PEMDA ALOR GELAR VAKSIN COVIT19 PERDANA

PEMDA ALOR GELAR VAKSIN COVIT19 PERDANA

Pemerintah Kabupaten Alor pada Senin (1/2) melaksanakan vaksinasi covit 19 perdana. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Gedung Wanita tersebut diikuti oleh sejumlah komponen dari berbagai latar belakang, baik Pemerintah Kabupaten Alor, Kapolres Alor, Dandim 1622 Alor, tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun tokoh pemuda.

Bupati Alor, Drs. Amon Djobo saat menyampaikan arahan dalam kegiatan Pencanangan Pelaksanaan Vaksinasi Covit 19, mengungkapkan bahwa vaksinasi ini bertujuan untuk memutuskan rantai penyebaran covit 19 di Alor. Dalam sambutannya, Djobo meminta semua komponen masyarakat, khususnya tokoh agama agar membantu untuk mensosialisasikan kegiatan vaksinasi ini.

“Saya sudah menjelaskan hakekat dari vaksinasi ini, sudah pemerintah menjelaskan, mereka, tokoh – tokoh agama tolong juga menjelaskan, memfasilitasi, lalu mengedukasi, mensosialisasikan, penyakit yang berbahaya ini di Gereja, di Mesjid, di Pura, dimanapun mereka berada harus disampaikan. Apakah itu lewat ceramah, apakah itu lewat doa, harus disampaikan, sehingga dia sejalan dengan upaya – upaya pemerintah untuk penanganan covut 19 ini” demikian ungkap Djobo.

Dilanjutkan oleh Djobo bahwa pada vaksinasi tahap pertama ini hanya dikhususkan kepada beberapa pihak saja seperti pejabat, tenaga kesehatan, dan beberapa pihak lainnya.

“Kegiatan ini masih terbatas untuk tahap pertama ini. Para pejabat dan juga para Nakes, Tenaga Kesehatan secara keseluruhan, termasuk tokoh – tokoh agama dan juga tokoh – tokoh masyarakat, dan tokoh – tokoh pemuda, LSM yang punya pengaruh, sehingga setelah dia divaksinasikan hari ini dia menjadi corong yang hidup bagi masyarakat bahwa kami baru divaksinasi untuk tahap pertama Covit. 14 hari lagi ada tahap kedua” pukas Djobo.

Walaupun sudah divaksin, Djobo menghimbau agar masyarakat yang telah divaksin tetap menjaga protokol kesehatan. “Ini bukan berarti hari ini kita vaksinasi lalu covit itu berakhir pada orang itu, bukan ! Ini yang harus kita sepakat dulu. Kadang – kadang bilang, eh, saya sudah vaksin kok, masker tidak boleh ada lagi, tidak boleh pakai sabun cair lagi, urus pesta kiri kanan, tidak bisa begitu. Tetap dalam protokol kesehatan. Ini suatu upaya untuk, selain penurunan ini tapi daya tahan tubuh itu harus dia kuat”. (Seka).

BULAN APRIL MASYARAKAT KABUPATEN ALOR MULAI DIVAKSIN

Bulan April tahun 2021 mendatang rencananya seluruh masyarakat Kabupaten Alor akan mulai divaksin covit19. Hal ini disampaikan oleh Bupati Alor, Drs. Amon Djobo, saat menyampaikan arahan dalam kegiatan Pencanangan Pelaksanaan Vaksinasi Covit 19, Senin (1/2) di Gedung Wanita Kalabahi.

“Lalu nanti secara umum masyarakat ini pada bulan April, Maret – April, tahap kedua sampai pada target nasional untuk sekian puluh juta manusia Indonesia divaksinasi pada tahun ini harus tercapai”.

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Alor, Dr. Ketut Indrajaya, mengungkapkan bahwa untuk tahap pertama ini ada 1.773 tenaga kesehatan yang akan lebih dulu divaksin dan ditargetkan selesai pada pertengahan Maret mendatang. Ketut juga menyampaikan bahwa untuk masyarakat umum baru akan divaksin pada April 2021 mendatang.

