Berita Terbaru

Berita Terbaru (25)

KALABAHI, Si Pers--Bupati Alor, Drs. Amon Djobo mengatakan, bahwa Presiden RI, Ir. Joko Widodo atau Jokowi memberikan perhatian serius bagi pembangunan di Kabupaten Alor sebagai salah satu kawasan perbatasan antar negara dan pulau terluar dalam salah satu Butir Program Nawa Cita untuk Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Hal ini disampaikan Bupati Djobo ketika menggelar Jumpa Pers bersama wartawan lokal Alor di ruang kerjanya, Selasa (7/7) siang, terkait kunjungan dari Kementrian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI dalam rangka verifikasi Lokasi Radio Mikrowave Link Telekomunikasi Lintas Batas Negara RI dengan Negara Demokratik Timor Leste di Maritaing, Kecamatan Alor Timur pada pertengahan Juli 2020 ini.

Selain itu, Tim Kemenko Polhukam dan Kementrian Infokom meninjau juga pemanfaatan Network Operation Control (NOC) yang telah selesai dibangun di Desa Maritaing, Alor Timur.

Dalam JP bersama wartawan senior dan yunior Alor itu, Orang No. 1 di Alor meminta pers Alor bisa tampil di depan.
"Saya minta teman-teman pers bisa tampil meliput di depan pada kegiatan ini. Tanya saja kenapa datang di Alor? Untuk apa dan bagaimana?," pinta Mantan Camat Alor Timur yang selalu bangun komunikasi dengan media ini.

Kepala Dinas Infokom Kabupaten Alor, Drs. Imanuel Djobo, M.Si membenarkan hal tersebut dengan menyodorkan surat Menkopolhukam kepada Bupati Alor sebelum rapat koordinasi dengan Sekretaris Daerah, Drs. Soni Alelang bersama perwakilan Kodim 1622 Alor.

Berdasarkan surat nomor: B.1985/KI.00.01/07/2020, tanggal: 3 Juli 2020, hal: Kunjungan Kerja tersebut, tertera jelas instruksi dan arahan Presiden RI, Joko Widodo di mana salah satu butirnya adalah tentang peningkatan kerjasama bilateral RI-Timor Leste terkait telekomunikasi dan konektifitas di perbatasan.

Lebih lanjut, Kadis El Djobo, -akrab disapa via telpon mengatakan, bahwa intinya dua gedung telekomunikasi radio dan kontrol mikrowave telah selesai dibangun di Maritaing, Alor, Indonesia sebagai penghubung dengan Dili, Ibu Kota Negara RDTL dan kehadiran tim kementrian berpangkat militer Mayor Jendral dan Kolonel serta ahli komunikasi untuk verifikasi, pengawasan, pengendalian dan pemanfaatan oleh masyarakat demi tujuan negara dan masyarakat Indonesia pada umumnya. (Gabriel L. Tang/ Kasubag Komunikasi Pimpinan Setda Alor).

BANDARA PANTAR DI KABIR DISEPAKATI

Bupati Djobo: “Pilih Antara Dua Nama Orang atau Nama Tempat.”

AIKOLI, Si Pers—Pada hari ini, Senin (29/6) sebuah sejarah baru bagi masyarakat Pulau Pantar, yang terdiri dari 5 kecamatan. Pasalnya? Ada sebuah langkah maju dalam proses pembangunan Bandara Udara Kabir yang telah dibangun sejak 2014 lalu, yakni: masuk pada tahapan usulan pemberian nama Bandara. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Alor mengundang para tokoh simpul dari Pulau Pantar maupun yang berada di Kota Kalabahi dan sekitarnya, termasuk kalangan muda atau Ikatan Mahasiswa Pantar untuk berdiskusi memberikan nama dan hal-hal terkait lainnya.

Bupati Alor, Drs. Amon Djobo dalam arahan singkat sebelum melepas forum untuk bermusyawarah mengatakan, bahwa pemerintah dalam mendukung proses Pantar menjadi daerah otonomi baru dengan membangun sejumlah sarana dan fasilitas umum, termasuk Bandara Kabir yang sedang dibangun dan sebelum diresmikan pada 2020 ini, Pemerintah Pusat melalui Kementrian Perhubungan memberikan kewenangan daerah memberikan nama yang pasti agar dapat ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan dan selanjutnya juga akan ditetapkan dalam Peraturan Daerah bersama DPRD Alor.

Untuk itu, Bupati Dua Periode ini meminta agar focus pembahasan pada dua hal, yakni: nama Bandara dengan merujuk pada nama seseorang atau pahlawan dan kedua pada nama tempat. Bupati Djobo juga meminta agar dibahas secara baik dan tidak berlarut-larut karera tahapan proses masih berlanjut ke tingkat Provinsi NTT dan Pemerintah Pusat.

Selesai memberikan arahan di Restoran Panggung Aikoli Kang Resort, rapat dilanjutkan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Alor, Fredrik I. Lahal, SH dengan membuka babak diskusi lima orang kesempatan berbicara.

Dari ke lima orang pembicara yang berasal dari sesepuh daerah, camat, tokoh masyarakat pantar dan Kepala Unit Bandara Kabir tersebut merujuk pada dua nama tempat, masing-masing: Bandara Kabir dan Bandara Panea.

Setelah berurung rembuk dengan berbagai latar belakang alasan pemikiran yang sedikit tegang, maka dibuka kesempatan babak kedua dengan beberapa orang, termasuk Kepala Bagian Hukum Setda Alor, Marianus Adang, SH dan Camat Pantar Tengah, Manoak Boling Sau, ST dengan merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan, di mana pada hakikatnya pada awal Bandara didirikan sejauh mungkin menggunakan nama tempat. Kemudian apabila berada pada wilayah desa/ kelurahan, maka nama kecamatan yang digunakan. Demikina juga bila berdasarkan pada dua wilayah kecamatan, maka nama kabupaten yang digunakan.

