GELIAT PEMBANGUNAN DI ALOR SEMAKIN NYATA

bupati2Pembangunan pariwisata Kabupaten Alor tidak mengalami hambatan oleh karena dukungan masyarakat, pemerintah dan dunia usaha di Kabupaten Alor yang bersatu padu untuk menjadikan Alor sebagai Gerbang Pariwisata. Obyek-obyek wisata di Kabupaten Alor yang semakin bergeliat meningkatkan animo serta minat wisatawan baik domestik maupun manca negara yang mulai melirik Kabupaten Alor sebagai destinasi wisata mereka pada tiga tahun terakhir ini. Untuk itu nilai pariwisata yang harus dikembangkan adalah pariwisata berbasis masyarakat dengan meletakkan dasar pada budaya dan kearifan lokal yang dikembangkan secara bersama-sama serta didukung dengan aspek infrastruktur, keamanan dan ketertiban serta pengembangan kelayakan-kelayakan potensi pariwisata sehingga menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Alor. Pada tahun 2018 kunjungan wisatwan domestik dan mancanegara di Kabupaten Alor mencapai 2001 orang. Para wisatwan ini datang dengan menggunakan moda tarnsportasi laut dan udara. Maskapai trans dan wings air rute Kupang Alor telah membuka jadwal penerbangan 3 kali setiap harinya, dan maskapai Nam Air rute Denpasar Alor  pun telah membuka jadwal penerbangan 3 kali dalam seminggu sebagai akses masuk di Kabupaten Alor. Selain itu juga ada moda transportasi laut yakni kapal fery dan fery cepat rute Kupang Alor yang berlayar 4 kali dalam seminggu. Diharapkan dengan meningkatnya kunjungan wisatawan domestic maupun mancanegera di Kabupaten Alor mampu memberikan nilai tambah  di bidang ekonomi, khususnya  untuk kegiatan pariwisata saat ini. Demikian disampaikan Bupati Alor, Drs. Amon Djobo, pada jumpa pers dalam Rapat Persiapan Kunjungan Kerja Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pujiastuti, serta Gubernur NTT beserta rombongan untuk menghadiri Festival Dugong dan Kuliner Alor yang dirangkai dengan beberapa kegiatan lain seperti Seminar Pariwisata. Selain Dugong, Kab. Alor sebagai Bumi Persaudaraan, Tanah Terjanji, Surga di Timur Matahari juga memiliki beragam potensi destinasi wisata lainnya seperti Taman Laut Selat Pantar yang meraih pernghargaan sebagai taman laut terindah di Indonesia di 2016  dengan 26 titik (dari total 54 snorkeling dan diving spots) yang dinilai sempurna, Al Quran Tua dari Kulit Kayu yang dibuat pada abad ke 17 dan menjadikannya Al Quran tertua di Asia Tenggara, Perkampungan Tradisional seperti Takpala, Monbang, Bampalola, Matingfai, Air Mancur / Sumber Air Panas Tuti Adagae dan Air Terjun Mataru, Pantai Ling Al yang sementara ini telah dikelola oleh investor asing dengan membangun 46 homestay, Jawa Toda dan Pulau Keopa yang juga telah mendapat sentuhan para investor asing, Batu Berwarna di Pantar Tengah yang juga merupakan pantai yang tepat untuk berselancar serta Obyek wisata pegunungan yang berdiri tegak dan berkelok-kelok layaknya tentara Inggris yang berbaris menuju medan perang, juga menarik minat wisatawan.

Keunikan pariwisata Alor membawa harapan baru bagi pelaku dunia usaha pariwisata dengan meningkatnya animo wisatawan asing maupun domestic untuk berdatangan setiap hari, menikmati keindahan pulau alor. Dan harapan itu akan nyata bila masyarakat maupun dunia usaha mendukung secara penuh kegiatan pariwisata ini. Untuk itu, dengan kehadiran Ibu Menteri Kelautan dan Perikanan RI serta Gubernur NTT bersama rombongan, paling tidak dukungan pemerintah pusat dan provonsi semakin kuat untuk peletakan kebijakan yang lebih baik terhadap pembangunan pariwisata di Kabupaten Alor. Demikian disampaikan oleh Bupati Alor.

Selain sector pariwisata, potensi lain yang saat ini sedang digenjot untuk mendukung peningkatan PAD maupun pertumbuhan ekonomi, pembukaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan income perkapita rumah tangga penduduk masyarakat Kabupaten adalah pembangunan jalan dari kota ke desa, pembangunan jalan lintas kecamatan dan desa-kelurahan menuju kantung-kantung produksi, pembangunan rumah layak huni, pembangunan air bersih, pembangunan jaringan listrik, pembangunan sarana dan prasarana kesehatan untuk menurunkan angka gizi buruk, stunting serta menurunkan angka kematian ibu dan anak. Dan untuk mewujudkan kualitas kesehatan masyarakat alor maka lintasan kegiatan untuk Alor Sehat diletakkan sebagai prioritas pembangunan. Dalam hal ini peningkatan kualitas sumber daya aparatur bidang kesehatan yang melayani baik di tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten. Selain itu langkah lain yang diambil oleh pemerintah adalah pengembangan produk-produk unggulan daerah yakni kemiri, cengkeh, vanili, jambu mente, pinang iris dan rumput laut. Produk-produk unggulan ini telah memberikan dampak positif terhadap pendapatan perkapita penduduk Kabupaten Alor. Khusus untuk harga vainili basah telah mencapai Rp.850.000/kg dan vanili kering mencapai Rp.6.750.000/kg. Sedangkan harga cengkeh kering mencapai Rp.90.000/kg. Tahun ini terdapat  4 KK yang memperoleh pendapatan 600-700jt dari penjualan vanili. Petani rumput laut juga mendapat penghasilan yang cukup menggembirakan. Masyarakat mendapat motivasi dan harapan baru dikarenakan pelaku ekonomi di Kabupaten Alor, baik koperasi maupun bank telah memberikan support dana dalam bentuk kredit modal usaha dengan bunga ringan untuk mendorong pertumbuhan usaha ekonomi kecil. Inilah wujud kebersamaam pemerintah dan dunia usaha dalam memberdayakan masyarakat.
    
  

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.