biasa mendukung Pemerintah Daerah”.

Terkait hal ini, Djobo menegaskan agar kedepan jangan ada yang mempolitisir peristiwa ini.

Djobo juga menyampaikan bahwa terdapat 19 Kabupaten lain yang mengajukan pemekaran kecamatan tetapi hanya Alor yang diterima.

“Ada 19 Kabupaten kota yang mengusulkan pemekaran kecamatan, tetapi semua dimoratoriumkan kecuali Kabupaten Alor, khusus untuk Abad Selatan” ungkap Djobo.

Untuk itu dirinya berharap agar semua pihak dapat bekerja sama untuk mendukung berbagai program pembangunan yang akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah di Kecamatan Abad Selatan. (Seka)

PATROLI SEPEDA CARA KREATIF SOSIALISASI COVID19

Untuk memutuskan mata rantai penyebaran covid 19 di Kabupaten Alor, berbagai tindakan terus dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Alor, salah satunya dengan melakukan patroli sepeda sekaligus mengedukasi masyarakat seputar penanggulangan penyebaran virus Covid19. Patroli bersama kali ini melibatkan berbagai pihak diantaranya Polres Alor, Kodim 1622 Alor, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Kesehatan Kabupaten Alor, dan Camat Teluk Mutiara. Rombongan patroli yang terdiri dari 40 personel tersebut dibagi menjadi dua tim, satu ke arah timur dan satu ke arah barat.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (6/2) tersebut diawali dengan Apel bersama di halaman Rumah Jabatan Dandim 1622 Alor, dilanjutkan dengan patroli menuju Mutiara, Binongko, daerah Pelabuhan ASDP, berbelok ke arah pasar Kalabahi, lalu lanjut ke Pasar Inpres Lipa, dan terus ke Pasar Kadelang. Usai dari Pasar Kadelang, rombongan berputar menuju Kelurahan Kalabahi Timur, setelah itu kembali ke Kalabahi Kota dan finish di Rumah Jabatan Dandim 1622 Alor.

Kapolres Alor, AKBP Agusthinus Christmas kepada wartawan mengungkapkan bahwa saat berada di Pasar Kadelang, rombongan menghimbau masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan serta melakukan rapid tes secara random kepada pedagang maupun pembeli. Menurutnya saat melaksanakan rapid tes, banyak warga yang enggan untuk dirapid karena takut dijauhi warga jika dinyatakan reaktif. Padahal menurutnya rapid ini sangat penting dalam rangka mencegah penularan agar tidak meluas. “Justru mereka yang terdeteksi reaktif akan langsung dilakukan perawatan atau treatmen yang baik oleh tim gugus tugas Kabupaten Alor” ujar Christmas.

Chrismas melanjutkan bahwa himbauan seperti ini akan terus dilakukan, bahkan menurutnya kedepan akan dibangun sistem bersama sehingga Pasar Kadelang menjadi pasar tangguh dan bebas Covid19. “Semakin cepat kita deteksi penyebaran virus ini, maka akan semakin cepat kita melakukan tindakan tindakan guna melakukan perawatan warga yang terkonfirmasi positif” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Dandim 1622 Alor, Lekol.Inf. Sufyan Munawar mengatakan bahwa kegiatan patroli kali ini bertujuan untuk melihat langsung sejauh mana masyarakat Kabupaten Alor, "Dalam patroli ini masih ditemukan banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker” tutur Munawar.

Berdasarkan pantauan wartawan, kegiatan rapid antigen berlangsung dari pukul,`10.00 sd 12.00 WITA kepada sepuluh warga secara gratis dengan hasil non reaktif. (bns)

PEMDA ALOR GELAR VAKSIN COVIT19 PERDANA

Pemerintah Kabupaten Alor pada Senin (1/2) melaksanakan vaksinasi covit 19 perdana. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Gedung Wanita tersebut diikuti oleh sejumlah komponen dari berbagai latar belakang, baik Pemerintah Kabupaten Alor, Kapolres Alor, Dandim 1622 Alor, tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun tokoh pemuda.