Akhirnya, secara aklamasi semua peserta menyetujui bahwa Nama Bandara Kabir yang selama proses pembangunannya digunakan secara administrative diganti menjadi Bandar Udara (Bandara) Pantar di Kabir.

Forum pun terasa legah (cool down) atas penyataan bersama tanpa sebuah interupsi apalagi amandemen untuk ditindaklanjuti oleh Pihak Pemerintah Kabuten Alor ke jenjang persiapan selanjutnya.  

(TIM PROKOMP SETDA ALOR)

BUPATI DJOBO: OLAH RAGA BELA DIRI MENGANGKAT MARTABAT DAERAH HINGGA LUAR NEGERI

KALABAHI, Si Pers – Bupati Alor, Drs. Amon Djobo sangat mengapresiasi para atlet cabang olah raga bela diri yang mengharumkan nama daerah hingga ke masyarakat internasional (luar negeri) melalui atlet Kempo Nur Alil (almarhumah) yang merebut emas di Jepang dan Australia pada ajang olimpiade beberapa tahun lalu.

“Pak Dandim bersama ibu, para perwira TNi Kodim 1622 Alor dan para atlet yang saya banggakan. Yang ini perlu saya omong ini, bahwa Olah raga silat atau bela diri ini telah mengangkat harkat dan martabat serta mengharumkan nama daerah Alor di kancah internasional. Saya sangat terharu ketika menonton televise dan setelah juara, dia (Nur Alil) ditanya asal mana dan dia tidak sebatas bilang NTT tapi juga Alor NTT. Itu yang buat saya merasa sangat luar biasa. Artinya apa, bahwa kita dapat menjaga nama baik daerah dengan berprestasi lewat dunia olah raga, bukan saja lewat Face Book,” ungkap Bupati Djobo dalam sambutannya pada Pembukaan Pembukaan Pencak Silat Tradisional dalam Rangka Komsos Kreatif Kodim 1622 Alor tahun 2020 di Mabes Kodim Padang Terkukur, Sabtu (27/6) berlangsung pagi hingga petang.

Banyak prestasi, lanjut Mantan Kadis Pemuda dan Olahraga bisa diukir kembali asalkan bias tekun melatih diri dan serius menekuni suatu bidang atau cabang olah raga. Dengan demikian bisa saja banyak pihak melirik atlet berprestasi dan merekrut untuk bekerja di suatu bidang kehidupan.

Bupati Djobo juga memuji Dandim 1622 Alor, Letkol (Inf) Supyan Munawar, S.Ag dan ibu Yuli Supyan yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh membangun Alor seperti daerah asal mereka sendiri, sekaligus juga Ketua Forum Komunikasi Pimpinan Daerah ini meminta Dandim Supyan untuk menghidupkan kembali Persatuan Tinju Seluruh Indonesia (Pertina) Cabang Alor yang selama ini redup.

“Saya sangat senang dengan kegiatan yang digagas Pak Dandim ini dengan menghidupkan kembali Pencak Silat Tradisional dan saya mohon juga bisa menghidupkan juga tinju di Alor. Ya masa sekarang ini buat ring tinju di halaman rumah jabatan Dandim juga baik. Biar animo atau pun hobi masyarakat dan orang muda di sini bisa tersalur dari pada buat hal di luar atau buka jurus di sembarang tempat,” pinta Bupati Djobo seraya memuji keberadaan Dandim 1622 dan ibu yang sangat bekerja keras membangun Alor.

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Setda Alor

SOSIALISASI NEW NORMAL, PULUHAN DOKTER, PERAWAT DAN BIDAN “SERBU” PASAR KADELANG

dr. Maya: “Bagian dari Upaya Hindari Covid-19 Menuju ALOR SEHAT.”

KALABAHI, Si Pers—Sebanyak 50-an dokter, perawat dan bidan yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Alor menyerbu Pasar Kadelang, Kalabahi Timur, Kecamatan Teluk Mutiara guna aksi bersama sosialisasi Tatanan Hidup Baru (New Normal) dalam koridor Protokoler Kesehatan dengan tetap mematuhi tiga (3) sikap, masing-masing: 1) Cuci tangan, 2) Gunakan Masker, dan 3) Menjaga Jarak.

Aksi bersama Berbagi Masker, Prakter Cuci Tangan yang benar dan Mengatur Jarak yang dikoordinIr oleh Ketua IDI Kabupaten Alor, dr. Hubang N. Blegur, SPPa itu berlangsung pada Rabu (24/6) tadi pagi di Kompleks Pasar Kadelang yang merupakan pasar terbesar di Kota Kalabahi, tempat berjual beli masyarakat kota dan desa-desa dari beberapa kecamatan.

Ketua IDI, Hubang Blegur bersama Ketua DPD PPNI, Josafat M. Laka, S.Kep, NS, dan Pengurus IBI Alor, Martha A.S. Nelly Ludji, S.ST, kepada media mengatakan, bahwa aksi bersama ini diselenggarakan, karena dalam pengamatan organisasi, sebagian masyarakat Kabupaten Alor memandang New Normal sebagaimana biasa pada kehidupan normal kembali, sehingga dalam kehidupan keseharian lengah dengan tidak menggunakan masker, cuci tangan, dan menjaga jarak.