“Harapan kita, Nakes yang sudah teregistrasi ini 1.773 itu bisa selesai satu bulan setengah. Harapan kita mungkin lebih cepat lagi. Habis itu baru tahap 2, secara nasional dicanangkan bulan Maret. Habis itu baru tahap 3 secara nasional bulan April itu untuk masyarakat” demikian ujar Ketut.

Menurutnya dalam pelaksanaan vaksinasi ini ada sejumlah kendala yang dialami, seperti kondisi geografi, cuaca, penyimpanan vaksin dan juga bagaimana membuat masyarakat bisa menerima vaksin ini. “Kalau untuk geografi kita di Alor ini ya tentu distribusi vaksinnya, penyimpanan, kemudian yang utama juga listrik, internet, terus ini, sosialisasi kepada masyarakat, bagaimana masyarakat ini bisa menerima atau tidak, nah itu juga penting”.

Ketut melanjutkan, target utama dari program vaksinasi ini adalah mencapai kekebalan hingga 70 – 80% dari penduduk Indonesia dalam 1 tahun mendatang. “Vaksinasi ini untuk mencapai imunitas masyarakat. Yang mau dicapai itu 60 – 70 persen penduduk dalam waktu 1 satu tahun setengah. Diharapkan tidak sampai satu tahun setengah sudah tercapai sehingga penduduk 60 – 70 % kebal untuk memutus mata rantai dari pada covit 19 ini” tuturnya.

RSUD ALOR MILIKI ALAT RAPID ANTIGEN

Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Alor menurut Bupati Alor Drs. Amon Djobo, saat ini sudah memiliki alat tes Rapid Antigen. Hal ini disampaikan olehnya saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Pencanangan Pelaksanaan Vaksinasi Covit 19, Senin (1/2) di Gedung Wanita Kalabahi.

“Kita punya alat yang mahal itu (Rapid Tes Antigen) itu sudah ada. Itu bantuan setelah saya bersurat kasi Kepala BNPB Pusat langsung itu dikirim langsung. Tiga Kabupaten yang terima itu barang, Ende, Sikka, Alor” ungkap Djobo.

Terkait hal ini, Plt, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Alor, Dr. Ketut Indrajaya, menuturkan bahwa alat ini sudah mulai dioperasikan di RSUD Kalabahi. Menurutnya alat ini bertujuan untuk melaksanakan screaning bagi pasien yang terindikasi covit19.

“Sampai sekarang untuk menentukan perawatan di rumah sakit itu dipakai alat swab namanya PCR. Itu kalau untuk perawatan di Rumah Sakit. Tapi kalau untuk screaning itu pakai Rapid tes, bisa antibody bisa antigen. Yang dikasi oleh Bencana (BNPB) itu adalah Rapid Tes Antigen dengan metode swab juga, tapi itu tidak bisa dipakai untuk menentukan orang ini sembuh atau sehat. Ia hanya untuk screaning saja. Akurasinya 85%” demikian ungkap Ketut.

Lebih jauh Dokter yang juga menjabat sebagai Direktur RSUD Kalabahi ini menambahkan bahwa karena alat ini terbatas, hanya melayani pasien dan belum digunakan untuk melayani masyarakat yang hendak bepergian. “Kita sudah bisa melakukan itu dengan kapasitas terbatas. Kalau untuk di rumah sakit kita ini khusus untuk penderita. Ya, itukan dibiayai oleh Pemerintah. Dia bukan untuk masyarakat umum. Jadi kalau dia masuk rumah sakit tetap untuk dilayani, tetapi bukan untuk orang bepergian karena keterbatasan dari pada kuantitas itu” papar Ketut. (Seka)

ALASAN USIA BUPATI DAN WABUP ALOR TIDAK DIVAKSIN

Bupati Alor, Drs. Amon Djobo saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan Pencanangan Pelaksanaan Vaksinasi Covit 19, Senin (1/2) di Gedung Wanita Kalabahi mengungkapkan bahwa dirinya dan Wakil Bupati Alor, Imran Duru, S.Pd tidak divaksin karena alasan usia. “Ini vaksin ini dia punya batas usia 18 sampai 59. Bupati Alor sudah 61 tidak mungkin kan begitu”.