Bupati Alor, Drs. Amon Djobo saat menyampaikan arahan dalam kegiatan Pencanangan Pelaksanaan Vaksinasi Covit 19, mengungkapkan bahwa vaksinasi ini bertujuan untuk memutuskan rantai penyebaran covit 19 di Alor. Dalam sambutannya, Djobo meminta semua komponen masyarakat, khususnya tokoh agama agar membantu untuk mensosialisasikan kegiatan vaksinasi ini.

“Saya sudah menjelaskan hakekat dari vaksinasi ini, sudah pemerintah menjelaskan, mereka, tokoh – tokoh agama tolong juga menjelaskan, memfasilitasi, lalu mengedukasi, mensosialisasikan, penyakit yang berbahaya ini di Gereja, di Mesjid, di Pura, dimanapun mereka berada harus disampaikan. Apakah itu lewat ceramah, apakah itu lewat doa, harus disampaikan, sehingga dia sejalan dengan upaya – upaya pemerintah untuk penanganan covut 19 ini” demikian ungkap Djobo.

Dilanjutkan oleh Djobo bahwa pada vaksinasi tahap pertama ini hanya dikhususkan kepada beberapa pihak saja seperti pejabat, tenaga kesehatan, dan beberapa pihak lainnya.

“Kegiatan ini masih terbatas untuk tahap pertama ini. Para pejabat dan juga para Nakes, Tenaga Kesehatan secara keseluruhan, termasuk tokoh – tokoh agama dan juga tokoh – tokoh masyarakat, dan tokoh – tokoh pemuda, LSM yang punya pengaruh, sehingga setelah dia divaksinasikan hari ini dia menjadi corong yang hidup bagi masyarakat bahwa kami baru divaksinasi untuk tahap pertama Covit. 14 hari lagi ada tahap kedua” pukas Djobo.

Walaupun sudah divaksin, Djobo menghimbau agar masyarakat yang telah divaksin tetap menjaga protokol kesehatan. “Ini bukan berarti hari ini kita vaksinasi lalu covit itu berakhir pada orang itu, bukan ! Ini yang harus kita sepakat dulu. Kadang – kadang bilang, eh, saya sudah vaksin kok, masker tidak boleh ada lagi, tidak boleh pakai sabun cair lagi, urus pesta kiri kanan, tidak bisa begitu. Tetap dalam protokol kesehatan. Ini suatu upaya untuk, selain penurunan ini tapi daya tahan tubuh itu harus dia kuat”. (Seka).

BULAN APRIL MASYARAKAT KABUPATEN ALOR MULAI DIVAKSIN

Bulan April tahun 2021 mendatang rencananya seluruh masyarakat Kabupaten Alor akan mulai divaksin covit19. Hal ini disampaikan oleh Bupati Alor, Drs. Amon Djobo, saat menyampaikan arahan dalam kegiatan Pencanangan Pelaksanaan Vaksinasi Covit 19, Senin (1/2) di Gedung Wanita Kalabahi.

“Lalu nanti secara umum masyarakat ini pada bulan April, Maret – April, tahap kedua sampai pada target nasional untuk sekian puluh juta manusia Indonesia divaksinasi pada tahun ini harus tercapai”.

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Alor, Dr. Ketut Indrajaya, mengungkapkan bahwa untuk tahap pertama ini ada 1.773 tenaga kesehatan yang akan lebih dulu divaksin dan ditargetkan selesai pada pertengahan Maret mendatang. Ketut juga menyampaikan bahwa untuk masyarakat umum baru akan divaksin pada April 2021 mendatang.

“Harapan kita, Nakes yang sudah teregistrasi ini 1.773 itu bisa selesai satu bulan setengah. Harapan kita mungkin lebih cepat lagi. Habis itu baru tahap 2, secara nasional dicanangkan bulan Maret. Habis itu baru tahap 3 secara nasional bulan April itu untuk masyarakat” demikian ujar Ketut.