“Pertama-tama kita lihat pada pandangan masyarakat tentang New Normal yang seolah-olah sudah kembali normal, sehingga kami berdiskusi untuk terjun langsung kemasyarakat agar tetap menjalankan protokol kesehatan untuk kesehatan masyarakat itu sendiri dan bagi kami para dokter, perawat dan bidan yang sedang menangani bahaya Covid-19, yang meskipun berada pada jalur hijau, namun tetap waspada, karena arus transportasi dibuka sehingga pergerakan orang keluar masuk Alor perlu diwaspadai dengan pengamanan diri sendiri, keluarga dan masyarakat umumnya,” ungkap Ketua IDI Alor, dr. Hubang Blegur, -dokter spesialis anak.

Hal senada pula diungkapkan Ketua PPNI Alor, Josafat M. Laka, S.Kep, NS, bahwa untuk merubah perilaku masyarakat agar hidup sesuai standar pelayanan di Era New Normal perlu edukasi dan sosialisasi terus menerus sehingga bisa akrab dengan aturan baru dan menjadi budaya, karena merupakan sebuah proses. Untuk itu, pria yang dikenal dengan Master Ceremony (MC) ini meminta masyarakat di Pasar Kadelang agar kembali ke kampung-kampung bisa menceritakan kembali cara hidup sehat sesuai protokol kesehatan yang sedang dipraktekan bersama.

Sementara itu, Mewakili Pengurus IBI Alor, Martha A.S. Nelly Ludji, S.ST, dan atas nama seluruh rekan-rekan bidan meminta agar masyarakat khususnya para ibu hamil dan paling rentan tertular Pandemi Covid-19 agar tidak melaksanakan aktifitas di pasar, karena para ibu hamil dan orang tua serta anak-anak ketika kondisi tubuh menurun, maka menjadi sasaran empuk Virus Corona yang menular melalui saluran pernafasan hidung dan mulut di saat batuk atau bersin.

dr. Maya: “Bagian dari Upaya Hindari Covid-19 Menuju ALOR SEHAT.”

KEPALA Dinas Kesehatan Kabupaten Alor, dr. Christine O.M.B. Laoemoery, -akrab disapa dokter Maya, yang turun langsung bersama rekan-rekan Bhakti Husada di Terminal Pasar Kadelang menyatakan rasa bangga kepada rekan-rekan seprofesi dalam ikatan organasi yang mampu melihat permasalahan di tengah masyarakat Alor dan juga bangga dengan anthusiasme masyarakat dalam mendengarkan sosialisasi dan mempraktekan bersama cara menggunakan masker yang dibagikan, mengikuti langkah demi langkah cara mencuci tangan yang benar dan langsung mengambil jarak antar penjual dan penjual serta pembeli dan penjual.

Aksi nyata tersebut, menurut Dokter PNS Alor Angkatan 2003 ini sangat penting dan strategis, karena merupakan tindak lanjut pengawalan Kabupaten Alor setelah menjadi Zona Hijau atau areal Bebas Positif Virus Corona dan mengantisipasi Loncatan Gelombang II Covid-19 yang ditakutkan oleh masyarakat global maupun masyarakat Indonesia, khususnya di Kapupaten Alor juga dalam mendukung Program Pemerintah Kabupaten Alor dengan Upaya Percepatan Pembangunan Alor Kenyang, Alor Sehat, dan Alor Pintar 2019-2024.

Pantauan Tim Prokomp Setda Alor, yang terlibat dalam aksi bersama itu, rangkaian kegiatan dimulai dengan berkumpul di pelataran RSUD Kalabahi pada pukul 07.30 hingga 08.00 pagi.

Kemudian mendapatkan arahan singkat soal teknis pelaksanaan di Lokasi Kegiatan Pasar Kadelang oleh Koordinator dr. Hubang. Selanjutnya pembagian kelompok dan sebelum berangkat dihantar dengan doa yang dibawakan oleh dr. Maya.

Tiba di Pasar Kadelang, yang merupakan lokasi dengan kurumunan orang terbanyak itu, Camat Teluk Mutiara, Daud Dolpali, SH membuka kegiatan dengan arahan singkat kepada warga masyarakat agar mengikuti Protokoler Kesehatan yang akan disampaikan para dokter, perawat dan bidan sehingga kelak menjadi sebuah kebiasaan hidup bagi warga kota maupun desa yang masuk ke wilayah yang sedang dipimpinnya.

Kegiatan pelaksanaan sangat unik karena para dokter yang sehari-hari menangani pasien di Rumah Sakit dan Puskesmas terjun langsung bertatap muka dengan para pedagang dan menjelaskan satu persatu mengapa harus mengenakan masker, cuci tangan dan menjaga jarak.

Dan, tidak sekadar berteori dengan bahasa sederhana dan logat Alor tapi juga langsung mempraktekan cara mengenakan masker di telingan, menutup mulul dan duduk melayani pembeli dengan berjarak paling kurang satu meter. Selain ittu, dibagikan pula selembar brosur bertuliskan tata cara dan gambar posisi jaga jarak, 6 langkah mencuci tangan dan cara memakai masker yang benar dan salah.

Kelompok yang telah dibagi dalam Tim Gabungan, termasuk Tim Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 menyerbu menelusuri sudut-sudut dan titik-titik di mana para pedagang berada, baik itu, pedagang sayur, buah-buahan, pakaian dan los-los penjual ikan untuk menjelaskan secara mendetail tiga upaya dasar pencegahan penyebaran Covid-19 di tengah para pedagang dan pembeli yang sangat rentan tersebut.

