Gubernur NTT: "Kita Bersyukur NTT Masih Negatif Virus Corona."

Gubernur NTT: "Kita Bersyukur NTT Masih Negatif Virus Corona."

(JD) KALABAHI, -- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dalam Teleconference kepada Wali Kota Kupang bersama Bapak dan Ibu Bupati se-NTT menyatakan rasa syukur kepada Tuhan dan berbagai upaya yang telah dilaksanakan pemerintah bersama seluruh masyarakat, sehingga status di Bumi Flobamora ini masih Negatif Corona atau belum terinfeksi Covid-19.
"Kita bersyukur hingga kini NTT masih Negatif Corona," tegas Gubernur NTT, VBL, saat Teleconference yang disiar-lanjut oleh Lppl Radio Alor via akun Face Book, dari Kokor Rumah Jabatan Bupati Alor, Selasa (31/3) pagi.

Lebih lanjut, dalam Teleconference yang difasilitasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika NTT bekerja sama dengan Dinas Infokom Kabupaten Alor tersebut, VBL menandaskan, bahwa Pihak Pemerintah tidak tinggal diam dalam mengatasi persoalan penyakit yang sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup masyarakat NTT di seluruh penjuru.

Untuk itu dengan terus membangun koordinasi dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota diminta agar merencanakan Penanganan Penyebaran Covid-19 hingga enam (6) bulan ke depan, termasuk perencanaan anggaran yang riil di Bidang Kesehatan dan Bidang Terkait demi penanganan lebih intens.

Setelah mendengar beberapa upaya yang telah dilaksanakan oleh Wali Kota Kupang dan beberapa kabupaten yang masuk dalam zona serius penanganan Covid-19, antara lain: Kabupaten Belu, TTU, Manggarai Barat dan Kabupaten Sikka, Gubernur VBL juga memberikan kesempatan kepada Danrem Wirasakti Kupang dan Kapolda NTT untuk memberikan himbauan kepada masyarakat, yang pada intinya sama dengan protokol kesehatan yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia maupun anjuran World Health Organisation (WHO) di antaranya: stay at home (menetap di rumah), work from home (bekerja dari rumah), social and psysical distancings (jaga jarak berkumpul dan jarak fisik).

Kedua Petinggi tersebut juga menghimbau seluruh komponen masyarakat agar menjaga potensi-potensi kerawanan yang bisa terjadi dari sisi ekonomi, sosial, maupun psikologis melalui pemberitaan yang membuat masyarakat panik, shock dan gejala penyakit lain muncul.

Selain itu, menjaga kebersihan diri dan rajin mencuci tangan. Demikian juga dengan upaya-upaya melindungi diri sendiri dan orang lain seperti petugas kesehatan, karantina dan petugas Bandara maupun Pelabuhan Laut.

Kepada Pihak Masyarakat, Para Anggota Forkopimda NTT, yang juga Satuan Gugus Provinsi itu meminta agar setiap orang tidak main-main atau menganggap enteng dengan Covid-19 dan diharapkan patuh pada kebijakan dan aturan yang ditetapkan, sehingga daerah NTT yang tercinta ini dapat pulih secepatnya.

Bupati Djobo: "Kita Masih Aman Terkendali."

Sementara itu, Bupati Alor, Drs. Amon Djobo yang sudah antri menunggu giliran diteleconference oleh Orang No. 1 NTT itu tidak mendapatkan giliran karena waktu yang disiapkan terbatas dan dianggap daerah yang masih bisa diatasi.

Hal ini disampaikan Bupati Djobo usai Rapat Terbatas mendengar tiap laporan Kepala Daerah, yang dihadiri pula oleh Ketua DPRD Alor, Dandim 1622 Alor, Kapolres Alor, Pj. Sekda Alor, Kadis Kesehatan dan Direktur RSUD Kalabahi serta para wartawan media cetak plus On Line Alor.
"Kita masih masuk daerah aman Om Wartawan. Dari dua orang yang PDP telah pulih dan dikembalikan. Jadi PDP kosong.
Sementara enam Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan 101 orang merupakan Para Pelaku Perjalalan dari daerah-daerah yang terjangkit, tetapi mereka bukan terjangkit. Hanya baru datang jadi diawasi sebagaimana aturan kesehatan yang berlaku umum," ungkap Bupati Djobo, seraya meminta wartawan agar hal-hal teknis dikomunikasikan dengan Pihak Satgas yang telah dibentuk.

Pemerintah Daerah juga akan bersama-sama Pihak DPRD Alor melihat kembali Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Alor dan Dana Desa, sebagaimana aturan yang diturunkan dari tingkat pusat.

Bupati Djobo juga mengakui bahwa Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 berjalan dengan baik dengan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti: Dandim 1622, Polres Alor, PT. PELNI, ASDP, Bandara Mali, PMI Alor dan Pihak Swasta/ Peguyuban dan lain sebagainya.

Last modified on Wednesday, 01 April 2020 05:05

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.