SEKITAR 80 KK MASYARAKAT DESA MALAIPEA AKAN DIRELOKASI

relokasi

SEKITAR 80 KK MASYARAKAT DESA MALAIPEA AKAN DIRELOKASI

Sekitar 80 Kepala Keluarga masyarakat Desa Malaipea, Kecamatan Alor Selatan, yang terkena dampak bencana longsor pada awal April silam rencananya akan direlokasi ke tempat yang lebih aman. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Alor, Dominius N. Salmau, ST, saat diwawancarai di Malaipea

“Setelah mengamati, mendapatkan informasi dari pihak masyarakat desa, bahwa ada kurang lebih 80an rumah tangga atau KK yang memang harus direlokasi sehingga hari ini kami bersama – sama dengan tim dan juga Balai, dan juga masyarakat, Pemerintah Desa berada di lokasi relokasi untuk pembangunan rumah. Tentu tugas kami adalah memastikan lahan ini clear and clean untuk ditempatkan perumahan” ungkap Salmau.

Lebih lanjut disampaikan juga oleh Salmau bahwa setelah melakukan suvey, ternyata lokasi tersebut masuk dalam kawasan konservasi hutan, untuk itu kedepan sejumlah langkah koordinasi akan dilakukan sehingga wilayah tersebut dapat dibuka untuk permukiman.

“Dan memang setelah dilihat bahwa, dan hasil konvirmasi tim dengan pihak UPT Kehutanan bahwa ini merupakan lahan konservasi dan karena itu kewajiban Pemerintah tentu akan memproses bersama tim sampai kepada pihak yang berwenang untuk bisa mengijinkan pembangunan kawasan perumahan di wilayah Desa Malaipea. Dan tentu kewajiban Pemerintah adalah memastikan sampai melakukan proses sertifikat. Dan setelah dibangun tentu bangunan dan semua sarana ini akan diserahkan kepada masyarakat untuk dimanfaatkan” demikian ungkap Salmau.

Di sisi lain, Anwar Djaha, ST, MT, KTU Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Wilayah Nusa Tenggara II, berharap agar kehadirannya langsung di lokasi kali ini dapat melihat langsung kondisi lahan serta memperoleh data yang akurat agar dapat segera diusulkan kepada Pemerintah Pusat.

“ Harapan kami adalah, sesuai pesan pimpinan kami bahwa kalau bisa sekalian turun ini bisa mendapatkan data yang matang, yang sudah bisa dijadikan dasar untuk diusulkan untuk pembangunan rumah khusus untuk masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor. Dan kami juga mengharapkan kalau bisa dengan kunjungan seperti ini sampai kepada lahan yang direncanakan untuk penempatan relokasi masyarakat yang terdampak mudah – mudahan ini bisa menjadi suatu data yang pasti sehingga data ini kemudian akan diolah di tingkat kami di Balai, kemudian akan diteruskan ke Pusat untuk mendapatkan keputusan”.

Kepala Desa Malaipea, Lazarus Padafing, kepada menyatakan bahwa saat ini masyarakat bersedia untuk direlokasi dan siap untuk menandatangani sejumlah berkas yang disyaratkan. Bahkan menurutnya jumlah ini masih mungkin bertambah mengingat proses pendataan yang masih terus berlangsung.

“Warga masyarakat yang terkenca bencana ini jumlahnya seperti telah disampaikan oleh Bapak Kadis Perumahan Kabupaten Alor, namun bukan hanya itu, sementara data sedang berjalan dan dia bisa lebih dari 100…Sementara warga masyarakat yang mau dipindahkan ke lokasi ini, yang data di tangan kami sekarang 80an, sementara masih data. Dan mereka siap menandatangani Berita Acara, pernyataan, untuk mereka siap pindah ke tempat ini” ungkap Padafing. (Yogan, Man, Seka)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.