Para pedagang sayur yang mendapatkan penjelasan dari petugas kesehatan tersebut di antaranya: ibu Agustina Alelang dari Desa Air Kenari (Kecamatan Teluk Mutiara) dan Rahat Fanpada dari Mainang, Desa Welai Selatan (Kecamatan Alor Tengah Utara). Keduanya merasa bersyukur atas penjelasan dan pembagian masker serta petunjuk penggunaan yang benar ketika berada di pasar maupun ketika datang dan pulang berjualan.

Di akhir kegiatan dr. Hubang bersama Pimpinannya di Dinas Kesehatan, dr. Maya merasa optimis masyarakat Alor yang sederhana bisa secara bertahap merubah perilaku hidup sebelumnya sebelum Covid-19 dan sekarang berjalan New Normal dengan lebih baik.

“Saya optimis masyarakat Alor mampu menyesuaikan diri dengan tatanan hidup baru ini dan akan menjadi budaya masyarakat Alor. Kami sengaja memilih Pasar Kadelang karena merupakan tempat berkumpul masyarakat Alor dari segala penjuru, sehingga sosialisasi ini tepat sasaran. Dulu di jaman bambu runcing saja, masyarakat Indonesia bisa menyesuaikan diri, apalagi zaman sekarang yang penuh perkembangan teknologi dan informasi,” kisah Ketua IDI Alor, dr. Hubang menutup pembicaraan. (Gabriel L. Tang/ Robert Meok, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Alor).

S I a r a n P e r s
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setda Alor

256 PNS ALOR DIAMBIL SUMPAH
Bupati Djobo:”Angkatan Milenial Punya Tantangan Tersendiri.”

KALABAHI, Si Pers—Sebanyak 256 Pegawai Negeri Sipil (PNS) linkup Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Alor diambil sumpah sebelum melaksanakan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam sebuah upacara resmi dipimpin Bupati Alor, Drs. Amon Djobo di Alun-alun Kantor Bupati Alor, Senin (15/6) kemarin.
Setelah proses pengambilan sumpah/ janji yang disaksikan para rohaniwan-rohaniwati pendamping dan para pejabat birokrasi, Bupati Amon Djobo dalam amanatnya menyampaikan, bahwa menjadi seorang PNS atau ASN pada era milenial (tahun 2000 ke atas) mempunyai tantanga tersendiri yang cukup besar.

Tantangan tersebut, menurut Mantan Asisten Kepegawaian Setda Alor ini antara lain: Perubahan regulasi dari Pemerintah Pusat yang ke depan menghendaki PNS/ ASN yang bekerja secara terintegrasi dan profesional.
“Teman-teman semua, saya melihat ke depan, setelah Covid ini, Pemerintah Pusat akan memberlakukan aturan yang lebih ketat lagi, di mana hanya orang-orang terpilih dan mempunyai kompetensi yang mumpuni dan kredibitas tinggi serta kesetiaan kerja yang bisa menduduki jabatan-jabatan penting. Sebaliknya tidak ada jabatan karena faktor kedekatan atau orang-orang dekat pejabat. Untuk itu, bagi teman-teman yang masih memiliki masa kerja panjaang ini untuk menjaga dan rawat karier dengan baik, ” ungkap Bupati Djobo.
Selain adaptasi terhadap perubahan regulasi di Tingkat Pusat tersebut, Bupati II Periode ini meminta agar para Abdi Negara dan Masyarakat ini bisa mematuhi aturan birokrasi yang berlaku, terutama terhadap Peraturan Pemerintah Nomor: 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, sehingga ketika aturan tersebut diterapkan, maka tidak serta merta menyalahkan pemerintah tapi menyalahkan aturan itu sendiri.

“Banyak pegawai yang setelah ditempatkan di suatu tempat atau unit tertentu, kerja beberapa bulan dan minta pindah. Ada yang berpendapat itu tempat pembuangan. Itu tempat basah dan ini tempat kering. Lantas tidak mau masuk kantor dan bekerja. Ya, sudah lewat batas waktu yang ditentukan, maka diperiksa dengan melihat absen masuk kantor. Ada yang turun pangkat dan ada pula yang diberhentikan dengan hormat dan dengan tidak hormat. Jadi terima saja karena aturannya begitu. Untuk itu, upayakan kerja sesuai aturan yang berlaku dan jangan salahkan siapa-siapa, tapi salahkan aturan,” pinta Pembina Tertinggi Kepagawaian Daerah ini.
Bupati Djobo juga meminta para ASN yang baru diambil sumpah dan menerima SK 100 persen agar mengsyukuri berkat yang baru diterima, karena tidak semua orang bisa menjadi seorang PNS dan setelah menerima kepercayaan negara tersebut harus berjuang untuk mengabdi dengan tulus, jujur, disiplin, rendah hati dan mampu bekerja sama dengan berbagai pihak guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Selesai membacakan amanat tertulis dua lembar tersebut, Mantan Camat Alor Timur ini mengisahkan pengalaman kerjanya selama 40 tahun mengabdi, terutama sebagai seorang camat di daerah sulit seperti Kecamatan Alor Timur yang tidak memiliki sarana transportasi jalan dan listrik, namun bisa menghadapi tantangan alam yang berat tersebut.
“Teman-teman yang saya anggap orang hebat ini, saya masih awal-awal bekerja diperhadapkan dengan daerah sulit. Tidak ada jalan raya. Tidak ada listrik. Gelap gulita dan bersahabat dengan nyamuk dan agas (sejenis nyamuk kecil penghisap darah yang meskipun ada kelambu tapi tembus jaring) tapi masih hidup sampai sekarang dan pelan-pelan Tuhan angkat jadi Bupati. Karena apa? Karena saya benar-benar mencintai daerah ini,” tanya Bupati Djobo retoris.
Sebagai seorang senior Birokrasi, Bupati Djobo, yang akrab disapa AJ ini, memberikan tip, bahwa salah satu sumber berkat dari bekerja di jajaran birokrasi adalah menaati perintah atasan.

