PEMERINTAH SIAPKAN BANTUAN PERUMAHAN HINGGA 50 JUTA RUPIAH

siapkan bantuan

PEMERINTAH SIAPKAN BANTUAN PERUMAHAN HINGGA 50 JUTA RUPIAH

Untuk memulihkan keadaan pasca terjadinya bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Alor, Pemerintah Pusat menyiapkan bantuan dana perbaikan rumah hingga Rp 50 juta.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, saat mengunjungi lokasi terdampak bencana di Desa Taramana, Kecamatan Alor Timur Laut, Kamis (7/4/2021).

Menurut Monardo, besaran nominal Rp 50 Juta akan diberikan kepada warga yang rumahnya rusak parah dan tidak bisa dihuni. Sedangkan untuk warga dengan kondisi rusak sedang akan mendapat bantuan sebesar Rp 25 juta, dan untuk rusak ringan mendapat bantuan sebesar Rp 10 juta.

“Ada juga rumah yang siap jadi, ya, rumah dari pihak PUPR, Rumah Instant namanya, nah, apakah model seperti itu juga mau digunakan, nanti terserah masyarakat. Jadi rumah yang dibangun lagi, atau mungkin rumah yang instant, ini anggaran dari Pemerintah disiapkan setiap unit rumah itu Rp 50 Juta rupiah, dana stimulant. Jadi, untuk yang rusak sedang itu nanti Rp 25 juta, rusak ringannya adalah Rp 10 juta” ungkap Monardo.

Bagi masyarakat yang rumahnya mengalami rusak sedang dan berat yang tidak bisa ditinggali, Pemerintah Pusat juga telah menyiapkan jenis bantuan lain yang disebut dengan Bantuan Rumah Penghunian, dimana nantinya masyarakan akan diberikan uang sewa rumah dengan nominal Rp 500 ribu/bulan. Uang ini nantinya akan diberikan selama proses pembangunan rumah dikerjakan. Pemberian uang ini ditujukan agar masyarakat tidak perlu tinggal di camp pengungsian selama rumahnya dibangun.

“Warga yang masih berada diatas seandainya tidak memungkinkan mereka berada di pengungsian mereka nanti diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten untuk mendapatkan bantuan biaya sewa rumah, jadi tidak perlu harus membangun camp pengungsian atau apa namanya, tempat pengungsian atau membangun sementara. Jadi selama nanti warga yang rumahnya rusak berat itu tidak atau belum mendapatkan, rumahnya belum selesai, maka dari Pusat, ya, atas perintah Bapak Presiden memberikan bantuan. Salah satu, apa namanya, metodenya adalah masyarakat dikasi uang untuk sewa rumah, ya sewa rumah, sampai nanti rumahnya itu selesai. Nah kalau diatas ada 10 rumah, di bawah ada 43 rumah, maka nanti pembangunannya bisa dikerjasama, Pemerintah Daerah dibantu TNI / POLRI, sehingga tidak lama rumahnya bisa selesai…..Nah masyarakat yang rumahnya rusak berat, ya, dan juga rusak sedang, tidak bisa lagi ditempati, maka mereka kita berikan bantuan dana penghunian namanya, ya untuk sewa rumah, ya” lanjut Monardo.

Pada kesempatan tersebut Monardo juga meminta agar masyarakat yang tinggal di bantaran sungai ataupun wilayah rawan longsong harus segera direlokasi, namun proses ini harus melibatkan masyarakat.

“Masyarakat harus dilibatkan dari awal. Kalau mereka mau direlokasi, relokasinya dimana, ya karena kalau salah menempatkan relokasi nanti masyarakat tidak mau menempati rumah yang sudah dibangun nanti kasihan nanti. Jadi komunikasi dengan masyarakat dan juga perwakilan tokoh itu penting sekali” ujar Monardo.

Kepada Pemerintah Kabupaten, Monardo berpesan agar segera memberikan laporan yang akurat kepada tim Satgas penanggulangan bencana.

“Dan tidak boleh ada duplikasi nama, ya, karena kalau ada duplikasi nama, nanti ada ferivikasi dan validasi dari tim dari Pusat, ternyata ada dokumen yang tidak sesuai, nanti akan menghambat, akan memperlama, ya. Jadi dari sekarang harus jujur, melaporkan apa adanya. Tidak boleh ditambah – tambah, dan juga tentunya tidak boleh dikurangi. Ya, jadi Kepala Desa, RT/RW, Camat, dibantu oleh unsure TNI dan POLRI di daerah untuk ikut membantu mengawal, ya, sehingga dokumen yang diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Alor kepada Pemerintah Pusat itu betul – betul akuran nanti” pukasnya.

Untuk mempercepat proses evakuasi korban, Pemerintah Pusat, menurut Monardo, telah menganggarkan untuk menyediakan alat berat.

“Nah kemudian untuk mempercepat proses evakuasi sebagaimana yang diperintahkan Presiden Jokowi, ya ini ada Dirjen SDA (Sumber Daya Air) dari PUPR mewakili Pak Menteri PUPR, Pak Jarot yang sudah menyiapkan beberapa alat berat. Jadi nanti tinggal Pak Bupati memobilisasi alat itu ke lokasi, ya, termasuk juga untuk mungkin apa, membuka jalan ya. Jadi alat berat yang ada secepat mungkin 16 orang sekarang tinggal ya, 16 orang di wilayah kampung ini yang belum ditemukan harus segera ditemukan. Kalau sudah ditemukan, ya, dimakamkan sesuai dengan agama, nanti proses identifikasi bisa berlanjut nanti” kata Monardo. (Seka)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.