Gubernur Leburaya Resmikan Kopdit CHT

Forum Musrembang bertujuan untuk merumuskan berbagai permasalahan serta bagaimana cara mengatasinya,

untuk itu dalam Musrembang, kita harus menyusun perencanaan yang berkualitas” demikian ungkap Gubernur Nusa Tenggara Timur, Drs. Frans Leburaya, saat memberikan arahannya pada kegiatan Pembukaan Musrembang RKPD, di Aula Serbaguna Jemaat Pola Tribuana Kalabahi, Senin (16/3/2015). Perencanaan yang berkualitas menurut Leburaya adalah perencanaan yang berbasis pada akurasi data, melenglapinya dengan berbai dokumen teknis dan lokasi yang jelas, serta penganggaran yang jelas dan terukur, agar kualitas perencanaan bisa dipertanggungjawabkan. Menurutnya, sejauh ini ketersediaan data yang akurat masih menjadi persoalan penting di NTT, untuk itu ia mengatakan bahwa saat ini Pemprov sedang menggagas Forum Data dan Informasi NTT, dimana Forum ini menjadi bank data bagi semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di seluruh Provinsi NTT. “Kita akan wujudkan NTT 1 data” ungkapnya.

“Pembangunan bukan moment maupun event, sebaliknya pembangunan adalah proses. Kalau moment atau event, maka pembangunan dapat dilihat dan selesai. Sedangkan kalau pembangunan dimaknai sebagai sebuah proses, maka pembangunan itu akan terus berkelanjutan” lanjut Leburaya. Saat ini menurutnya, ada 37 lembaga internasional yang sedang menginvestasikan dananya hingga Rp 900 Miliar, namun daya jangkaunya masih sangat terbatas, yakni hanya menjangkau 50 desa. Untuk itu ia mengatakan bahwa akan terus menggenjot lembaga internasional agar memperluas wilayah pelayanannya.

Leburaya pada kesempatan tersebut juga mengajak seluruh Musrembang untuk optimis bahwa masa depan NTT pasti akan menjadi lebih baik. “Kita perlu optimis karena dalam berbagai bidang, salah satunya dalam angka kemiskinan, terus terkoreksi menurun, di bidang pendapatan perkapita meningkat dari Rp 6 jutaan menjadi Rp 13 jutaan, inflasi daerah terendah dibandingkan tingkat inflasi nasional, dan pertumbuhan ekonomi kita diatas pertumbuhan ekonomi nasional” paparnya.

Dari dulu saya suka koperasi karena kebersamaannya. Itulah yang membuat saya sejak awal ingin menjadi Nusa Tenggara Timur sebagai Provinsi Koperasi” tutur Gubernur Nusa Tenggara Timur, Drs. Frans Leburaya, saat memberikan arahannya pada peresmian koperasi Citra Hidup, Senin (16/3/2015). Saat ini menurutnya, NTT memiliki sekitar 3000 koperasi, dimana 134 koperasi terdapat di Kabupaten Alor dengan jumlah anggota mencapai 18.000 orang. “Yang menjadi tantangan kita saat ini adalah bagaimana mewujudkan koperasi yang berkualitas”.

Dilanjutkan olehnya bahwa, agar dapat mengelola koperasi menjadi lembaga keuangan yang berkualitas, maka sumber daya manusia pengelola koperasinya harus ditingkatkan, serta fasilitas perlu ditambah. “Selain itu mental anggota dan pengurus juga harus baik” lanjutnya. Modal dan kekuatan dari koperasi menurut Leburaya, bukan bertumpu pada uang yang dimiliki, melainkan pada kekompakan dari anggota. Untuk itu kepada seluruh anggota, Leburaya terus mendorong agar selalu membangun sinergisitas bersama sehingga tercipta kekuatan yang dahsyat. Ia juga pada kesempatan tersebut meminta kepada jajaran manajemen untuk dapat mengutamakan pinjaman yang produktif ketimbang pinjaman konsumtif. “Ajarlah anggota untuk berpikir besar dan bertindak besar. Jangan hanya berpikir untuk kepentingan sesaat” ujarnya.

Diakhir dari arahanya Gubernur berharap agar kehadiran Kopdit CHT dapat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Alor serta dapat berkontribusi menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Alor.

Ketua Sinode GMIT : Koperasi Lembaga Keuangan Yang Paling Dekat Dengan Rakyat

Koperasi, di mata Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Pdt. Robert Litelnony, S.Th, adalah lembaga keuangan yang paling dekat dengan rakyat. Hal ini disampaikan olehnya ketika menyampaikan suara gembala pada saat peresmian Kantor Koperasi Kredit Citra Hidup Tribuana, Senin (16/3/2015). Diungkapkan olehnya bahwa kehadiran Kopdit Citra Hidup merupakan bentuk kehadiran gereja dalam memberikan pelayanan secara holistik kepada jemaat. “Gereja dipanggil tidak hanya untuk memberikan pelayanan rohani, melainkan juga pelayanan jasmani” ungkapnya. Mengutip kisah Yesus memberi makan 5000 orang, dimana Yesus tidak saja memberikan firman dan pengajaran kepada mereka, tetapi juga memperhatikan kebutuhan jasmani mereka, Litelnoni mengatakan bahwa ini juga merupakan tujuan utama kehadiran Kopdit Citra Hidup sebagai salah satu Unit Pembantu Pelayanan (UPP) dari GMIT. “Mengajarkan tentang sorga juga penting, tetapi sama pentingnya juga jika gereja memberikan bukti nyata bagi kehidupan ekonomi masyarakat” paparnya. Prinsipsip utama dalam koperasi, dimana sesama anggota saling mendukung, saling menghidupkan dan saling menjaga kemitraan. Prinsip tersebut merupakan prinsip yang luar biasa, untuk itu kepada semua anggota ia berharap agar terus membangun rasa memiliki terhadapKoperasi Kredit Citra Hidup Tribuana ini. pungkasnya.

Last modified on Thursday, 16 June 2016 13:13

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.