Demikian, Bupati Djobo berpesan dengan mengulang kembali petuah warisan Kabupaten Alor yang selalu dituturkan bagi generasi birokrasi, bahwa mengabdikan diri di Kabupaten Alor sangat berbeda dengan tempat lain di luar Alor, karena sudah terbukti, bahwa barangsiapa yang mengabdi dengan baik maka karier panjang dan umur panjang, sebaliknya tidak tulus bekerja, maka karier pendek dan umur pun pendek.

Plt. Kepala BKPSDM, Marwiyah Jakra melalui Kabid Mutasi, Yulius Atakay, S.IP, kepada media di Ruang Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Alor mengatakan, dari 256 PNS yang diambil sumpah terdiri dari 232 PNS berasal dari CPNS yang menerima SK 100 persen dan sisahnya 24 PNS berasal dari PNS yang sama sekali belum diambil sumpah.
Dia juga membenarkan, bahwa ke depan aturan pusat lebih ketat dengan ijizah pendidilan formal yang lebih tinggi untuk jabatan-jabatan dalam birokrasi. Untuk itu, ASN juga bisa mempersiapkan diri menghadapi tantangan ke depan.

Sementara itu, salah seorang peserta PNS yang mendapatkan SK 100 persen, dr. Adriana Waan, yang menjalani masa Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNSD) di Puskesmas Kalunan, Kecamatan Mataru di Lantai II Kantor Bupati mengatakan rasa haru dan bangga atas SK yang diterima bersama teman-temannya.
Alumni Kedokteran Undana Kupang ini juga mengakui prinsip-prinsip dasar sebagai seorang PNS/ ASN yang diamanatkan Bupati Amon Djobo patut diterapkan untuk kemajuan daerah dan marwah birokrasi serta cintra ASN di mata publik yang baik di Kabupaten berjuluk Tanah Terjanji dan Surga di Timur Matahari ini. (Oleh: Gabriel L. Tang&Dominggus P. Masae/ Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Alor).

SIARAN PERS

BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PIMPINAN

SETDA ALOR

Bupati Alor Buka Kebun Contoh di Molbut - Desa Lendola

KALABAHI, SI PERS—Molbut, -dalam bahasa daerah setempat berarti Kebun Kali atau Kebun Dekat Kali (Sungai Kecil) tidak seperti hari-hari biasanya yang sepi ditemani siulan burung dan kotekan ayam petelur milik Peternak Bapak John Maro. Pada Sabtu (13/6) pagi menjadi hari yang istimewa di tempat itu maupun bagi warga yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Desa Lendola.

Pasalnya? Kebun yang berada di Tengah Bukit Desa Lendola dan di pinggiran air Lendola terebut mendapat kunjungan dari Bupati Alor, Drs. Amon Djobo dan Kepala Dinas Pertanian, Yustus Dopong Abora, SP untuk melakukan penanaman jagung manis dan pulut (hibrida) yang telah disediakan para penyuluh pertanian dan pengamat benih Kabupaten Alor.

Bupati Amon Djobo yang telah membantu warga membangun gazebo pelindung dalam ragka mendukung pengembangan agro wisata itu, tak segan-segan langsung mengambil alih penanaman, yang sebelumnya lahan diolah oleh Dinasa Pertanian dan Petani Pemilik Lahan yang tengah tergabung dalam KUBE Lendola.

Kesempatan dengan menghargai undangan para petani dan peternak Desa Lendola di bawah bimbingan Bapak John Maro tersebut diterima Bupati Alor, Amon Djobo dengan secara langsung memberikan contoh bagaimana menanam yang baik dalam mengawal apa yang sering disampaikan dalam Upaya Percepatan Membangun Alor melalui Program Alor Kenyang, Alor Sehat dan Alor Pintar.

Lagi pula selalu dan senantiasa meminta agar masyarakat tidak malas dan kerja keras dengan berkeringat jatuh membasahi bumi dalam rangka mencapai kesejahteraan dan kemandirian.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Yustus Dopong Abora, SP melalui Penyuluh Anita Adhi, SP meskipun lahan yang disiapkan untuk sementara seluas 15 are, namun potensi pengembangannya mencapai 5 ha lebih dan hal ini merupakan contoh bagi pengembngan dari kebun-kebun sekitarnya yang sangat berpotensi karera sudah dapat diairi.

Menurut dirinya bersama teman-teman penyuluh di antaranya: Deby Ai dan Pengamat Bibit Kabupaten Alor, Dorcy Peni, bahwa Molbut dapat menjadi sumber pangan, palawija dan holtikultura, karena lahannya sangat subur dan belum pernah digarap sebelumnya dan sumber air sangat lancar. Malahan mereka sepakat bisa dikembangkan budidaya ikan air tawar dan areal persawahan.

Ajudan Bupati Alor, Natsir Sidhiq memberi kesan, bahwa Molbut merupakan tempat yang nyaman dan dekat dengan kota sehingga sangat baik pengembangan kebun dan masyarakat sangat anthusias mendukung dengan pola gotong royong.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan di tempat lain di semua wilayah yang berpotensi berkebun. (TIM Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Alor).

