FENOMENA GEOLOGI SEBABKAN PASIR PANTAI PUNTARU BERWARNA

pasir

FENOMENA GEOLOGI SEBABKAN PASIR PANTAI PUNTARU BERWARNA

Salah satu keunikan yang dimiliki oleh pantai Puntaru, Desa Tudde, Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor, NTT adalah beragamnya warna pasir pantai.

Obet Mauresi, seorang staf Kecamatan Pantar Tengah sekaligus menjadi pemandu kami saat mengunjungi Pantai Pasir Tiga Warna mengungkapkan bahwa salah satu keunikan dari pasir pantai tersebut adalah beragamnya warna dominan dari pasir setiap jarak 100 meter, yakni dominan kuning, hitam, maupun putih, walaupun tetap mengandung unsur warna lainnya seperti merah, putih, kuning, maupun hitam.

“Lokasi pertama tadi dominannya warna kuning, yang kedua ini adalah warna hitam, tetapi nanti setelah kita melangkah 100 meter dari tempat ini ke sana kita akan melihat pasir dengan warna dominan pasir yang berwarna putih” demikian kata Mauresi.

Terkait fenomena ini, Kepala Seksi Mineral, Batubara, Geologi dan Air Tanah, Cabang Dinas ESDM Provinsi NTT, Wilayah Kabupaten Alor, Daud Y. Tanghamap, ST, menyampaikan bahwa fenomena ini disebabkan oleh hasil kikisan dari bebatuan yang kemudian mengendap di bibir pantai.

”Itu merupakan endapat pantai yang secara geologi dia terbentuk dari rombakan batuan asal, batuan sumber, yang bisa kita amati juga ada di pantai Puntaru, dimana kalau kita ke pantai Puntaru ada batuan yang berwana cokelat, ada berwarna putih kekuningan, yang secara geologi dia itu terbentuk hasil letusan gunung api. Batuan – batuan asal ini kemudian karena proses pelapukan, proses erosi, tertransport oleh aliran sungai, terendapkan di pantai menjadi pasir yang berwarna yang dominan warnanya putih, kuning kecoklatan maupun hitam, tetapi di tiga warna ini tetap ada percampuran dengan warna hitam, dari tiga warna tersebut” demikian ungkap Tanghamap.

Terkait fenomena ini dirinya menghimbau agar masyarakat tidak menggunakan pasir tersebut untuk membangun rumah maupun bangunan lainnya mengingat fenomena ini bisa menjadi potensi wisata geologi yang dapat juga dipadukan dengan wisata Gunung Api Sirung.

Disampaikan juga oleh Tanghamap bahwa penyebab perubahan warna dalam radius sekitar 100 meter dari dominan kuning menjadi hitam dan putih disebabkan oleh keberadaan batuan sumber yang berbeda baik di laut, bibir pantai, maupun darat yang kemudian tercampur dengan endapan batuan dari warna lain yang dibawa ombak.

“Jadi perubahan warna ini faktor utamanya dari batuan sumbernya. Jadi karena rombakan batuan sumbernya tersebut yang kemudian tertransport ke laut dan diendapkan kembali oleh arus laut, pantai, ombak, sehingga menjadi perubahan warna itu. Jadi sebenarnya perubahan warna itu bisa juga menjadi batas antara perubahan batuan sumbernya, baik yang ada di pantai maupun di dataran Puntaru”. (Seka)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.