Menurutnya dalam pelaksanaan vaksinasi ini ada sejumlah kendala yang dialami, seperti kondisi geografi, cuaca, penyimpanan vaksin dan juga bagaimana membuat masyarakat bisa menerima vaksin ini. “Kalau untuk geografi kita di Alor ini ya tentu distribusi vaksinnya, penyimpanan, kemudian yang utama juga listrik, internet, terus ini, sosialisasi kepada masyarakat, bagaimana masyarakat ini bisa menerima atau tidak, nah itu juga penting”.

Ketut melanjutkan, target utama dari program vaksinasi ini adalah mencapai kekebalan hingga 70 – 80% dari penduduk Indonesia dalam 1 tahun mendatang. “Vaksinasi ini untuk mencapai imunitas masyarakat. Yang mau dicapai itu 60 – 70 persen penduduk dalam waktu 1 satu tahun setengah. Diharapkan tidak sampai satu tahun setengah sudah tercapai sehingga penduduk 60 – 70 % kebal untuk memutus mata rantai dari pada covit 19 ini” tuturnya.

RSUD ALOR MILIKI ALAT RAPID ANTIGEN

Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Alor menurut Bupati Alor Drs. Amon Djobo, saat ini sudah memiliki alat tes Rapid Antigen. Hal ini disampaikan olehnya saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Pencanangan Pelaksanaan Vaksinasi Covit 19, Senin (1/2) di Gedung Wanita Kalabahi.

“Kita punya alat yang mahal itu (Rapid Tes Antigen) itu sudah ada. Itu bantuan setelah saya bersurat kasi Kepala BNPB Pusat langsung itu dikirim langsung. Tiga Kabupaten yang terima itu barang, Ende, Sikka, Alor” ungkap Djobo.

Terkait hal ini, Plt, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Alor, Dr. Ketut Indrajaya, menuturkan bahwa alat ini sudah mulai dioperasikan di RSUD Kalabahi. Menurutnya alat ini bertujuan untuk melaksanakan screaning bagi pasien yang terindikasi covit19.

“Sampai sekarang untuk menentukan perawatan di rumah sakit itu dipakai alat swab namanya PCR. Itu kalau untuk perawatan di Rumah Sakit. Tapi kalau untuk screaning itu pakai Rapid tes, bisa antibody bisa antigen. Yang dikasi oleh Bencana (BNPB) itu adalah Rapid Tes Antigen dengan metode swab juga, tapi itu tidak bisa dipakai untuk menentukan orang ini sembuh atau sehat. Ia hanya untuk screaning saja. Akurasinya 85%” demikian ungkap Ketut.

Lebih jauh Dokter yang juga menjabat sebagai Direktur RSUD Kalabahi ini menambahkan bahwa karena alat ini terbatas, hanya melayani pasien dan belum digunakan untuk melayani masyarakat yang hendak bepergian. “Kita sudah bisa melakukan itu dengan kapasitas terbatas. Kalau untuk di rumah sakit kita ini khusus untuk penderita. Ya, itukan dibiayai oleh Pemerintah. Dia bukan untuk masyarakat umum. Jadi kalau dia masuk rumah sakit tetap untuk dilayani, tetapi bukan untuk orang bepergian karena keterbatasan dari pada kuantitas itu” papar Ketut. (Seka)

ALASAN USIA BUPATI DAN WABUP ALOR TIDAK DIVAKSIN

Bupati Alor, Drs. Amon Djobo saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan Pencanangan Pelaksanaan Vaksinasi Covit 19, Senin (1/2) di Gedung Wanita Kalabahi mengungkapkan bahwa dirinya dan Wakil Bupati Alor, Imran Duru, S.Pd tidak divaksin karena alasan usia. “Ini vaksin ini dia punya batas usia 18 sampai 59. Bupati Alor sudah 61 tidak mungkin kan begitu”.

Saat diwawancari lebih mendalam, Bupati Djobo menyampaikan bahwa dirinya tidak divaksin atas rekomendasi dari Dinas Kesehatan, mengingat batasan usianya sudah melampaui batas yang direkomendasikan oleh Menteri Kesehatan. Untuk itu Djobo meminta agar persoalan ini tidak dipolitir oleh masyarakat.