VIRTUAL MEETING MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN (MUSRENBANG) DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2020 UNTUK RKPD TAHUN 2021 DENGAN TEMA “MENINGKATKAN NILAI TAMBAH INDUSTRI DAN PARIWISATA BERBASIS PERTANIAN DENGAN DUKUNGAN SDM YANG BERKUALITAS”

MCA, Selasa (21/04/2020) Virtual Meeting yang dilakukan bertempat di Rumah Jabatan Bupati Alor pukul 09.00 WITA. Berita Acara Hasil Kesepakatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi NTT Tahun 2021 beserta lampiran mengenai usulan-usulan telah diserahkan oleh Ketua Panitia (Sekda Provinsi NTT) kepada Gubernur NTT.

Dalam sambutannya Gubernur NTT, Viktor Laiskodat menyampaikan Selamat hari Kartini dan Hari Paskah yang telah dilaksanakan oleh Umat Nasrani, serta Masyarakat Muslim yang akan masuk dalam bulan Ramadhan. Beliau mengucapkan terimakasih juga atas saran-saran pendapat dan pokok-pokok pikiran baik dari Pimpinan DPRD dan seluruh Anggota, dari Pemerintah Pusat, dan berbagai Komponen akan menjadi masukan yang baik untuk terus bisa memperbaharui dan mengawali perjalanan pembangunan di Nusa Tenggara Timur.

Sebagai Gubernur, beliau mengatakan sangat percaya diri karena memiliki Bupati dan Walikota yang bekerja secara luar biasa, karena itu dalam semangat seperti ini Beliau mengharapkan para Bupati dan Walikota untuk terus untuk bekerja. Mati bagi seorang pemimpin dalam melaksanakan tugasnya itu adalah kemuliaan, tapi lari meninggalkan tugas pengabdian karena ketakutan terhadap masalah ini menurut saya perlu kita perhitungkan juga secara baik.

Momentum seperti ini menurut beliau dimana pandemi ini merubah budaya kerja, budaya hidup, coba kita lihat sekarang di setiap Kecamatan/Desa-desa ada tempat sampah dan tempat cuci tangan di setiap-setiap rumah. Beliau mengharapkan budaya kesadaran akan kebersihan seperti ini dapat terus dilestarikan.

Akhir kata Gubernur NTT menyampaikan terimakasih kepada Mendagri, Menteri PPN/Bappenas dan semua jajarannnya yang ikut terlibat untuk membantu NTT, Ketua DPRD beserta anggota, Bupati dan Walikota se-NTT, dan juga setiap tokoh/pribadi yang ikut berpartisipasi dalam penyempurnaan setiap program-program kerja Provinsi NTT, kiranya Tuhan Senantiasa menyertai kita dan kita mampu mengatasi setiap masalah-masalah dan maju terus untuk memberikan sebuah nilai baru didalam pembangunan di NTT, bangkit menuju sejahtera.

Bangkit itu cuci kepala supaya kepalanya lebih pintar, sejahtera itu artinya setiap orang boleh makan, boleh pakai, boleh tinggal ditempat yang layak. Kedepan kita akan bisa melihat bahwa kita bekerja bukan saja kecerdasan kita tapi kebersamaan dan tentunya kebersamaan itu bersama yang maha kuasa. Sekian dan Terimakasih. Tuhan Memberkati.

POLRES ALOR GELAR AKSI KEMANUSIAAN CEGAH COVID 19.

Dengan menjaga Social Distancing, Polres Alor kembali gelar aksi kemanusiaan setelah sebelumnya membagikan sembako dan masker kepada masyarakat yang terkena dampak langsung virus corona yang secara langsung di serahkan oleh Kapolres Alor. Aksi yang sama kembali di gelar oleh Polres Alor, kali ini juga diserahkan langsung oleh Kapolres Alor, AKB.Darmawan Marpaung, SIK, M.Si.

Aksi kemanusiaan yang digelar 16 april 2020 ini berupa penyerahan Alat Pelindung Diri (APD) kepada Puskesmas Kenarilang yang diterima langsung oleh KTU Puskesmas Kenarilang, Noni Duka. Dengan nada haru ia menyampaikan terimah kasih pada Polres Alor yang peduli terhadap tim medis dalam pencegahan covid 19.

Sebelum membagikan APD, dibagikan juga masker secara gratis dan sosialisasi pencegahan covid kepada pasien dan pengunjung Puskesmas Kenarilang oleh Kapolres Alor dengan tetap menjaga jarak.

Setelah dari Puskesmas pembagian masker dilanjutkan di pasar tradisional Kadelang. Kapolres Alor Darmawan Marpaung diruang kerjanya mengatakan aksi kemanusiaan ini terus dilakukan oleh Polres Alor dan Bhayangkari, untuk membantu sekaligus sosialisasi kepada masyarakat akan bahaya virus covid 19.

Akhirnya ia menghimbau dan mengajak kepada masyarakat agar selalu mengikuti himbauan dari Pemerintah seperti menjaga jarak, mencuci tangan dan menggunakan masker.

Selain pembagian gratis sembako dan masker satuan personil Polres Alor juga terlibat langsung membantu tenaga medis dengan aksi donor darah, dan kesiapan dalam penanganan korban covid 19 sampai pada pemakaman jika ada korban di Kabupaten Alor. 