Saat diwawancari lebih mendalam, Bupati Djobo menyampaikan bahwa dirinya tidak divaksin atas rekomendasi dari Dinas Kesehatan, mengingat batasan usianya sudah melampaui batas yang direkomendasikan oleh Menteri Kesehatan. Untuk itu Djobo meminta agar persoalan ini tidak dipolitir oleh masyarakat.

“Saya sudah 61 nanti pada 22 Februari, pak Wakil sudah 65. Memang sistem sudah demikian kita mau bagaimana. Tapi kalau vaksin ini dia tidak tergantung pada batas usia tentu kita semua toh. nah sehingga kalau ada yang sampai mempolitisir macam – macam, itu tidak betul, karena ini masukan dan rekomendasi dari Dinas Kesehatan” pukasnya. (Seka)

KAPOLRES ALOR BEBERKAN PENGALAMAN SAAT DIVAKSIN COVID19

Kapolres Alor, AKBP Agusthinus Chrismas menjadi orang pertama yang divaksin covit 19 di Kabupaten Alor, yang dilaksanakan di Gedung Wanita Kalabahi, pada Senin (1/2). Ditemui oleh wartawan pasca divaksin, dirinya menuturkan pengalamanya.

“Tadi saya rangkaian vaksin saya dimulai dari meja 1 ada registrasi kemudian dilakukan screaning yaitu pengecekan tensi darah, tensi darah saya puji Tuhan alhamdulilah normal, kemudian dilakukan screaning terhadap adanya riwayat penyakit dan lain sebagainya, itu juga dapat terlewati dengan baik. dan sebelumnya saya juga melakukan tes darah dan puji Tuhan, syukur alhamdulilah bahwa kondisi saya juga normal, kemudian dilakukan vaksin di meja 3, yang tadi kita bersama – sama saksikan, dan lancar, kemudian sampai di meja 4, kemudian dilakukan observasi selama 30 menit terhadap dampak dari pada vaksin terhadap tubuh. Dan selama 30 menit pelaksanaan observasi puji Tuhan, syukur alhamdulilah tidak terjadi apapun terhadap saya” ungkap Chrismas.

Lebih jauh menurutnya usai divaksin dirinya tidak merasakan adanya tanda atau gejala apapun. “ Tidak ada tanda – tanda ataupun gejala apapun. Saya dalam keadaan normal. Tensi saya juga normal. Kemudian juga tidak terjadi demam, tidak terjadi gatal – gatal dan lain sebagainya, dan mudah – mudahan dalam masa pemantauan ini semuanya baik – baik saja”

Chrismas pada kesempatan itu menghimbau agar masyarakat Alor tidak takut divaksin serta tidak terpengaruh oleh berbagai informasi hoax yang berkembang. “Jangan takut divaksin, jangan dilihat bahwa mungkin banyaknya timbul berita – berita yang miring terhadap pelaksanaan vaksin. Saya pastikan vaksin aman”. (Seka).

DANDIM ALOR TEGASKAN JANGAN SEBAR HOAX SEPUTAR VAKSIN

Dandim 1622 Alor, Letkol Sofyan Munawar, usai menjalani vaksinasi perdana covit 19 di Gedung Wanita Kalabahi, pada Senin (1/2), mengajak masyarakat agar ikut serta mendukung program vaksinasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Alor.

“Mari kita laksanakan vaksinasi ini dengan baik dan saya menghimbau kepada masyarakat lebih baik kita sama – sama untuk membantu Pemerintah ini”.

Ditegaskan olehnya bahwa jika masyarakat tidak mengetahui informasi tentang vaksin ini sebaiknya menanyakan langsung kepada ahlinya dan tidak menyebarkan hoax.

“Bila tidak tahu jangan menyebar hoax tentang vaksinasi ini. Lebih baik tanya kepada Satker atau kepada ahlinya”. (Seka)

625c30e8 4b8d 4f82 9020 ea0cff5b931b

Last modified on Wednesday, 10 February 2021 02:54

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.