Sekda Alor Minta Masyarakat Waspadai Pakaian Bekas Import

Penegasan ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Hopni Bukang, SH.

Ditemui di Ruangan Humas Setda Alor, Bukang menyampaikan bahwa penegasan ini perlu disampaikan karena adanya Surat Penegasan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perdangan Republik Indonesia, bahwa saat ini beredar pakian bekas (rombengan) kualitas rendah yang diimpor dari Malaysia, Singapura maupun Thailand yang disinyalir mengandung bakteri dan jamur tertentu yang berbahaya bagi manusia, bahkan dapat mematikan.

“Sudah beredar di media massa, banyak kapal yang selundup pakian sudah ditangkap dan diproses hukumnya, bahkan banyak yang sudah masuk penjara” tegasnya. Sejauh ini, menurutnya langkah antisipasi yang sudah dan akan dilakukan oleh Pemkab Alor adalah terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan bahaya pakian rombengan, selain itu Pemkab juga akan melakukan pemeriksaan terhadap semua tempat penjualan rombengan yang ada di Kota Kalabahi, bahkan dimungkinkan untuk Pemkab mengeluarkan larangan penjualan pakaian impor kualitas rendah tersebut.

“Integritas bangsa ini dipertaruhkan melalui penggunaan pakian. Mengapa orang Indonesia harus menjadi penadah dari sebuah produk luar negeri yang sudah usang dan basi, bahkan penuh dengan penyakit lagi” tegasnya. Bahkan menurutnya, ini juga menjadi salah satu modus pembunuhan yang dilakukan secara sistematis terhadap bangsa ini. Terkait nasib para penjual pakian rombengan, ia menghimbau agar mereka dapat mencari pekerjaan lain yang lebih layak lagi. Untuk hal ini, menurutnya pemerintah juga sedang melakukan kajian tentang langkah apa yang akan diambil oleh Pemkab.

Last modified on Thursday, 16 June 2016 13:11

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.