(Bensa-Kominfo)

RAPAT KOORDINASI MELALUI VIDEO CONFERENCE BERSAMA MENKOPOLHUKAM, MENDAGRI, MENKEU, MENSOS, DAN MENDES PDTT DENGAN GUBERNUR DAN BUPATI/WALIKOTA SE-INDONESIA DALAM RANGKA PENCEGAHAN PENYEBARAN DAN PERCEPATAN PENANGANAN COVID-19

MCA, Kamis (09/04/2020) Video Conference yang dilakukan bertempat di Rumah Jabatan Bupati Alor pukul 14.00 WITA. Dalam sambutannya Menkopolhukam menyampaikan beberapa catatan untuk Kebijakan Social Safety Net dan Kerawanan yang mungkin terjadi diantaranya

Pertama yaitu Kebijakan untuk Perlindungan Sosial dengan rincian implementasi penerima Program Keluarga Harapan, Penerima Kartu Sembako, Penerima kartu Prakerjaa, Insenstif Cicilan KPR untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah, dan Diskon Tarif Listrik Bersubsidi.

Kedua yaitu Kebijakan untuk Pembiayaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional dengan rincian implementasi Restrukturisasi Kredit, serta Penjaminan dan Pembiayaan Dunia Usaha khususnya untuk UMKM.

Ketiga yaitu Kebijakan untuk Belanja Negara Bidang Kesehatan dengan rincian implementasi Pembelian alat Kesehatan, Perlindungan Tenaga Kesehatan, Peningkatan Kapasitas Rumah Sakit rujukan. Keempat yaitu untuk Insentif Perpajakan dan Stimulus KUR (Kredit Usaha Rakyat).

Dalam Rakor ini Menteri Keuangan Sri Mulyani juga menyampaikan bahwa fokus dari Kepala-Kepala Daerah saat ini adalah bagaimana harus mengelola APBDnya dalam situasi yang berubah drastis seperti ini, dan ini yang kami Kemenkeu bersama Kemendagri akan segera mengeluarkan Surat Edaran baru dalam rangka untuk memberikan arahan mengenai perubahan APBD. Mungkin untuk memberikan gambaran awal terlebih dahulu bahwa APBD di daerah sekarang ini akan menghadapi beberapa perubahan akibat Covid-19 ini.

Yang pertama transfer ke Daerah yang biasanya dari kami pusat dalam bentuk DAU, DBH, DAK fisik maupun non fisik, DID, dan Dana Desa akan mengalami perubahan. Contohnya seperti DAU yang dihitung dari pendapatan dalam negeri Netto, pendapatan kita sekarang dalam negeri Netto dengan adanya Covid-19 ini banyak bisnis yang tutup dan menurun, harga minyak turun sangat drastis, harga batubara turun, ekspor kita menurun, jadi yang kami transfer ke daerah pun akan mengalami penurunan.

Kami sedang menghitung secara hati-hati dan semaksimal mungkin agar Bapak/ibu Kepala Daerah tidak mengalami shock yang besar. Kami akan menyampaikan secara detail didalam Surat Edaran. Kedua yaitu Ekonomi di Daerah pun akan mengalami penurunan seperti diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tempat-tempat rekreasi dan tujuan Pariwisata ditutup pasti akan menurunkan ekonomi didaerahnya masing-masing sehingga PAD di daerah pun juga turun. Jadi Pemerintah di Daerah akan menghadapi dua shock dari sisi penerimaan yaitu transfer ke daerah mungkin akan turun dan PAD yang biasa diperoleh sendiri pun akan turun.

Hal ini tolong betul-betul dipahami, oleh karena itu Intruksi dari Bapak Presiden kepada Kemenkeu dan Kemendagri bahwa dari sisi belanja harus mengalami perubahan karena kalau tidak maka Pemerintah Daerah akan mengalami bolong yang besar sekali. Padahal situasi hari ini Pemerintah Pusat dan Daerah sama-sama berfokus untuk menolong rakyat, menjaga keselamatan rakyat, menjaga para tenaga medis, mempersiapkan rumah sakit. Bidang Kesehatan menjadi prioritas nomor satu termasuk APD, Rapid Test, dll.

Jadi anggaran apapun yang ada di Daerah atau Pusat harus diprioritaskan untuk Bidang Kesehatan terlebih utama. Akan tetapi Pemerintah Pusat sendiri tidak mungkin cukup jadi diharapkan Pemerintah Daerah juga harus melakukan alokasi anggaran jangan menunggu dari Pusat duluan karena Bapak/Ibu sekalian kepala-kepala daerah yang lebih tahu rakyatnya sekarang. Jadi diharapkan dari sisi belanja APBD harus dilakukan perubahan secara radikal.

Dalam Rapat Koordinasi ini Mendagri juga menyampaikan bahwa Forum ini sangat penting sekali untuk menyamakan persepsi antara Pemerintah Pusat dan Daerah terutama berkaitan dengan Implementasi Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) serta Beliau menyampaikan pesan dari Bapak Presiden kepada Kepala-kepala Daerah dan juga bapak Kapolri untuk tetap menjaga kelancaran arus distribusi karena ada beberapa daerah yang melakukan penutupan jalan, dan ini membuat distribusi terutama alat dan barang Kesehatan serta bahan pangan ini menjadi terganggu dan mohon kiranya perhatian dari rekan-rekan Kepala Daerah karena akan dapat mengganggu rantai pasokan, rantai suplai untuk daerah-daerah lain. Cukup Kompleks masalah ini, dan kembali lagi kepada leadership tiap-tiap kepala daerah untuk berinovasi seperti membuat APD sendiri seperti masker, handsanitizer, tempat cuci tangan sendiri, dll. Kita melihat bahwa Krisis Kesehatan ini sudah berimbas pada Krisis Ekonomi, tapi kita berharap bahwa jangan sampai berlanjut hingga menjadi Krisis Sosial yang akhirnya dapat menyebabkan Krisis Keamanan di negeri ini. Terimakasih. Tuhan Memberkati.

