Print this page

BUPATI ALOR BUKA KONFERENSI NASIONAL GEREJA WESLEAN INDONESIA

wesleanBupati Alor  atas nama Gubernur NTT membuka dengan resmi kegiatan Konferensi Nasional Gereja Weslean Indonesia pada 07 Juli 2019 bertempat di Gedung Gereja Wesleyan Watatuku Kabupaten Alor. Dalam Konferensi yang dihadiri oleh peserta dari seluruh wilayah di Indonesia tersebut, Bupati Alor menyampaikan beberapa hal dalam kaitannya dengan Konferensi Nasional Gereja Wesleyan Indonesia.
Konferensi Nasional XI yang dipusatkan di Kabupaten Alor merupakan kepercayaan dan amanat dari Dewan Pimpinan Nasional serta umat Wesleyan terhadap Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Alor, sehingga masyarakat Kabupaten Alor dari berbagai etnis baik nasrani maupun muslim saling bahu membahu dalam mendukung pelaksanaan kegiatan konferensi nasional ini dengan baik. inilah wujud tolenransi yang ditunjukan oleh masyarakat Kabupaten Alor dalam kehidupan beragama. Dan hal ini sudah diwariskan oleh para leluhur Kabupaten Alor sejak dahulu kala.
Lebih lanjut  Bupati Alor menyatakan bahwa Alor Bumi Persaudaraan, Tanah Terjanji, Surga di Timur Matahari  merupakan komitmen kuat masyarakat Alor untuk bahu membahu, bantu membantu, topang menopang dalam pelaksanaan kegiatan dari agama manapun yang mempercayakan Kabupaten Alor sebagai tuan rumah dari kegiatan-kegiatan keagamaan seperti ini.
Masyarakat Alor dalam berbagai etnis selalu mendukung pelaksanaan kegiatan ini oleh karena  berbagai aktivitas keagamaan ini tetap menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan daerah. Untuk itu masyarakat diminta untuk mendukung sekaligus menjaga kondisi keamanan dapat tercipta. Peserta Konferensi Nasional Gereja Weslean Indonesia ke XI ini dihadiri oleh + 220 orang dari beberapa wilayah. Untuk itu dengan kehadiran peserta dari berbagai provinsi dan wilayah di Kabupaten Alor menjadikan Alor sebagai bagian dari pergumulan anak-anak Tuhan sehingga Tuhan boleh memberkati daerah ini.
Peserta Konferensi Nasional Gereja Wesleyan Indonesia ke XI ini dihadiri oleh kurang lebih 220 orang dari beberapa wilayah. Untuk itu dengan kehadiran peserta dari berbagai provinsi dan wilayah di Kabupaten Alor menjadikan Alor sebagai bagian dari pergumulan anak-anak Tuhan sehingga Tuhan boleh memberkati daerah ini. Teman-teman peserta Konferensi Nasional setelah kembali dari Alor pun saya berpesan, hal-hal yang baik yang akan ditiru boleh dibawa pulang, namun hal-hal yang kurang berkenan boleh ditinggalkan untuk kami.

 

Last modified on Saturday, 20 July 2019 02:15