BUPATI ALOR:"CORONA TETAP KITA WASPADAI, PERSIAPAN BULAN SUCI RAMADHAN HARUS JALAN."

KALABAHI, Bupati Alor, Drs. Amon Djobo pada hari pertama masuk kerja, setelah Work from Home (Kerja dari Rumah), Rabu (1/4) pagi kembali menggelar Rapat Forkopimda Alor bersama instansi terkait vertikal dan horisontal serta Pimpinan Satuan Gugus Penanganan Covid-19 membahas Pengawasan Melekat Pergerakan Pelaku Perjalanan dan Persiapan memasuki Bulan Suci Ramadhan 1441 Hijriah di Kabupaten Alor.

Hadir dalam pertemuan penting tersebut di antaranya: Wakil Bupati Alor, Imran Duru, S.Pd, M.Pd, Pj. Sekda, Yustus Dopong Abora, SP, Dandim 1622, Kapolres Alor, Kajari Kalabahi, Ketua Pengadilan Agama Alor, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Asisten Adminustrasi Pembangunan Setda Alor, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Kalabahi, Kepala Bandara Mali, PELNI, PELINDO, ASDP, Bulog, PLN, PERTAMINA, dan APINDO ALOR.

Bupati Amon Djobo menegaskan, bahwa pengawasan di jalur lintas udara dan darat harus diperketat, di mana setiap petugas di Bandar Udara dan Pelabuhan Laut melaksanakan tugas pengawasan pelaku perjalanan sesuai standar operasional yang berlaku pada setiap unit kerja dengan fungsinya masing-masing dengan kewaspadaan yang tinggi terhadap penyebaran Virus Corona atau Covid-19.

Peningkatan kewaspadaan diri dengan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) juga diminta Bupati Djobo.

"Teman-teman, saya minta kita hadir ini tentu memiliki niat baik untuk bekerja dan kita bisa. Karena kita sudah bekerja, sehingga kita optimis apa yang sudah kita lakukan telah berjalan sesuai jalurnya," terang Bupati Dua Periode ini.

Bupati Djobo juga mengurai hal-hal teknis di lapangan, seperti: menyiapkan tempat cuci tangan di tempat-tempat umum, memakai masker standar, jaga jarak dan di pelabuhan keluar masuk orang diteliti betul asal muasal orang dan bila ada tanda-tanda mencurigakan dari sisi fisik maupun test suhu badan agar cepat dikoordinasikan dengan Pihak Kesehatan.

Untuk itu, Bupati Djobo meminta bantuan Pihak Keamanan dan Satpol PP agar perketat pengawasan di lapangan dan selalu melakukan patroli dan membubarkan keramaian orang.

Orang Nomor 1 di Alor ini juga sedikit menyesali warga masyarakat yang masih belum patuh dengan larangan pemerintah yang berlaku secara nasional ini, sehingga dirinya sangat mengharapkan agar masyarakat tetap tinggal dan menunda hubungan-hubungan sosial hingga virus berbahaya ini meredah.

Demikian juga dirinya meminta masyarakat untuk membatasi diri dengan para pejabat publik dengan tetap menjaga diri dan tinggal di rumah bersama keluarga hingga keadaan membaik.

Hal tersebut bukan dimaksud, para pejabat publik menghindar dan tidak merakyat atau tidak mau peduli tapi semata-mata sedikit menjaga jarak sampai keadaan normal kembali.

Bulan Suci Ramadhan Harus Lancar

Dalam menghadapi bulan suci ramadhan yang dimulai pada sekira 24 April hingga Idul Fitri 25 Mei 2020 mendatang, Bupati Djobo meminta semua komponen terkait untuk memperlancar ibadah umat Islam tersebut.