BUPATI ALOR TUTUP BRIEFING PIMPINAN OPD DENGAN DOA KERJA ATASI COVID-19 DAN HOC CHOLERA

KALABAHI, Si Pers--Di tengah pandemik Virus Corona dan wabah Hoc Cholera terkadang orang menilai pekerjaan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan menjadi mandek. Pada hal, bila dicermati dengan baik dan dipahami Protokol Kesehatan, maka beberapa pekerjaan sedang dijalankan dan lainnya pun dapat dilaksanakan guna mengatasi persoalan daerah dan mendukung Program Alor Kenyang, Alor Sehat dan Alor Pintar.

Untuk itulah, Bupati Alor, Drs. Amon Djobo, hari ini, Senin (13/4), pagi sekira pukul 10.00 pagi, - dengan tetap menjaga jarak satu sama lain, berdiri pada barisan berlabel dengan jarak 1,5 meter dan 3 -4 meter dari pemimpin apel dan menggunakan masker, sebagaimana Pedoman Umum Kesehatan menggelar briefing bagi para Pimpinan Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) guna mendapatkan arahan dan petunjuk kerja selama masa penanganan Covid-19.

Bupati Djobo menandaskan, bahwa pada saat ini daerah dan masyarakat Kabupaten Alor sangat membutuhkan sentuhan pelayanan pemerintah dalam menangani masalah yang sedang dihadapai. Untuk itu, para pejabat publik diminta peran dalam menjalankan tugas dan fungsi yang diemban agar bekerja dengan sungguh-sungguh sepanjang hari atau selama 24 jam siap, karena beberapa sektor memang membutuhkan pelayanan demikian.

"Menjadi pejabat publik harus handphone aktif 24 jam," tegas Mantan Asisten III ini mengingatkan.

Beberapa instansi diperintahkan Orang Nomor Satu Alor ini, agar selain pekerjaan administrasi berjalan, pula beberapa prasarana fisik yang menyangkut hajat hidup orang banyak, di antaranya: air, jalan dan listrik serta sarana penunjang lainnya yang mendukung Program Gemma Mandiri berfokus pada Alor Kenyang, Alor Sehat dan Alor Pintar.

Alor Kenyang, misalnya Bupati Dua Periode ini pada awal-awal telah mengatakan, bahwa bencana apa pun yang terjadi masyarakat Alor tidak boleh lapar.

Dan, untuk itu, Badan Urusan Logistik (Bulog) Alor telah diperintahkan agar menjaga stock Sembako, termasuk menghadapi hari raya keagamaan.

Di kesempatan lain, Mantan Camat Alor Timur ini juga merasa bersyukur karena penyakit virus corona menyerang, ketika sudah selesai masa panen, sehingga masyarakat desa sudah mempunyai stock bahan makanan.

Dalam kaitan dengan Alor Sehat, Bupati Djobo meminta agar sarana prasarana kesehatan tetap dibangun dan seluruh jajaran Dinkes Alor tetap menjaga penanganan Covid-19 hingga kecamatan dan desa berkoordinasi dengan Posko Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Di Bidang Pendidikan dalam mendukung Alor Pintar, Bupati Djobo meminta aparatur jajaran Tut Wuri Handayani ini tetap mengawal kegiatan para siswa belajar dari rumah, sekaligus pembangunan infrastruktur dasar dan penunjang pendidikan seperti bangunan dan perpustakaan tetap berjalan.

Bupati Djobo juga memuji beberapa pimpinan OPD, termasuk Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan, Albert N. Ouwpoly dan Kadis Lingkungan Hidup, Obeth Bolang, yang telah menerjemahkan arahan pimpinan dalam melaksanakan tugas memimpin para staf selama masa libur atau bekerja dari rumah, work from home, sehingga suasana pendidikan tetap berjalan dan kebersihan kota tetap terjaga di tengah-tengah suasana penanganan Covid-19.

Hoc Cholera Serang Ternak Babi Masyarakat

Selain itu, dalam arahan pagi tersebut, Bupati Djobo meminta Dinas Peternakan agar mengatasi wabah Hoc Cholera (Demam Babi) yang sedang menyerang ternak babi milik masyarakat mengakibatkan kematian secara besar-besaran.

Hal tersebut, menurut Bupati Djobo secara langsung mempengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat kecil.

Pada hal, dalam keadaan normal produksi daging babi Alor Atingmelang sangat berkualitas untuk perdagangan sehingga menjadi salah satu potensi daerah.

Ora et Labora, Berdoa sambil Bekerja

Dalam mengakhiri arahan (baca: briefing) yang berlangsung sekira 30 menit tersebut, setelah mengarahkan dan memotivasi para bawahannya tersebut, Bupati Djobo yang selalu memberi perhatian kepada lembaga agama maupun kegiatan rohani semua agama tersebut memimpin secara langsung berdoa bagi para pejabat yang hadir sebagai penguatan dalam mengabdi pada daerah Kabupaten Alor dalam suasana penanganan di semua sektor kehidupan, terutama sektor kesehatan, pendidikan dan peternakan yang sedang mengalami musibah.

"Kiranya Tuhan tetap menolong kita semua. Amin," demikian inti sari permohonan Orang Nomor Satu di Bumi Persaudaraan, Tanah Terjanji dan Surga di Timur Matahari ini menutup doa agar semua dapat bekerja sambil berdoa (Ora et Labora).

Demikian Siaran Pers.

(GB - Tim/ BgnProkompSetdaAlor)

  •  Start 
  •  Prev 
  •  1  2 
  •  Next 
  •  End 
Page 1 of 2