BENCANA ALOR, 17 ORANG MENINGGAL DUNIA

bencana alor

BENCANA ALOR, 17 ORANG MENINGGAL DUNIA

Bencana alam, baik banjir, tanah longsong, maupun gelombang tinggi yang menghantam Kabupaten Alor sejak tanggal 2 – 4 April 2021 telah memakan korban jiwa 17 orang.

Demikian disampaikan oleh Bupati Alor, Drs. Amon Djobo, saat melakukan pemantauan langsung di dua desa terdampak bencana yang cukup parah, yakni Desa Welai Selatan, Kecamatan Alor Tengah Utara dan Desa Malaipea, Kecamatan Alor Selatan, Senin (5/4/2021).

“Bencana Lalina untuk Alor mulai dari tanggal 2 sampai dengan tanggal 6 hari ini, meninggal dunia 17 orang. Yang sudah ditemukan itu 10 orang, 7 masih dalam pencarian. 7 dalam pencarian itu masing – masing, 3 masih di Pulau Pantar, lalu 4 ada di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Alor Selatan dan Kecamatan Alor Tengah Utara” demikian ungkap Djobo.

Sedangkan untuk Kecamatan Alor Timur Laut, menurut Djobo memang diduga ada korban jiwa namun laporannya belum masuk hingga sore hari ini.

“Alor Timur Laut ada dugaan korban jiwa tapi belum ada laporna yang pasti”.

Berdasarkan rincian data yang diterima terkait jumlah korban jiwa per tanggal 5 April 2021 pukul 16.00, terdapat 17 orang meninggal dunia dengan rincian, 5 orang di Kecamatan Pantar Tengah, dimana 3 sudah ditemukan dan 2 masih dalam pencarian, kemudian 7 orang di Kecamatan Alor Selatan dengan rincian 3 orang sudah ditemukan dan 4 lainnya dalam pencarian. Disusul Kecamatan Alor Tengah Utara 4 orang dimana 2 sudah ditemukan dan 2 lainnya diduga tertimbun tanah dan hingga saat ini masih dalam proses pencarian, dan terakhir Kecamatan Pureman 1 orang. Sedangkan untuk korban yang sedang dirawat, terdapat 22 orang yang saat ini sedang dirawat di Kecamatan Pantar Tengah. Bupati Djobo mengatakan bahwa bantuan tim medis dan obat – obatan akan segera dikirim pada Selasa (6/4/2021) ini.

Selain memakan korban jiwa, bencana kali ini juga memutuskan sejumlah jalan dan jembatan dan menghancurkan banyak rumah warga. Sehubungan dengan pembangunan infrastruktur, Bupati Djobo mengungkapkan bahwa pembangunan kembali infrastuktur yang rusak akan disesuaikan dengan statusnya, apakah itu APBN, ABPD Provinsi maupun APBD Kabupaten.

“Infrastruktur yang rusak akibat bencana ini, tentu ruas jalan Kalabahi – Maritaing yang itu notabenenya kondisi itu ditangani oleh APBN yaitu jalan negara, baik yang ada di Pantar maupun di Pulau Alor kita akan usul ke Pusat, dan juga kondisi infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, dan perumahan yang rusak, termasuk tambatan perahu yang rusak, di tingkat Provinsi punya urusan tetap akan kasi di Provinsi, sedangkan Kabupaten tetap kita urus untuk Kabupaten”.

Bupati Djobo juga mengatakan bahwa rencananya Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini, akan berkunjung ke Alor pada Selasa (6/4/2021) untuk melihat langsung kondisi bencana.

“Tadi direncanakan ibu Menteri Sosial hadir. Setelah di Bima, NTB, datang di Maumere, Maumere lalu datang di Flores Timur atau Lembata, Lembata langsung masuk Alor. Tapi karena cuaca beliau tunda besok. Mudah – mudahan kita harapkan beliau besik ada”. (Seka)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.