"Memasuki bulan suci ramadhan, saya berharap stock sembilan bahan pokok tidak boleh kurang. Paling kurang selama kurang lebih empat sampai enam bulan ke depan tersedia," tegas Djobo, kepada Perwakilan Badan Urusan Ligistik (Bulog) yang hadir, sembari menambahkan, bahwa untungnya ketika Virus Corona mewabah para petani sudah memasuki musim panen. Seandainya belum atau pada masa tanam bulan Juni atau Juli, maka bisa krisis pangan.

Demikian juga Bupati yang memimpin Alor hingga memperoleh Harmony Award ini, menegaskan kepada pihak PDAM agar ketersediaan air bersih tetap terjaga terutama bagi kaum muslimin dan muslimah yang melaksanakan ibadah lima waktu yang sangat membutuhkan air wuduh untuk bersembahyang.

"Ini semua harus direncanakan dengan baik," perintah Bupati Djobo, sekaligus meminta Asisten Pembangunan untuk berkoordinasi.

Tak luput pula, Pihak PLN disoroti agar listrik dapat menyala selama memasuki masa puasa, terutama pada hari raya, yang juga bila sampai dibagi pemadaman bergilir, maka diperhatikan kalangan umat beragama yang membutuhkan saat itu, baik muslim maupun kristen.

Unruk itu, mantan Asisten III Setda Alor ini meminta semua pihak untuk saling bekerja sama, baik menghadapi bulan suci ramadhan dan Paskah pada 10 hingga 12 April 2020 maupun Virus Corona yang sedang dihadapi bersama.

Kadis Muas: Stock Sembako Aman Terkendali.

Kepala Dinas Perdagangan, Abdul Muas Kammis mengatakan dalam rapat pimpinan daerah bahwa: hingga 6 bulan ke depan, stock sembako di Kabupaten Alor akan aman terkendali.

Ketersediaan beras, misalnya menurut Kammis ada 1,895 ton yang cukup untuk kebutuhan Alor jangka waktu 6 bulan ke depan dan untuk stock gula, yang sedikit diresahkan masyarakat, menurut orang nomor 1 di Dinas Perdagangan ini, bahwa: hingga kemarin (31/3) terdata 1,10 ton, yang menurutnya menurun karena kebutuhan daerah 250 ton, namun masyarakat tidak perlu risau karena 25 ton akan segera masuk dan secara langsung akan didistribusikan ke-17 kecamatan dan dijual secara eceran kepada masyarakat dengan pertimbangan jumlah kebutuhan per Rumah Tangga.

Pula bersama stock sembako yang lain melalui Operasi Pasar.

Untuk itu, Pihaknya akan berkoordinasi dengan Pihak Keamanan dalam pelaksanaannya.

Bupati Djobo setelah mendengar semua penjelasan dari peserta yang hadir meminta agar tetap menjaga kondisi madyarakat yang ada dengan pengawasan dan tindakan yang tegas, bila ada pihak-pihak yang berlaku curang atau memanfaatkan kesempatan yang ada untuk memperkaya diri di saat musibah menimpa rakyat yang tak berdaya.

Tidak Ada Tutup Toko dan Kios

Bupati Djobo juga mengklarifikasi informasi dari masyarakat melalui SMS yang beredar di masyarakat sampai di pelosok kecamatan dan desa, bahwa usaha toko dan kios ditutup sementara selama masa Pandemi Covid-19.

Menurut Bupati yang dipilih rakyat secara langsung ini, bahwa hal tersebut tidak benar.

Untuk hal tersebut, Bupati Djobo meminta agar setiap pengusaha tetap menjalankan bisnisnya tapi juga patuh dengan protokol yang ditetapkan dengan menyediakan tempat cuci tangan dan juga menghindari kumpulan orang.

Demikian juga untuk jasa kuliner dan warung-warung makan untuk membatasi jam makan hingga pukul 10.0. malam dan dianjurkan agar tidak boleh makan ditempa tetapi dengan pesanan bungkus makanan untuk dibawa pulang. (Gabby L. Tang/ Bgn Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Alor).

Last modified on Monday, 06 April 2020 06:53

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.