UPDATE TERKINI BENCANA ALOR

update terkini

UPDATE TERKINI BENCANA ALOR

Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Kabupaten Alor pada tanggal 2 – 4 April 2021 ini cukup memberikan dampak yang signifikan, baik korban jiwa maupun kerugian materinya.

Terkait korban jiwa, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo saat melakukan konfrensi pers bersama Wakil Gubernur NTT mengatakan bahwa saat ini korban meninggal di Alor mencapai 21 orang dan korban hilang 20 orang sehingga total mencapai 41 orang.

“Kemudian di Kabupaten Alor yang meninggal 21 orang, yang hilang 20, total 41” .

Dari sisi kerugian material, menurut Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Alor, Ferdy I. Lahal, SH, jumlah total kerugian material sementara ini mencapai Rp 103 Miliar.

“Akumulasi dari seluruh dampak bencana ini, baik untuk korban rumah masyarakat maupun juga akses – akses fasilitas umum, jalan, jembatan dan seterusnya, irigasi, perumahan, seterusnya, listrik dan seterusnya, itu hampir kurang lebih Rp 103 miliar. Itu data sementara”.

Lahal juga pada kesempatan tersebut merinci sejumlah fasilitas umum maupun asset pribadi masyarakat yang hancur akibat bencana, antara lain terdapat 181 unit rumah masyarakat yang rusak sedang dan 179 unit rumah yang rusak berat sehingga totalnya ada 360 unit.

“Itu rumah rusak sedang hampir 181 unit, untuk rumah rusak berat 179 unit. Total secara keseluruhan berat dan ringan itu hampir kurang lebih 360 unit”.

Selain rumah, ada 30 titik abrasi pantai, 30 titik abrasi kali, 35 titik tembok penahan banjir, 15 unit tambatan perahu, 10 unit perahu motor masyarakat, serta banyaknya gedung sekolah, posyandu, pasar, bahkan juga fasilitas ibadah yang turut hancur akibat bencana namun belum sempat terdata.

“Untuk abrasi pantai itu 30 titik lokasi yang rusak. 30 titik. Tersebar di kecamatan – kecamatan yang parah yang tadi saya bilang di enam kecamatan itu. Kemudian abrasi kali, karena intensitas dan kapasitas luapan air sungai karena curah hujan yang panjang hampir sekitar enam hari itu berdampak pada abrasi kali kurang lebih 30 titik abrasi kali yang hancur berantakan, rusak. Dan kemudian juga ada tembok penahan banjir baik ada yang di pesisir kali yang karena intensitas banjir itu kapasitasnya besar dan waktunya cukup lama, berdampak kepada hampir kurang lebih 35 titik lokasi tembok penahan banjir itu dia hancur. Untuk tambatan perahu karena gelombang pasang yang cukup tinggi, itu hampir kurang 15 unit tambatan perahu hancur berantakan. Itu rusak berat. Yang sedang sekitar 8, ringan sekitar 6. Itu yang terjadi. Kemudian Kerusakan bangunan dan fasilitas umum itu hampir tersebar di enam kecamatan itu yang kerusakan berat terjadi, itu baik gedung sekolah, gedung posyandu, pasar, bahkan juga rumah ibadah yang sempat mengalami kerusakan, tetapi hampir secara keseluruhan di 18 kecamatan itu ada kerusakan yang ringan yang terjadi. Ada 10 unit perahu motor sampan masyarakat yang hancur, perahu motor, itu tiga itu rusak berat”.

Sejumlah upaya sudah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Alor dalam rangka melakukan pemulihan, diantaranya mengaktifkan posko, mengirim alat berat ke beberapa titik untuk membantu masyarakat melakukan evakuasi korban yang terkubur oleh longsor, menyalurkan beras sebanyak 30 ton, memberikan santunan kepada korban meninggal berupa uang tunai sebesar Rp 3 juta dan peti jenazah, menerjunkan tenaga baik dari Tagana, Polres, maupun Kodim 1622 Alor untuk membantu masyarakat membersihkan lokasi yang terkenda dampak bencana, serta melakukan inventarisir data korban bencana secara menyeluruh.

Di Jakarta, Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas bersama para Gubernur dan Bupati di wilayah terdampak bencana menginstruksikan lima hal, yaitu, percepatan proses evakuasi dan penyelamatan korban yang belum ditemukan, memastikan hadirnya pelayanan kesehatan dan penanganan korban yang memerlukan pertolongan medis, menangani kebutuhan para pengungsi, mempercepat perbaikan infrastruktur yang rusak, serta mengantisipasi terhadap bahaya lanjutan adanya cuaca yang sangat ekstrim. (Seka)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.