“Saya sudah 61 nanti pada 22 Februari, pak Wakil sudah 65. Memang sistem sudah demikian kita mau bagaimana. Tapi kalau vaksin ini dia tidak tergantung pada batas usia tentu kita semua toh. nah sehingga kalau ada yang sampai mempolitisir macam – macam, itu tidak betul, karena ini masukan dan rekomendasi dari Dinas Kesehatan” pukasnya. (Seka)

KAPOLRES ALOR BEBERKAN PENGALAMAN SAAT DIVAKSIN COVID19

Kapolres Alor, AKBP Agusthinus Chrismas menjadi orang pertama yang divaksin covit 19 di Kabupaten Alor, yang dilaksanakan di Gedung Wanita Kalabahi, pada Senin (1/2). Ditemui oleh wartawan pasca divaksin, dirinya menuturkan pengalamanya.

“Tadi saya rangkaian vaksin saya dimulai dari meja 1 ada registrasi kemudian dilakukan screaning yaitu pengecekan tensi darah, tensi darah saya puji Tuhan alhamdulilah normal, kemudian dilakukan screaning terhadap adanya riwayat penyakit dan lain sebagainya, itu juga dapat terlewati dengan baik. dan sebelumnya saya juga melakukan tes darah dan puji Tuhan, syukur alhamdulilah bahwa kondisi saya juga normal, kemudian dilakukan vaksin di meja 3, yang tadi kita bersama – sama saksikan, dan lancar, kemudian sampai di meja 4, kemudian dilakukan observasi selama 30 menit terhadap dampak dari pada vaksin terhadap tubuh. Dan selama 30 menit pelaksanaan observasi puji Tuhan, syukur alhamdulilah tidak terjadi apapun terhadap saya” ungkap Chrismas.

Lebih jauh menurutnya usai divaksin dirinya tidak merasakan adanya tanda atau gejala apapun. “ Tidak ada tanda – tanda ataupun gejala apapun. Saya dalam keadaan normal. Tensi saya juga normal. Kemudian juga tidak terjadi demam, tidak terjadi gatal – gatal dan lain sebagainya, dan mudah – mudahan dalam masa pemantauan ini semuanya baik – baik saja”

Chrismas pada kesempatan itu menghimbau agar masyarakat Alor tidak takut divaksin serta tidak terpengaruh oleh berbagai informasi hoax yang berkembang. “Jangan takut divaksin, jangan dilihat bahwa mungkin banyaknya timbul berita – berita yang miring terhadap pelaksanaan vaksin. Saya pastikan vaksin aman”. (Seka).

DANDIM ALOR TEGASKAN JANGAN SEBAR HOAX SEPUTAR VAKSIN

Dandim 1622 Alor, Letkol Sofyan Munawar, usai menjalani vaksinasi perdana covit 19 di Gedung Wanita Kalabahi, pada Senin (1/2), mengajak masyarakat agar ikut serta mendukung program vaksinasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Alor.

“Mari kita laksanakan vaksinasi ini dengan baik dan saya menghimbau kepada masyarakat lebih baik kita sama – sama untuk membantu Pemerintah ini”.

Ditegaskan olehnya bahwa jika masyarakat tidak mengetahui informasi tentang vaksin ini sebaiknya menanyakan langsung kepada ahlinya dan tidak menyebarkan hoax.

“Bila tidak tahu jangan menyebar hoax tentang vaksinasi ini. Lebih baik tanya kepada Satker atau kepada ahlinya”. (Seka)

625c30e8 4b8d 4f82 9020 ea0cff5b931b

PESERTA YANG DINYATAKAN LULUS SELEKSI PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN ALOR
FORMASI TAHUN 2019

Selengkapnya...

Pengumuman Integrasi SKD-SKB

Pengumuman tentang HASIL INTEGRASI NILAI SELEKSI KOMPETENSI DASAR DAN SELEKSI KOMPETENSI BIDANG PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGER SIPIL PEMERINTAH KABUPATEN ALOR FORMASI TAHUN 2019

Selengkapnya...

  •  Start 
  •  Prev 
  •  1  2  3 
  •  Next 
  •  End 
Page 1 of 3